
Kilatan cahaya itu menghancurkan raga Gabriel bersama dengan Devian. Alice merasakan bahwa Devian telah berubah menjadi abu.
Diakhir kehidupan Devian. Dia tersenyum dan mencoba mencari wajah Alia dalam sosok Valkyrie Light.
" Alia, aku mencintaimu.."
Alice melihat ke arah Cristin dan Charlie. Mereka seakan sudah tahu apa yang akan Alice katakan kepada mereka. Cristin menundukkan kepalanya. Charlie memeluk Cristin dengan erat. Seakan memberikan ketenangan kepada Cristin atas musnahnya Devian.
" Tidak...." Edmund juga berteriak takkala melihat Valkyrie Light menggunakan seluruh kekuatannya untuk menghabisi Gabriel.
Setelah berhasil melumpuhkan Gabriel. Valkyrie Light mengambil pedang nya. Mengangkatnya ke udara dan menghunuskan pedangnya ke tanah.
Lautan cahaya seolah menyapu seluruh negara Washington DC dan melenyapkan semua zombie dan juga vampire slave.
Para pasukan pemburu vampir bersorak gembira. Tidak terkecuali Albert yang bangga karena putri nya mampu mengakhiri perangan besar.
Lambat laun, Valkyrie Light kembali berubah menjadi Alia dan jatuh pingsan. Edmund langsung menuju Alia dan menangkap tubuh Alia.
Marcel yang melihat langsung membantu Edmund mengangkat tubuh Alia.
" Apa kau baik-baik saja?" Tanya Marcel.
" Ya, hanya saja. Aku tidak berhasil membuat Alia mengerti bahwa raga Devian menyatu dengan Gabriel."
" Apa itu artinya...." Marcel menggantung ucapannya.
" Ya. Devian telah musnah bersama dengan Gabriel." Ucap Edmund.
Tak lama kemudian, Albert dan Emery datang. Mereka langsung mengambil alih Alia dan membawanya pulang kerumah.
" Apa kau lihat tadi. Aku tidak menyangka kekuatan Valkyrie Light sebesar itu." Ucap Marcel.
" Benar. Kekuatan pedangnya begitu luar biasa. Hanya dengan menyatukannya kedalam bumi. Mampu membasmi seluruh moster yang ada disini..." Edmund tiba-tiba teringat akan Charlie dan yang lainnya.
" Marcel. Charlie.."
Marcel yang sadar langsung menggunakan jubah ajaibnya dan terbang menuju tempat dimana Charlie dan keluarganya berada. Mereka memang memasang perisai dan air suci, agar mereka tidak bisa ditemukan oleh pasukan manusia serigala. Tapi mereka tidak menduga bahwa Valkyrie Light akan berbuat sedemikian rupa.
Marcel dan Edmund segera membuka perisai itu dan membersihkan air suci.
Mereka segera masuk kedalam. Mencari keberadaan Charlie dan yang lainnya.
" Syukur lah kalian selamat." Ucap Marcel saat melihat Charlie dan keluarganya baik baik saja.
"Ed, Devian?" Tanya Stefano yang berjalan mendekat ke arah Edmund.
" Maafkan aku. Aku sudah berusaha semampuku." Ucap Edmund kembali tertunduk.
" Maafkan kami yang tidak bisa menyelamatkan putra kalian." Ucap Marcel sambil menepuk pundak Charlie.
" Tidak apa apa. Kami mengerti. Dan terima kasih atas usaha kalian menyelamatkan Devian. Walaupun Devian telah pergi." Ucap Charlie yang memeluk Marcel.
" Tinggallah disini selama beberapa hari lagi. Karena manusia serigala masih akan terus mencari dan memastikan tempat ini aman dari vampir." Ucap Marcel.
"Tentu. Beritahu kami saja saat situasi nya sudah aman terkendali. Sehingga kami bisa kembali ke negara asal kami." Ucap Charlie.
Edmund dan Marcel kemudian pamit pergi, karena mereka harus mengurus kekacauan yang telah terjadi.
" Edmund.." Panggil Alice.
" Ya?"
" Devian mengirimkan pesan terakhir nya untuk mu." Ucap Alice yang langsung memegang tangan Edmund dan menyampaikan pesan Devian yang dikirimkan kepada Alice melalui telepati pikiran disaat Devian mulai merasakan jika kekuatan Valkyrie Light telah membuat raganya semakin memudar.
