Rahasia Cinta Alia

Rahasia Cinta Alia
Bersaing secara sehat


__ADS_3

" Apa Alia baik baik saja?" Tanya Devian.


" Ya, dia sudah mendapatkan perawatan." Ucap Charlie.


" Apa yang harus kita lakukan sekarang?, mereka semua memandangi kita seakan akan siap untuk memusnahkan kita." Lirih Elena.


" Joe, ajak para anggota yang lain untuk kembali ke markas dan obati luka-luka mereka di sana." Perintah Marcel kepada joe.


" Baik."


Setelah seluruh anggota pemburu vampir telah pergi dari sana. Marcel menghampiri keluarga Charlie.


" Maaf atas ketidaknyamanan nya. Mereka hanya belum terbiasa berada dalam satu ruangan bersama dengan seorang vampir. Karena memang pekerjaan kami adalah membasmi para vampir dan sekarang kami justru sedang bersama dengan vampir, mungkin itu membuat mereka sedikit bertanya-tanya kenapa."


" Aku mengerti. Kami rasa urusan kami di sini juga sudah selesai jadi kami berniat untuk pamit. Hanya saja kami menunggu tuan rumah untuk berpamitan langsung, tapi sedari tadi kita menunggu tuan rumah tidak muncul kembali setelah masuk ke dalam." Ucap Charlie sambil tersenyum.


" Ah iya, aku juga baru menyadari jika Albert belum kembali setelah dia meminta izin ingin mencari istrinya. Kalau segitu tunggulah di sini aku akan melihat ke dalam."


" Tentu."


Marcel segera berjalan masuk ke dalam rumah untuk mencari Albert dan Emery.


Sementara itu, Edmund memainkan mata kepada Devian seolah-olah Edmund ingin berbicara berdua dengannya.


" Devian hati hati, dia adalah pemburu vampir bisa saja dia memusnahkan mu." Ucap Elena saat mengetahui deviant akan pergi menemui Edmund.


" Tidak, dia hanya ingin berbicara tentang penyelamatan itu." Ucap Devian yang sudah dapat membaca isi pikiran dari Edmund.


" Baiklah. Tetap lah berhati-hati."


" Oke."


Devian melihat kearah Aliya yang masih belum sadarkan diri. Lalu berjalan ke balkon rumah orang tua Aliya untuk menemui Edmund.


" Ada apa?" Tanya Devian begitu dia sampai di hadapan Edmund


" Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena kau telah membantu kami memberikan informasi tentang pasukan Gabriel dan juga ikut membantu kami dalam memerangi mereka. Walaupun aku tidak tahu pasti Apa yang membuat kamu melakukan semua itu."


" Bukankah di awal kami sudah menjelaskan bahwa niat kami untuk melindungi Alia sekaligus untuk melindungi diri kami sendiri. Karena jika Alia, sampai di tangan Gabriel maka Gabriel akan memangsa Aliya dan membuat dirinya menjadi vampir yang paling kuat dan tidak terkalahkan. Dan Kau pasti bisa menebak Apa yang akan terjadi jika Gabriel menjadi vampir yang paling kuat di antara yang kuat."

__ADS_1


" Sudah bisa dipastikan revolusi manusia akan segera berakhir." Ucap Edmund.


" Dan aku yakin jika kau memanggilku ke sini bukan hanya karena alasan itu."


" Kau memang pembaca pikiran yang baik Devian." Puji Edmund sambil tersenyum smirk.


" Katakan. Apa mau mu?" Tanya Devian yang ingin langsung ke inti pembicaraan yang akan diungkapkan oleh Edmund.


" Begini. Kau dan aku tahu jika kita mencintai satu wanita yang sama. Tapi apakah tidak bisa memikirkan lagi tentang seseorang yang kau cintai?"


" Apa karena Alia adalah manusia jadi kau takut aku akan memanfaatkan kedekatan ini untuk kepentingan pribadi ku sendiri?" Ucap Devian


" Ya itu mungkin saja karena aku masih belum bisa mempercayai seorang vampir kecuali saudarimu, Alice."


" Apa kau memanggilku kesini dan mengajakku berbicara untuk membuatku menjauhi Alia?" Tanya Devian.


" Ya, mungkin kurang lebihnya seperti itu."


