
Sepanjang perjalanan menuju markas, Edmund masih terus memasang wajah cemberut.
Dia tidak habis pikir. Baru kali ini ada seorang wanita yang menolak untuk mengakui ketampanan dan kekerenan seorang Edmund.
" Hei supir, kenapa kamu masih memasang muka cemberut itu?"
" Aku bukan supir."
" Ehem baiklah. Pak bodyguard, apakah masih memasang muka cemberut seperti itu?"
" Apa lagi ini?."
" Apa?" Tanya Alia.
" Kau."
" Aku?" Ucap Alia menunjuk dirinya sendiri.
" Ya."
" Ada apa dengan ku."
" Tak bisakah kau berhenti menyebutku dengan sesuatu yang aneh seperti supir atau bodyguard. Tidak bisakah kamu memanggilku dengan sesuatu yang enak didengar seperti my love, my baby. Honey?"
" Honda?"
" Oh astaga, aku bilang honey kenapa dia justru mengatakan Honda?, apakah vampir tadi telah merusak sistem pendengaran dari Aliya?"
" Jadi mobil ini merk Honda?"
" Honey. Aku ingin kau menyebutku dengan honey bukan tentang mobil ini yang bermerek Honda." Ucap Edmund sedikit berteriak.
" Ah, ternyata aku benar jika mobil mau bermerek Honda?"
Edmund menepuk dahinya dan memilih menganggukkan kepala karena tidak ingin terus berdebat dengan Alia.
" Apa bahan bakar nya?"
" Rahasia."
" Apa pertalit?, Edmund. Apa kau tidak tahu jika jenis bahan bakar itu sudah langka di pasaran?"
" Mobil ini berbahan bakar khusus."
" Apa?"
" Air kencing buaya."
' Wow, maka bisa mendapatkan itu?"
" Sungai nil." Ucap Edmund tanpa melihat ke arah Alia, karena dia fokus menatap jalanan.
" Wow, Aku tidak menyangka jika di sungai Nil kita juga bisa mendapatkan air kencing dari buaya. Aku kira sungai Nil itu sungai yang suci ternyata disana sudah tercampur dengan air kencing buaya."
Edmund hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Hingga beberapa lama kemudian, mereka setelah sampai di markas besar Agents Of Shield.
" Kita sampai." Ucap Edmund.
" Apa? kita akan pergi ke markas pemburu vampir tapi kenapa kita justru mendatangi pusat penyedia perisai?" Ucap Alia saat membaca papan nama Agents Of Shield yang artinya adalah agen dari perisai.
__ADS_1
" Alia, namanya bunuh diri jika kita menunjukkan markas secara terang-terangan."
" Hummmm, jadi sebuah markas memang harus gelap-gelapan ya?"
" Alia, sebaiknya kita segera turun dari mobil dan masuk ke dalam karena aku merasa kau menjadi gila saja kau duduk di dalam mobilku." Ucap Edmund yang langsung keluar dari mobilnya.
Tak lama kemudian Aliya juga turun dari mobilnya.
Dan saat Aliya turun dia juga melepas earphone yang sedari tadi menempel di kedua telinganya.
" Tunggu, Alia sejak kapan kau memakai benda itu?"
" Sejak aku duduk di dalam mobil mu." Ucap Alia yang terus melangkah melewati Edmund tanpa rasa bersalah.
" Yang benar saja, jadi sedaritadi obrolan yang terjadi karena Alia menggunakan penutup telinga?. Dia pasti sudah gila. Pantas saja dia selalu berteriak-teriak di dalam mobil tadi."
" Edmund, apakah akan tetap berdiri disana atau akan mengajakku masuk ke dalam." Teriak Alia.
" Aku datang."
Mereka kemudian memasuki sebuah bangunan yang mirip toko souvenir.
Didalamnya terlihat berbagai macam pernak-pernik menarik. Lalu saat Edmund mengangkat tangan kanannya tiba-tiba semua orang yang ada di sana menarik semua tirai dan mematikan lampu.
Edmund menarik tangan Aliya untuk berjalan mengikutinya. Mereka kemudian berhenti di salah satu kulkas yang berisi minuman. Edmund menekan tombol tersembunyi dan membuat kulkas itu terbelah sehingga terlihatlah sebuah pintu rahasia.
" Wow, tokoh ini menyimpan sesuatu yang mengagumkan. Aku akan meminta orang tuaku untuk membangunkan sebuah pintu rahasia di dalam kamar ku." Lirih Alia. Edmund memilih diam dan tidak menanggapi ucapan dari Alia karena dia takut tertular virus kegilaan yang sedang menyerang Alia.
