
Brug !!!
" Apa itu?" Tanya Alia.
" Aku tidak tahu. Biar ku periksa. Tetap disini sampai aku kembali." Ucap Edmund dan meminta Alia untuk tetap berada di sini.
" Aku berpikir akan lebih aman berada di dalam kamar." Ucap Alia.
" Tidak. Jangan bergerak dan jangan kemana-mana. Tetaplah berada disini." Perintah Edmund yang mulai memakai jubah ajaib nya dan mengeluarkan senjata.
Edmund mulai berjalan keluar dan mencari sumber suara.
" Alia.."
Alia yang merasa bahwa ada seseorang yang memanggilnya, langsung naik ke atas, dan berjalan menuju kamar.
" Devian?"
Alia terkejut saat melihat Devian yang sedang berada di luar rumahnya, tepatnya berlindung di sebuah pohon besar agar tidak terkena cahaya matahari.
Alia segera membuka perisai yang melindungi rumah nya. Dengan gerakan cepat, Devian segera masuk ke dalam rumah Alia.
" Devian, Kenapa kau berada di sini?"
" Karena aku mengkhawatirkanmu. Aku mendengar rencana jahat Gabriel jadi aku segera datang ke sini."
" Alia.." Teriak Edmund.
" Apa itu Edmund?" Tanya Devian. Alia mengangguk.
" Oh astaga, aku lupa jika hari ini adalah bagian Edmund untuk menjagamu."
" Menjaga ku?" Ucap Alia.
" Ah maksud ku...."
Brak !!
Belum selesai Devian menyelesaikan kata-katanya, pintu kamar Aliya dibuka secara paksa oleh Edmund.
" Alia ternyata kau disini aku sudah mencarimu kemana-mana...., eh kenapa kau ada disini bukan kah hari ini seharusnya aku yang bertugas menjaga Alia." Ucap Edmund begitu dia melihat Devian berada di kamar Aliya.
" Suara suara tadi, apakah kau yang yang melakukannya?" Imbuh Edmund sambil memasukkan kembali pedang dan juga melepas jubah ajaibnya.
" Hehe, Maaf aku pikir tidak ada siapapun di rumah ini kecuali Alia."
" Maaf maaf, Apa kau lupa jika sekarang adalah bagianku untuk menjaga Alia "
" Iya. Aku sungguh lupa." Ucap Devian.
__ADS_1
" Kalau begitu pergilah sekarang." Ucap Edmund.
" Tidak. Aku tidak bisa."
" Ya. kau bisa. Kau harus pergi."
" Wo wo wo. Tenang men. Sebenarnya ada apa ini?. Apa kalian sedang bekerja?. Kenapa aku merasa jika kalian seakan-akan bergantian ingin menjagaku. Menjaga ku dari apa?" Tanya Alia yang menengahi perdebatan dari keduanya.
Edmund dan Devian terdiam sambil sesekali mereka berpandangan dan meluncur tatapan sinis
Membuat Alia semakin curiga jika memang tadi malam telah terjadi sesuatu yang melibatkan dirinya.
" Edmund, Devian Kenapa kalian diam?. Apa diantara kalian ada yang mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi semalam?"
" Semalam tidak terjadi apa-apa." Ucap Devian.
" Semalam hanya terjadi pertempuran." Ucap Edmund dengan waktu yang bersamaan saat Devian menjawab bahwa semalam tidak terjadi apa-apa.
Sekali lagi Edmund dan Devian kembali saling berpandangan karena jawaban mereka tidaklah sama.
" Jadi sebenarnya apa yang terjadi tadi malam."
Edmund dan Devian kembali terdiam.
" Baiklah jika tidak ada di antara kalian yang ingin mengatakan apa yang sebenarnya terjadi tadi malam maka aku putuskan akan keluar jalan-jalan dari rumah ini."
" Jangan." Ucap Edmund dan Devian secara bersamaan. Membuat Alia tersenyum geli karena mereka terus saja mengatakan hal secara bersamaan.
Edmund dan Devian akhirnya mengalah. Mereka menceritakan dari awal mula Devian ditangkap hingga berhasil selamat.
Devian juga menceritakan apa yang dia dengar dari rencana jahat Gabriel lalu mendatangi Edmund.
