Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Misi penyelamatan


__ADS_3

Alia, Elena, Stefano, Harry dan Cristin yang baru saja tiba dirumah Alia terkejut saat mengetahui bahwa Devian tumbang.


" Devian.." Alice dan Cristin langsung menghampiri Devian.


" Alia..." Ucap Devian dengan terbata.


Cristin lalu mengeluarkan sekantong d4rah manusia yang biasa dia bawa kemanapun untuk berjaga-jaga jika anggota keluarganya sedang dalam keadaan kritis seperti yang dialami oleh Devian.


" Ini, minumlah dulu agar kau kembali segar bugar."


Devian segera menghabiskan isi dari kantong yang diberikan oleh Cristin. Tak lama kemudian Devian kembali merasakan dirinya tak lagi lemah.


" Apa yang terjadi?" Tanya Alice.


" Gabriel. Seperti nya dia telah membawa pergi Alia." Ucap Devian. Semua yang ada di sana terkejut dan tidak habis pikir bagaimana caranya Gabriel keluar dari raga Devian dan membawa Alia pergi.


" Tapi bagaimana bisa?"


" Seperti nya mereka telah membuat kesepakatan sehingga Gabriel keluar secara sukarela dari ragaku." Ucap Devian.


Alice mencoba mencari keberadaan Aliya dan Gabriel. Namun, dia tidak menemukan apapun selain gambaran hitam. Sepertinya Gabriel telah membuat mantra sehingga tidak ada seorangpun yang bisa melacak keberadaan nya dan Alia.


" Gabriel sepertinya telah menduga jika aku akan melacak keberadaannya dan Alia, sehingga dia seperti membuat penutup dari penglihatanku."


" Kita harus segera mencari tahu keberadaan Aliya. Aku merasakan bahwa dirinya berada dalam bahaya." Ucap Devian.


Tak lama kemudian, Edmund dan Marcel datang.


" Charlie." Sapa Marcel.


" Marcel, kita mempunyai keadaan yang lebih buruk daripada pasukan vampir Slave yang saat ini tengah menyerang kota."


" Apa?" Tanya Marcel penasaran.


" Gabriel berhasil membawa Alia pergi." Ucap Charlie dengan nada berat


" Oh Tuhan. Bagaimana bisa?"


" Sepertinya Alia telah membuat kesepakatan dengan Gabriel. Sehingga Alia bersedia ikut dengan Gabriel." Ucap Alice.


" Kalau begitu ayo kita segera mencari keberadaan Alia." Ucap Marcel.


Charlie dan yang lainnya lebih dulu mencari keberadaan Alia, sementara Marcel memberitahu Albert bahwa Alia kini tengah bersama dengan Gabriel.


Mareka memutuskan mencari keberadaan Alia di ruang bawah tanah yang berada di bawah alun-alun kota. Karena di sana lah kemungkinan terbesar Alia berada.


Sementara Charlie, Marcel dan lainnya masuk ke ruang bawah tanah. Para pasukan pemburu vampir bertugas untuk menghadapi para pasukan vampir Slave. Dengan bekal yang telah mereka miliki, rahasia cara cepat membunuh vampire slave yang telah diberitahukan oleh Charlie. Mereka dengan mudah bisa membasmi para Vampir itu yang menghalangi jalan masuk menuju ruang bawah tanah.


" Aku akan mencari kesana. Kalian kesana." Ucap Charlie saat mereka telah tiba di persimpangan jalan.


Mereka akhirnya berpisah agar bisa dengan cepat menemukan Alia. Sementara Devian berada di puncak menara alun-alun kota untuk mengawasi pergerakan yang mencurigakan.


Cahaya rembulan menerangi Devian. Seketika Devian tersadar bahwa malam ini adalah malam bulan purnama yang mana Gabriel akan segera meminum d4rah Alia untuk menjadi vampir yang paling kuat.


" Aku tahu kau dimana." Ucap Devian setelah dia mencoba mengingat-ingat apa yang pernah Gabriel katakan ketika masih berada di dalam tubuhnya.


Devian segera masuk ke dalam untuk mencari semua orang dan memberitahukan bahwa mereka tidak akan menemukan Aliya dan Gabriel di sana. Karena Gabriel membawa Aliya ke tengah hutan. Tepat nya di puncak bukit, di mana Gabriel akan mendapatkan cahaya bulan purnama.