(Edmund. Tolong jaga Alia baik baik. Dan pastikan dia tidak mengetahui jika dirinya lah yang telah melenyapkan diriku. Karena aku tahu, Alia pasti akan terus merasa bersalah. Buat lah seolah olah diriku tiada karena melawan Gabriel. Bukan tiada ditangan Alia.)
Setelah pesan Devian tersampaikan. Alice melepaskan tangannya.
" Alice, kau memang Vampir yang luar biasa. Dari pesan di sampaikan Devian. Aku seperti bisa merasakan yang dirasakan oleh Devian. Kekuatan nya begitu besar. Dan aku berjanji akan berusaha menjalankan apa yang Devian inginkan." Ucap Edmund.
Alice tersenyum lalu melihat kepergian Edmund yang menyusul Marcel.
Para manusia serigala telah kembali ke sarang nya masing masing. Edmund dan Marcel serta pasukan pemburu vampir lainnya, Membereskan kekacauan yang telah terjadi.
Alia Langsung mendapatkan perawatan medis dirumahnya. Alia tidak sadarkan diri. Kekuatan yang muncul saat dirinya berubah menjadi Valkyrie Light telah menguras seluruh tenaga nya. Dan membuat Alia koma.
...----------------...
Tiga hari sudah berlalu. Kehidupan di Washington DC sudah kembali normal.
Para pemburu vampir sesekali memeriksa ruang bawah tanah yang berada di bawah alun-alun kota untuk memastikan bahwa memang sudah tidak ada lagi sisa Vampir slave.
__ADS_1
Edmund dan Marcel dibantu oleh beberapa pendeta lainnya termasuk Albert, ikut membersihkan dan mensucikan kembali kota Washington DC.
Charlie dan yang lainnya kini berada di rumah Alia untuk berpamitan. Namun, karena Alia masih belum sadarkan diri. Jadilah mereka berdiam diri menunggu kepulangan Albert, Edmund dan Marcel.
" Apa kalian yakin akan pergi sekarang?. Tidakkah kalian menunggu sampai Alia sadarkan diri?" Tanya Emery.
" Tidak. Berlama-lama di sini membuat kami selalu mengingat kejadian yang menimpa Devian." Ucap Cristin.
" Maafkan saya, seandainya saya mengajari Alia untuk mengenali musuh dan juga teman. Mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi." Ucap Emery penuh sesal.
" Tidak perlu minta maaf karena semua yang terjadi ini di luar kendali kita semua. Dan hikmah dibalik kejadian ini adalah tidak akan ada lagi vampir yang mengejar Alia." Ucap Charlie.
" Iya bener. Dan saya berhutang Budi kepada kalian karena pengorbanan Devian yang telah membuat Alia aman untuk waktu yang lama." Ucap Emery sambil menundukkan kepalanya.
Cristin dan Charlie tersenyum, hingga tak lama kemudian Albert, Edmund dan Marcel tiba di kediaman keluarga Albert.
" Albert.." Sapa Charlie.
" Charlie, tinggalah disini selama beberapa hari lagi. Setidaknya sampai putriku tersadar." Ucap Albert.
" Terima kasih atas kemurahan hati yang kau tawarkan kepada kami. Tapi, kami rasa kami sudah terlalu lama berada di sini. Saatnya kami kembali ke negara kami sendiri." Ucap Charlie.
Charlie memeluk Albert dan Marcel secara bergantian. Mereka tidak menyangka jika akan menemukan teman seorang vampir. Cristin dan Emery juga berpelukan dan saling berpikiran sama. Mereka juga tidak menyangka jika manusia dan vampir bisa berteman.
Edmund mendekati Stefano, Harry, Elena dan Alice. Kemudian saling berjabat tangan sebagai tanda perpisahan.
" Ed, aku harap kau tidak akan lupa dengan permintaan Devian." Ucap Alice saat Edmund tiba dihadapan nya.
" Ya. Aku akan berusaha untuk selalu mengingat pesan dari Devian."
Alice tersenyum lalu berjabat tangan dengan Edmund.
Setelah semua saling berjabat tangan. Kini tiba saatnya untuk Charlie dan yang lainnya pergi meninggalkan rumah Alia dan negara Washington DC.
Sesekali Cristin menoleh kebelakang berharap dia akan menemukan bayangan Devian.
" Ayo." Ucap Charlie yang menyadari bahwa istrinya masih begitu terpuruk karena kehilangan Devian.
Wuush....
Wushh...
Tak lama setelah kepergian Charlie dan yang lainnya. Alia menunjukkan tanda tanda jika dirinya akan sadarkan diri.
" Nyonya.. Non Alia sudah sadar." Ucap Pelayan yang sedari tadi menjaga Alia.