" Edmund, Ayolah kau ingin menjauhkanku dari Alia karena takut akan keselamatan dari diri Alya atau takut kau semakin tidak terlihat di mata Alia?"


Edmund menatap Devian. Dia ingin sekali menghabisi Vampir itu sekarang karena dengan begitu maka tidak akan ada lagi seseorang yang bersaing dengan dirinya untuk mendapatkan hati Alia.


" Edmund, aku tahu sesungguhnya kau begitu ingin mendapatkan posisiku di hati Alia, dan aku minta kau juga memikirkan kembali bagaimana jika aku berhenti mendekati Aliya. Namun ternyata Gabriel justru semakin nekat untuk mendapatkan Alia?. Aku tidak yakin kau dapat menjaga Alia selama seharian."


" Aku.."


" Kita bersaing secara sehat saja. Bagaimana kalau kita menjaga Aliya juga secara bersama-sama. Arti nya kau menjaga dia dalam siang dan aku akan menjaganya ketika malam."


Edmund terdiam. Dia terus saja berpikir apa yang baru saja dikatakan oleh Devian.


" Baiklah lah. Tapi bagaimana jika suatu saat nanti Alia akan berbalik meninggalkan mu dan mencintaiku.?" Tanya Edmund.


" Aku akan dengan senang hati pergi dari hidup Aliya tapi dengan syarat Alia sendiri yang akan menyuruh ku pergi." Ucap Devian.


" Oke."


Bagus, aku akan mempunyai waktu lebih banyak dengan Alia saat siang hari. Jadi aku bisa membuat Alia untuk lebih memikirkanku daripada si vampir ini. Ya walaupun aku akui dia memang lebih tampan dan lebih keren dari ku, tapi aku yakin jika aku dapat menggantikan posisinya di hati Alia. Batin Edmund.


Devian hanya tersenyum mendengar apa yang di pikiran Edmund. Devian berjalan kembali masuk ke dalam rumah untuk melihat apakah Aliya sudah sadar atau tidak.

__ADS_1


Sementara itu Marcel hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saat dia melihat Emery dan Albert tidur di lantai.


" Astaga apakah rumah sebesar ini tidak ada tempat untuk mereka beristirahat. Kenapa mereka memilih lantai untuk tempat tidur mereka?. apakah lantai mereka sungguh nyaman sehingga mereka memilih untuk berbaring di lantai daripada di atas ranjang yang empuk?"


Marcel tidak menyadari jika mereka berdua sedang pingsan, Marcel justru mengira mereka sedang beristirahat di lantai. Karena penasaran Marcel akhirnya ikut berbaring di samping Albert untuk memastikan apakah lantainya benar benar nyaman atau tidak.


" Pak, apa yang anda lakukan di sini? Kenapa Bapak malah ikut berbaring bersama Tuan dan Nyonya." Ucap pelayan rumah dan 4 orang lainnya yang terlihat membawa tandu.


" Ah, aku. Aku hanya mencoba tidur seperti mereka, Karena Mereka terlihat begitu lelap jadi aku berpikir mungkin lantainya sangat nyaman sehingga mereka memilih untuk tidur di sini daripada di atas kasur."


" Pffft..."


Marcel heran melihat kelima pelayan itu tersenyum dan terlihat menahan tawanya


" Hei Kenapa kalian justru tertawa?. Kemari dan cobalah berbaring di sini, dan rasakan apakah lantainya benar-benar nyaman atau tidak. Karena Aku merasa bahwa lantainya sangat tidak nyaman seperti lantai pada umumnya."


" Tentu saja lantainya tidak nyaman karena ini memang lantai biasa."


" Tapi Kenapa mereka terlihat tidur sangat nyaman sekali?"


" Itu karena mereka berdua sedang pingsan Pak. Karena itu aku memanggil para penjaga yang lain untuk membawa tandu karena kami akan mengangkat mereka berdua dan meletakkannya ke tempat yang lebih nyaman."


" Apa?, Jadi mereka berdua pingsan?"


Marcel mengawasi keduanya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Dia langsung sadar betapa bodohnya dirinya yang mengira mereka sedang tidur di atas lantai.


......................


...----------------...


......................


...----------------...


......................


...****************...


......................

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2