Dan benar saja, saat semuanya sudah tiba di lokasi, Mereka melihat Gabriel telah memulai ritual nya dimana Alia tengah terikat dengan menghadap bulan purnama.


" Tunggu, jangan." Ucap Alice saat Devian akan langsung menghampiri Alia.


" Apa kau tidak lihat, jika Alia sedang dalam bahaya?" Lirih Devian.


" Kami tahu, hanya saja apa kau lupa jika kita sekarang tengah berhadapan dengan Gabriel?" Ucap Charlie.


" Benar Devian. Kita harus memikirkan strategi yang tepat untuk membebaskan Alia." Imbuh Marcel.


Mereka lalu mulai merencanakan misi penyelamatan. Semua mempunyai tugas masing-masing dan mulai berpencar. Edmund tidak ikut, karena dia ditugaskan untuk memimpin pasukan membunuh dan menghalangi vampir slave yang akan keluar dari lingkaran Perisai yang telah Marcel buat. Sehingga para vampir slave tidak bisa menjangkau manusia. Edmund berjuang keras untuk menghabisi para vampir slave itu agar dirinya bisa bergabung bersama yang lain dalam misi menyelamatkan Alia.


Sementara itu, Devian berjalan perlahan mendekat kearah Gabriel.


" Devian.., aku tahu itu kau. Kenapa kau harus berjalan mengendap-endap." Ucap Gabriel.

__ADS_1


" Gabriel, Apa yang telah kau lakukan?" Tanya Devian.


" Ayolah Devian. Bukankah sudah kukatakan kepadamu jika kau mau bekerja sama denganku maka aku akan menjadikanmu...."


" Jangan berbasa-basi lagi Gabriel. Kau tahu jika sampai kapanpun aku tidak akan membiarkanmu menyentuh Aliya." Ucap Devian yang langsung memotong pembicaraan dari Gabriel.


" Oh benarkah?, tapi Apa kau tahu jika alias sendiri memperbolehkan aku untuk menyentuhnya."


Gabriel mulai berjalan mendekati Alia dan menyentuh tangannya. Gabriel mencium punggung tangan Alia. Alia yang saat itu terikat kaki tangan serta mulutnya tidak bisa melakukan apapun.


Devian yang mulai geram dengan apa yang Gabriel lakukan, mencoba untuk menyerang Gabriel. Namun secepat kilat Gabriel mendorong tubuh Devian hingga terpental jauh.


Alia berteriak dalam keadaan mulut terbungkam.


Jika dalam darah ku ada kekuatan seribu dewa. Itu artinya aku bisa dengan mudah melepaskan diri. Batin Alia.


Sementara Gabriel dan Devian bertarung. Alia mulai memejamkan mata, seketika semua nasihat dari orang-orang terdekatnya tergiang di pikirannya.


Saat Alia sudah kembali tenang, dia menarik tangannya hingga tali yang melilit kedua tangannya terlepas. Alia juga melakukan hal yang sama kepada kedua kakinya. Alia terjatuh saat dirinya berhasil melepaskan diri. Mainan kalung keluar bersamaan dengan jatuhnya Alia.


Sinar dari kalung itu membuat Alia menyadari jika dirinya juga perwujudan dari Valkyrie Light.


" Ternyata aku..." Lirih Alia.


Alia melepaskan kalungnya. Mengangkat tinggi-tinggi hingga sinar bulan purnama yang menembus kalung itu bersinar begitu terang.


Gabriel dan Devian yang menyadari cahaya itu segera menutup pandangan.


" Sial, aku harus segera meminum darahnya sebelum dia berubah menjadi Valkyrie Light."


Gabriel berjalan mendekat kearah Alia.


Brak !!!


" Sial, aku harus segera meminum darahnya sebelum dia berubah menjadi Valkyrie Light." Lirih Gabriel.


Gabriel berjalan mendekat kearah Alia. Setelah sebelumnya menghempaskan tubuh Devian.


Brak !!!


" Kurang ajar. Berani kau menghalangi aku?" Ketus Gabriel.


" Kau vampir terburu yang pernah aku temui. Pergilah ke neraka bersama para leluhur vampir mu." Ucap Stefano.


Gabriel menoleh ke arah Alia yang terlihat memejamkan mata, merasakan kekuatan yang mengalir dalam darah nya.


