
Pagi harinya....
Alia terbangun dan merasakan seluruh tubuhnya sakit seperti telah habis berperang.
Ceklek...
" Sayang, kau sudah bangun?" Ucap Emery yang saat itu masuk ke dalam kamar Aliya dengan membawa makanan.
Alia tersenyum dan mengubah posisinya menjadi duduk.
" Alia baik-baik saja ma memangnya apa yang terjadi?."
" Kau tidak ingat?" Tanya Emery, Alia menggeleng.
" Ya sudah jangan dipaksakan jika kamu tidak ingat. Sekarang lebih baik makan sup ini." Ucap Emery sambil mulai menyuapi Alia.
" Ma.."
" Ya sayang?"
" Apakah semalam telah terjadi sesuatu kepadaku lagi?"
" Apa maksudmu?"
" Karena setiap kali aku pingsan dan terbangun maka tanda Trisula yang ada di bahu kiriku semakin terlihat terang." Ucap Alia sambil memperlihatkan tanda trisulanya.
Emery terkejut dan dia tidak tahu harus apa.
Haruskah dia memberitahu kepada Aliya bahwa tadi malam dia telah kembali berubah menjadi Valkyrie Light.
" Ma, kenapa Mama diam?"
" Ah sayang, mungkin tanda itu semakin terang saat kau mendapat tidur yang cukup."
" Benarkah?"
" Bayangkan saja, jika kau tidak pingsan apakah kau mendapat cukup tidur saat malam hari?"
Alia menggeleng-gelengkan kepala. Emery tersenyum lalu dia terus meyakinkan Aliya bahwa tanda trisulanya itu akan semakin terang, Jika dia mendapat tidur yang lebih banyak dari biasa.
Siang harinya, Edmund datang berkunjung ke rumah Alia untuk melihat kondisi Alia.
" Wah, sepertinya dirimu benar-benar akan menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Alia." Ucap Albert saat melihat Edmund datang ke rumahnya tepat pukul 8 pagi.
" Aku hanya..." Ucap Edmund gugup, mengingat sebenarnya tujuan Edmund datang ke sini memang karena ingin memulai pendekatannya dengan Alia lebih awal.
" Sudah lah. Ayo masuk dan ikut sarapan bersama kami." Ucap Albert yang dapat merasakan kegugupan Edmund.
Di meja sarapan, Edmund terus mencari sosok Alia. Namun hingga sesi sarapan selesai Edmund tidak dapat menemukan Alia.
" Kau pasti mencari Aliya kan. Maaf ya, karena sekarang Alia tidak ikut sarapan dengan kita. Dia sudah sarapan lebih dulu." Ucap Albert.
Edmund hanya tersenyum kecut mendengar apa yang baru saja Albert katakan.
" Edmund, kami harus pergi karena harus mengurus sesuatu. Kami harap kamu akan tetap berada di sini sampai kami kembali dan memastikan bahwa Alia tetap berada di rumah ini." Ucap Emery.
" Seperti yang sudah saya tekankan sebelumnya bahwa saya akan menjaga Alya saat siang hari. Dan akan tetap melakukan penjagaan di malam hari."
" Kami percaya padamu." Ucap Emery tersenyum lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan Edmund dan Albert.
" Ingat satu helai saja rambut Alya terlepas. Maka aku akan memotong jari mu." Bisik Albert.
Glek !!
Edmund merasa gemetaran. Ini kali pertamanya dia merasa gemetar akan sesuatu.
__ADS_1
Jika sebelumnya Edmund tidak pernah gemetar sekalipun dia sedang berlawanan dengan seorang vampir, tapi ucapan Albert benar-benar membuat tubuh Edmund gemetar.
" Haha, aku hanya bercanda. Jaga Alia baik baik." Ucap Albert sambil menepuk-nepuk bahu Edmund.
" Tapi dimana Alia?" Tanya Edmund.
" Dia sedang ada di kamarnya, tunggu lah di sini aku akan memberitahu Alia bahwa kau ada disini untuk menjaganya."
" Oke."
Edmund memilih untuk duduk bersantai di ruang tamu sementara Albert naik ke atas dan berjalan menuju kamar Alia.
Tok
Tok
Tok
Ceklek...
Albert masuk dan mendapati Aliya tengah berdiri di balkon kamarnya.
" Sayang.."
" Papa?"
" Hei, bagaimana perasaanmu apakah sudah jauh lebih baik?"
" Ya, aku hanya merasa sedikit lelah seperti habis bertarung."