" Benarkah?" Ucap Emery antusias.
" Non Alia mulai menggerakkan tangannya. Saya rasa sebentar lagi Non Alia akan sadar."
Emery, Albert, Edmund dan Marcel langsung naik ke atas dan masuk kedalam kamar Alia. Untuk memastikan bahwa Alia akan tersadar.
Marcel langsung mendekati Alia dan memeriksa denyut nadi nya.
" Denyut nadi nya kuat. Sebentar lagi Alia pasti akan sadarkan diri." Ucap Marcel.
Albert memeluk bahu Emery. Dan Emery tersenyum. Tak lama kemudian Alia membuka mata, semua yang ada disana tersenyum lega. Akhirnya setelah beberapa hari tidak sadarkan diri. Hari ini Alia membuka mata.
" Alia, kau sudah sadar nak?" Tanya Emery.
" Anda siapa?" Tanya Alia. Emery memandang Albert dan Marcel secara bergantian. Albert kemudian mendekati Alia.
" Nak, apa kau tidak ingat. Ini adalah mama. Dan aku adalah papamu. Ini dokter Marcel dan yang disana adalah Edmund."
Alia menggeleng lemah. Semua yang ada disana menjadi kembali khawatir.
" Alia, apa kau mengingat sesuatu?" tanya Marcel. Dan sekali lagi Alia mengeleng-gelengkan kepalanya.
Edmund segera keluar rumah. Albert mengejar Edmund.
" Edmund, kau mau kemana?" Tanya Albert.
" Aku akan mencari tahu penyebab Alia tidak bisa mengingat siapa kita." Ucap Edmund yang langsung memakai jubah ajaibnya dan menghilang diantara pepohonan.
Emery mulai mengatakan kepada Alia, tentang siapa dirinya dan dimana dia. Sementara itu, Albert mengajak Marcel keruang bawah tanah untuk mencari tahu tentang Alia yang lupa diri.
" Jika memang Anda adalah mamaku. Kenapa aku tidak bisa mengingat apapun. Aku rasa hampa.." Ucap Alia.
Edmund, Albert dan Marcel kini menyadari bahwa apa yang dialami oleh Alia, dikarenakan Alia yang belum siap menerima dan menyatu dengan kekuatan Valkyrie Light. Itu sebabnya saat kekuatan besar keluar dari raga Alia yang saat itu belum mencapai usia dewasa, maka Alia akan mengalami lupa diri atau ingatan yang sifatnya bisa sementara atau juga permanen. Tergantung tingkat keingintahuan Alia untuk kembali mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya.
Semuanya sepakat untuk tidak memaksa Alia untuk mengingat kembali. Mereka kini fokus pada kesehatan Alia. Para pemburu vampir tetap ditugaskan berjaga disekitar rumah Alia dan rajin berpatroli di seluruh kawasan Washington DC. Terutama area bawah tanah yang dulunya digunakan Gabriel untuk membentuk pasukan.
__ADS_1
Sementara itu, kehidupan Charlie dan keluarganya mulai berjalan seperti biasanya. Walaupun mereka kehilangan anggota keluarga. Tapi mereka tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, untuk meminimalisir rasa sedih.
Tok
Tok
Tok
" Alia, ini aku Edmund. Boleh aku masuk?" Ucap Edmund saat dia melihat Alia berada di balkon rumah nya dan terlihat melihat sebuah album foto.
" Tentu." Ucap Alia sambil menoleh ke arah Edmund.
Edmund yang saat itu membawa makanan dan minuman ringan, bersemangat untuk masuk dan duduk dihadapan Alia setelah meletakkan nampan yang dia bawa.
" Kau sedang apa?" Tanya Edmund berbasa-basi.
" Tidak ada, aku hanya melihat melihat foto fotoku saat menjalani kegiatan sekolah di negara Forks." Ucap Alia.
" Forks.." Lirih Edmund.
" Ya, aku hanya merasa ada sesuatu di sana yang mungkin bisa membawaku kembali mendapatkan ingatanku." Ucap Alia.
" Haha, kau bercanda. Kau hanya mengalami kecelakaan ringan. Dan kami juga tidak mengerti kenapa kecelakaan ringan itu bisa membuat mu sedikit lupa ingatan."
" Hmm, tapi kenapa aku merasa jika aku tidak mengalami kecelakaan. Terkadang aku justru merasa seperti telah kehilangan separuh hatiku. Setiap malam, aku sangat sulit untuk tidur. Aku seperti menunggu sesuatu yang aku sendiri tidak tahu apa yang sedang aku tunggu." Ucap Alia sambil memandang jauh ke luar rumah.