" Sial. Jika begini aku tidak akan bisa mendapatkan darah murni itu dengan cepat." Gumam Gabriel.


Ketika Stefano dan Harry hendak menyerang. Gabriel dengan cepat mengembuskan angin sehingga membuat Stefano dan Harry terjebak di dalam nya.


Charlie dan yang lainnya berusaha menyelamatkan Stefano dan Harry. Mereka tidak menyadari jika Gabriel berjalan mendekati Devian dan kembali masuk ke dalam raganya.


Gabriel telah masuk ke raga Devian. Kini Gabriel berjalan mendekat ke arah Alia dengan bersusah payah. Agar Alia percaya bahwa saat ini yang mendatanginya adalah Devian yang asli.


" Alia.." Panggil Devian palsu dengan nada terbata. Gabriel sengaja melakukan itu agar Alia berhenti merasakan kekuatan dalam dirinya. Dan fokus kepada Devian yang sedang terluka berat.


" Devian?"


Ya. Prediksi Gabriel tidak meleset. Alia mengurungkan niatnya untuk merasakan dan mencoba berubah menjadi wujud Valkyrie Light, karena dia melihat Devian yang terluka.


" Devian, apa kau baik-baik saja?" Tanya Alia yang langsung menghampiri Devian yang tergeletak di tanah.


" Alia, aku rasa hidupku sudah tidak lama lagi."


" Apa maksud mu?. Bukankah seorang vampir itu hidup abadi?" Tanya Alia.


" Ya, tapi kekuatannya dimiliki Gabriel telah meremukkan seluruh jaringan tubuhku. Jadi aku perlu meminum darah manusia untuk memulihkan keadaan ku." Ucap Devian palsu.


" Kemarilah."


Alia membopong tubuh Devian dan membawanya bersandar di sebuah batu besar.


" Tunggu lah disini. Aku akan meminta darah dari rumah sakit terdekat." Ucap Alia.

__ADS_1


" Jangan." Devian memegang tangan Alia. Namun secepat kilat Devian melepasnya hanya kembali karena Devian yang tidak lain adalah Gabriel itu merasakan sengatan listrik di dalam tubuh Aliya. Hal itu terjadi karena Alia kini telah menyadari bahwa dalam tubuhnya terdapat kekuatan Valkyrie Light. Jadi kekuatan jahat bisa merasakan bahwa dewa yang bisa menghancurkannya telah datang.


" Kenapa aku tidak boleh pergi bukankah kau sendiri yang mengatakan jika saat ini kau memerlukan darah manusia?" Tanya Alia.


" Berikan saja sedikit darahmu untukku." Pinta Devian.


Alia refleks mengkerutkan kedua dahinya, karena ini bertentangan dengan apa yang pernah dikatakan Devian sebelumnya. Jika Devian tidak akan meminta darah Alia dalam keadaan apapun.


" Apa kau yakin?" Tanya Alia memastikan.


" Ya. Dengan sedikit dalam saja akan membuatku kembali dalam keadaanku yang sebelumnya."


Alia mulai berjalan mundur dan semakin jauh dari Devian.


" Alia Kenapa kau berjalan menjauhiku apakah kau tidak bersedia menolongku. Bukankah Aku adalah kekasihmu maka berikan saja sedikit darahmu kepadaku."


Alia tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Devian. Dia justru semakin berjalan menjauh hingga akhirnya dia berlari meninggalkan Devian.


" Alia.." Devian berteriak. Gabriel merasa kesal karena tipu daya ini tidak membuat Alia menyerahkan dirinya kepada Devian.


Saat Alia berlari dia tidak sengaja menabrak Edmund yang memutuskan untuk melihat sendiri keadaan Alia.


Brak !!


Alia dan Edmund sama sama terjatuh.


" Alia, apa yang terjadi sehingga kau berlari terburu-buru seperti ini?"


Alia lalu menceritakan jika dirinya telah mengetahui bahwa dalam darahnya ada kekuatan Valkyrie Light. Lalu tentang Devian yang tiba-tiba menghampiri dirinya dan meminta sedikit darah untuk memulihkan kondisinya seperti sedia kala.


" Sudah ku duga jika Devian memiliki maksud tersembunyi mendekatimu selama ini. Hal ini membuat teori untuk tidak mempercayai seorang vampir menjadi semakin kuat." Lirih Edmund.