" Perbanyak istirahat. Ohya mama dan papa akan pergi sebentar untuk mengurus sesuatu."
" Dan bolehkah aku pergi ke sekolah hari ini?"
" Apa kau tidak mendengar berita bahwa hari ini sekolah diliburkan."
" Papa tidak tahu, Papa hanya mendapat kabar jika sekolah diliburkan sampai waktu yang tidak ditentukan."
" Huft, aku pasti akan merasa begitu bosan jika terus menerus berada di dalam rumah." Ucap Alia sedih.
" Dibawah ada Edmund. Dia akan menjagamu selagi Mama dan Papa pergi."
" Hmm, baiklah." Ucap Alia.
" Hei Jangan bersedih, kau bisa meminta teman-temanmu untuk datang." Ucap Albert.
" Hmmm."
" Sayang, Edmund mungkin bisa menjelaskan apa yang telah terjadi sehingga Mama dan Papa memintamu untuk tetap berada di sini. Dia ada di bawah jika kau ingin berbicara padanya." Ucap Albert
Ceklek..
" Pa, Ayo semuanya sudah siap dan sudah menunggu kita." Ucap Emery yang berjalan menghampiri suami dan juga putrinya.
" Apa Mama juga akan pergi?" Ucap Alia sambil menatap Emery dengan sedih.
" Oh sayang, maafkan Mama dan Papaa. Sejujurnya Mama dan Papa ingin berada disini bersamamu, tapi apa yang akan kita lakukan jauh lebih penting dan tidak bisa untuk ditinggalkan ataupun ditunda."
" Baiklah."
Alia memeluk Emery.
" Kami janji akan segera kembali begitu urusan kami selesai."
Alia melihat kepergian orang tuanya dari balkon kamar. Dia juga melihat Edmund mengantarkan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Edmund melambaikan tangan ke arah Alia, Alia membalas lambaian tangan Edmund sambil tersenyum.
Alia memutuskan untuk turun ke bawah menemui Edmund, karena dia juga penasaran apa yang terjadi semalam.
" Edmund.." Panggil Alia.
" Ya?" Edmund yang saat itu baru saja masuk ke dalam rumah terkejut karena mendapati Alia sudah berada di lantai bawah.
" Edmund hai.." Sapa Alia dengan wajah manisnya.
" Alia, aku sudah hafal dengan sikapmu yang seperti ini. Pasti kau ingin tahu sesuatu dariku." Ucap Edmund.
" Hehe, kau memang pembaca pikiran yang baik." Puji Alia.
" Apa yang ingin kau ketahui dariku."
" Kejadian semalam."
" Apa?" Ucap Edmund sedikit terkejut karena dia tidak menyangka bahwa Alia akan menanyakan tentang kejadian semalam.
" Semalam?, semalam tidak terjadi apa-apa." Ucap Edmund sambil berjalan melewati Aliya dan duduk di kursi ruang tamu.
" Tidak mungkin, pasti terjadi sesuatu. Aku yakin kamu mengetahui nya, sebab papa menyuruh ku untuk bertanya padamu. Dan aku bisa mengetahuinya dari tanda Trisula yang semakin terang ketika aku bangun dari tidur."
" Itu mungkin hanya suatu kebetulan saja."
" Tidak, Aku merasa bahwa telah terjadi sesuatu pada ku."
" Alia aku bersungguh-sungguh bahwa tadi malam tidak terjadi apa-apa."
" Kau berbohong."
" Huft. Baiklah mungkin aku bisa menceritakan sedikit yang terjadi tadi malam."
" Oke."
" Semalam pasukan Gabriel menyerang kota ini, Devian datang bersama dengan anggota keluarganya lalu kami bekerja sama."
" Apa?, kalian para pemburu vampir bekerja sama dengan vampir?"
" Ya. Memang terdengar konyol. Tapi itulah yang terjadi. Kami saling bekerja sama untuk melawan pasukan Gabriel."
" Wow, aku heran kemana aku sampai tidak tahu jika telah terjadi pertempuran."
" Hmm, aku rasa kau sibuk membaca buku sehingga tidak tahu tentang ini."
" Tapi aku yakin ada hubungannya denganku karena tanda trisula ku menjadi lebih terang."
" Alia, kau hanya..."
Brug !!!
Tiba-tiba Alia dan Edmund mendengar suara.
" Apa itu?"
...----------------...
......................
...****************...
...----------------...
...****************...
__ADS_1
......................
...----------------...