Tentu saja kau merasa kehilangan Alia, karena sosok yang selalu menemani mu setiap malam kini sudah tidak ada lagi di dunia ini. Dan setiap malam itu yang kau tunggu adalah kehadiran Devian. Dulu kalian selalu menghabiskan malam dengan bercanda tawa, membuat diriku merasa iri kepada Devian. Dan sekarang, setelah kepergian Devian aku jadi merasa tidak pantas lagi untuk mendekati mu atau menjadi kekasih mu. Batin Edmund
Edmund memandangi wajah Alia yang pandangannya terlihat lurus kedepan. Entah kenapa bersama dengan musnahnya Devian. Cinta Edmund kepada Alia juga ikut musnah. Saat ini Edmund hanya merasa ingin melindungi Alia tanpa lagi ingin memilikinya.
" Alia, apa besok kau mau jalan-jalan denganku. Ketempat yang mungkin bisa membuatmu sedikit mengingat sesuatu tentang masa lalu." Tanya Edmund dengan hati hati.
" Hmm, Mungkin lain kali. Karena aku merasa sedang tidak ingin keluar untuk beberapa hari ke depan. Aku masih ingin tetap berada di dalam rumah. Dan ingin sekali mempelajari sesuatu yang berada di perpustakaan bawah rumah ini." Ucap Alia sambil menutup album fotonya dan meletakkan kembali pada rak buku yang ada di dalam kamar nya.
" Kalau begitu kenapa kita tidak kesana sekarang saja. Aku bersedia menemanimu ke sana."
" Tidak. Mama dan papa masih belum memperbolehkan untuk masuk ke sana."
" kenapa?"
" Aku tidak tahu. Katanya dulu saat aku berada di bawah tanah pernah terjadi gempa bumi yang membuatku terjatuh dan pingsan. Karena itu mereka masih belum mengizinkan ku ke sana." Ucap Alia.
" Istirahatlah Alia. Aku akan kembali sore nanti." Ucap Edmund yang bersiap untuk pergi.
" Baiklah. Terima kasih sudah mau mampir. Dan ya nanti malam kata mama, Lucy dan Gwen akan datang berkunjung. Mama bilang mereka adalah sahabat dekatku. Foto ku dan mereka juga yang paling banyak mengisi albumku. Ya, walaupun aku tidak dapat mengingatnya, hehe.." Ucap Alia sambil tersenyum.
" Alia percayalah suatu saat nanti kau akan mengingat semua."
" Ya, terima kasih."
Sepeninggal Edmund. Alia menatap dirinya sendiri pada cermin besar yang ada di dalam kamar nya. Alia menyisir rambut nya. Dan melihat tanda Trisula nya tidak lagi seterang saat Alia belum hilang ingatan.
Alia menyentuh tanda itu, dan tiba tiba dia seperti melihat sebuah peperangan besar.
" Argh..." Alia berteriak karena terkejut. Mama yang mendengar suara teriakan. Segera berlari ke kamar Alia.
" Alia, apa kamu baik baik saja?" Tanya Emery dengan cemas.
" Tidak apa apa. Tadi ada kecoa. Dan aku sedikit terkejut." Ucap Alia berbohong. Karena menjadi sifat Alia yang tidak pernah memberitahukan kejadian yang sebenarnya kepada orang yang tidak dikenal.
Walaupun sebenarnya Emery adalah ibu kandung Alia. Namun karena Alia yang masih hilang ingatan, jadi dia menganggap bahwa wanita yang berada di hadapannya ini bukanlah ibunya melainkan orang asing.
" Mama kira apa. Ya sudah kalau begitu sebaiknya mama kembali ke ruangan Mama sendiri. Dan ingat untuk jangan sungkan memanggil Mama jika kamu memerlukan sesuatu."
" Tentu, terima kasih ma." Ucap Alia. Emery tersenyum dan mencium kening Alia. Alia merasakan getaran hangat dan cinta mengalir dalam darahnya ketika Emery mencium keningnya.
Ada perasaan hangat yang tiba-tiba menyelimuti seluruh tubuh Alia.
Hmmm, rasa yang begitu nyaman. Aku rasa begitu dekat dengan wanita yang kini berada di hadapanku. Mungkinkah benar wanita ini adalah ibuku. Kenapa sangat sulit sekali untukku mengingat siapa diriku dan juga orang-orang yang berada di dekatku. Batin Alia
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1