Lalu tiba-tiba Devian yang masih dikendalikan oleh Gabriel berdiri di hadapan Alia dan Edmund. Alia yang terkejut langsung bersembunyi di belakang Edmund. Edmund dengan cepat mengeluarkan pedangnya.


" Alia, apakah dia yang menjadi alasanmu tidak mau menolong aku?" Tanya Devian.


" Pergilah. Jangan pernah berpikir kau bisa menyentuhnya. Apa lagi mendapatkan darah Aliya." Ucap Edmund.


" Persetan dengan aturan mu. Kyaaaa...."


Tanpa menunggu aba-aba lagi Devian segera menyerang Edmund.


Edmund bukanlah tandingan dari Gabriel begitupun sebaliknya. Edmund masih belum bisa menyadari bahwa Devian yang berada di hadapannya dan yang sedang bertaruh saat ini bukanlah Devian yang asli. Melainkan Devian yang dikendalikan oleh Gabriel.


Alia yang melihat pertempuran itu tiba-tiba teringat perkataan Devian yang pernah mengatakan dan selalu dikatakan jika Alia harus belajar mengenali dirinya dalam keadaan apapun.


Alia memejamkan mata. Merasakan ketenangan dan menghilangkan segala ketegangan dan kekhawatiran yang saat ini dia rasakan. Alia mencoba menyatu dengan kekuatan yang mengalir dalam darahnya.


Dan ya, Alya kini telah berhasil merubah dirinya menjadi wujud Valkyrie Light. Dan segera menyelesaikan peperangan antara Devian palsu dan Edmund.


Devian palsu dan Edmund terkejut. Edmund tersenyum saat Valkyrie Light itu menatapnya. Edmund kemudian memilih untuk memberitahu Charlie dan yang lainnya agar jangan muncul dihadapan Valkyrie Light. Entah kenapa Edmund merasa bahwa dia begitu mempercayai Charlie daripada Devian.


Valkyrie Light itu segera menarik raga Gabriel yang berada di tubuh Devian. Kemudian menghempaskannya jauh ke angkasa. Namun, bukan Gabriel namanya jika tidak kembali begitu dia dihempaskan.


Kini, Gabriel dan Valkyrie Light pernah berhadapan dan bersiap untuk pertarungan besar. Pertarungan yang sengit. Lawan yang seimbang membuat kilatan cahaya terus keluar karena peperangan Valkyrie Light dan Gabriel yang merupakan Dewi cahaya dan juga vampir kegelapan.


" argh..."


Gabriel merasakan jika dirinya akan hancur disini. Jadi Dia segera berlari menjauh untuk menyelamatkan diri. Gabriel yang tadinya ingin kembali memasuki raga Devian. Mengurungkan niatnya karena Gabriel setelah menyadari jika Devian mulai sadarkan diri.


Devian yang mengetahui Alia telah menjadi Valkyrie Light. Dan melihat bahwa Gabriel mencoba melarikan diri. Segera berlari dan menangkap Gabriel.


" Jangan berpikir untuk lari lagi. Riwayat mu akan berakhir malam ini juga." Ucap Gabriel.


" Tidak akan. Jika aku akan berakhir malam ini maka kau pun harus berakhir juga." Ucap Gabriel dengan senyum jahat sambil menggunakan mantra nya sehingga tubuh Gabriel berdekatan dengan Devian.


Devian mencoba melepaskan diri dari Gabriel. Gabriel tertawa jahat saat mengetahui bahwa Devian tidak dapat meloloskan diri dari Gabriel.


" Bagaimana sekarang apa yang akan kau lakukan. Tetap berada di sini sampai Valkyrie Light muncul dan membasmi kita semua atau memilih berlari bersama ku." Ucap Gabriel.


Devian melihat Valkyrie Light yang mulai berjalan mendekati mereka.


Alia tidak akan menyadari jika aku adalah Devian. Lalu apa yang harus aku lakukan?. Jika aku tetap berada di sini maka Alia akan menghancurkan Gabriel dan juga diriku. Tapi, jika aku lari bersama dengan Gabriel. Itu artinya Gabriel akan kembali merencanakan sesuatu yang lebih besar dari ini untuk mendapatkan Aliya.

__ADS_1


__ADS_2