Alia dan Edmund masuki pintu itu. Didalamnya dapat banyak tombol yang menyerupai tombol di dalam lift.
" Apakah markasmu berada di bawah tanah?"
" Ini hanya jalannya. Sebenarnya markas berada di gedung teater yang sudah tidak terpakai."
" Karena itu merupakan cara yang paling aman untuk tetap menyembunyikan markas dari para musuh yang mencoba mencarinya."
Alia hanya mengangguk-anggukan kepala tanda bahwa dia telah memahami apa yang dikatakan oleh Edmund.
Sesampainya di markas para pemburu vampir, Alia terkejut sekaligus terpesona dengan apa yang ada di dalamnya.
Alia juga melihat vampir tadi yang berusaha menangkapnya sedang berada di ruang isolasi dengan beberapa pemburu vampir.
" Apa yang akan mereka lakukan kepada Vampir itu?"
" Seperti yang biasa dilakukan oleh polisi untuk mendapatkan informasi dari seorang penjahat."
" Lalu apa yang akan dilakukan setelah kalian mendapatkan semua informasi dari para Vampir itu?"
" Kami memusnahkannya."
" Apa?, kenapa?. Apakah dalam ajaran kalian tidak mengenal rasa ampun dan belas kasih?"
" Alia, tentu saja kami mengenal rasa ampun dan belas kasih. Tapi rasa ampun dan belas kasih kami tidak berlaku untuk vampir."
" Kenapa?"
" Alia, kau tidak boleh mempercayai vampir. Karena mereka bisa saja menghianatimu demi kepentingan pribadinya sendiri."
" Tidak mungkin, yakin pasti ada beberapa vampir yang benar-benar berhati mulia."
__ADS_1
" Sayangnya sepanjang hidupku dan pengabdianku kepada Clan ini aku pernah menemukan seorang vampir yang berhati mulia seperti yang kau katakan. Kita sampai."
Mereka lalu tiba di tempat berlatih. Di sana Alia terkejut melihat sosok yang begitu dikenalnya.
" Dokter Marcel?"
" Hai Alia."
" Apa sedang dokter lakukan di sini?"
" Ya, Aku adalah ketua dari seluruh pemburu vampir yang ada di kota ini."
" Apa?. dan apakah orang tua ku mengetahui tentang dirimu,?" Tanya Alia yang langsung dijawab anggukan oleh Marcel.
" Astaga."
" Tidak perlu terkejut aku memang sengaja tidak memberitahumu identitasku yang sebenarnya sebelum waktunya tiba. Sekarang karena sudah tahu. Dan kau ada disini maka aku akan mengajarimu banyak hal yang berkaitan dengan pemburuan vampir."
" Kenapa kau juga mengatakan hal yang sama seperti yang sering dikatakan oleh orang tuaku."
" Apa itu?"
" Sebelum waktunya tiba atau sampai saatnya tiba. Aku bahkan tidak mengerti apa yang membuatnya menjadi perbedaan antara memberi tahuku sekarang dan nanti."
Marcel tersenyum dan berjalan mendekati Alia.
" Karena jika kami memberitahumu sekarang kau tidak akan sanggup untuk menerima kenyataan yang mungkin sangat besar dalam hidup mu."
" Huft, baiklah." Ucap Alia sambil memasang wajah cemberut
" Hahaha, sudah jangan memasang wajah seperti itu sebaiknya ikuti aku."
Alia segera mengikuti Marcel.
Alia mulai belajar tentang banyak hal terutama bagaimana menjaga ketenangan hati dan pikiran. Karena ketenangan hati dan pikiran sangat berpengaruh besar dalam mengontrol segala kekuatan yang dimiliki.
Alia juga diajarkan bagaimana cara untuk mengeluarkan energi yang berada di dalam tubuh.
Marcel juga mengajarkan kepada Aliya titik-titik lemah yang dimiliki oleh para vampir.
" Wow, Aku sungguh belajar banyak di sini dan bolehkah aku datang lagi besok?" Tanya Alia.
" Tentu. Tempat ini selalu terbuka untukmu kapanpun kau mau datang dan berkunjung kemari."
Alia tersenyum sebelum akhirnya dia berpamitan kepada Marcel karena hari sudah menjelang sore.
...----------------...
......................
...****************...
......................
...----------------...
......................
...****************...
__ADS_1
......................
...----------------...