Mereka kemudian memutuskan untuk bekerjasama demi tetap membuat Alia aman. Ketika pertempuran hampir dimenangkan oleh pihak Edmund dan juga Devian. Gabriel menggunakan kekuatannya untuk memanggil para roh dan juga Zombie.
Disaat genting seperti itu tiba-tiba Valkyrie Light kembali muncul dan lagi lagi menyelamatkan semua orang serta membasmi seluruh roh dan juga Zombie.
Dan sejak saat Edmund dan Devian sepakat untuk menjaga Alia.
" Jadi saat siang hari Edmund lah yang akan menjagaku dan malam hari Devian yang akan menjagaku?" Tanya Alia.
Edmund dan Devian mengangguk.
" Hmm, tapi apakah mungkin pasukan vampir akan kembali dalam siang hari?"
" Mungkin saja, karena dia adalah vampire Origin yang terkuat." Ucap Devian
" Tapi aku tidak yakin jika Gabriel akan kembali dalam waktu dekat. Karena aku melihat dia terluka parah karena terkena kibasan pedang yang diarahkan oleh Valkyrie Light." Ucap Edmund yang saat itu melihat bahwa tanah yang menutupi Gabriel terbang dan Gabriel terhempas jauh.
" Jadi??" Alia menggantung kata-katanya dan menatap Edmund serta Devian secara bergantian.
__ADS_1
" Jadi untuk sementara kau akan aman berada di dalam rumah sambil terus belajar bagaimana cara membunuh vampir. Dan aku juga minta agar kau menekuni ilmu ketenangan. Karena itu akan dapat membantumu menuju sesuatu tidak terduga." Ucap Edmund yang secara tersirat menyampaikan kepada Aliya bahwa dia harus siap akan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa mendatang.
" Hmm, entahlah kenapa aku merasa semua ini terjadi karena diriku." Ucap Alia.
" Bukan terjadi karena dirimu tapi ini memang yang akan terjadi." Ucap Devian.
" Apa maksudmu jika hal ini memang akan terjadi?" Tanya Edmund.
" Alice pernah mendapat gambaran tentang masa dimana akan terjadi pertempuran besar yang melibatkan pasukan vampir, pemburu vampir dan Valkyrie Light."
" Hmm, Kenapa selalu ada Valkyrie Light di setiap cerita yang terjadi belakangan ini." Tanya Alia.
" Karena Valkyrie Light adalah kesatria yang akan membantu pemburu vampir untuk memusnahkan monster serta makhluk lain di dunia ini.," Ucap Edmund sambil melirik tajam ke arah Devian.
" Kenapa kau menatapku seolah-olah kau juga ingin aku menjadi salah satu dari vampir yang musnah oleh Valkyrie Light?" Ketus Devian.
" Apa aku tidak bermaksud demikian mungkin kau saja yang terlalu sensitif."
" Ck, sudah mengaku saja aku dapat mendengar dengan jelas apa yang ada dipikiranmu bahwa kau ingin aku juga tewas di tangan Valkyrie Light. Jadi kau bisa dengan bebas mendapatkan hati Alya karena tidak ada lagi yang akan bersaing dengan mu." Terang Devian yang membuat Alia menjadi berbalik menatap tajam Edmund.
" Jadi apakah ini termasuk sebuah kompetensi untuk mendapatkan hatiku?"
" Tidak." Ucap Edmund.
" Iya." Ucap Devian.
lagi-lagi mereka menjawab pertanyaan dari Alia secara bersamaan. Alia menepuk dahinya sendiri, dia tidak menyangka jika akhirnya akan ada seseorang yang berkompetensi untuk mendapatkan hati nya.
" Alia, maksud kami adalah kami tidak berkompetensi untuk mendapatkan hatimu tapi kami berkompetensi untuk menjagamu agar selamat dan tidak terjangkau oleh Gabriel." Ucap Edmund.
" Tidak Alia, dia berbohong karena sesungguhnya dia begitu ingin mendapatkan hatimu dan menggantikan posisiku yang sudah berada jauh di dalam hatimu. Sudah mengaku saja." Ucapan Devian membuat hati Edmund terbakar.
Vampir sial. Gerutu Edmund.
" Aku mendengarnya." Ucap Devian begitu dia dapat mendengar apa yang ada di pikiran Edmund.
Edmund memandang Devian sambil mengelus kasar wajahnya karena dia lupa jika vampir yang berada di sebelahnya bisa mendengar pikiran dari seseorang.
...----------------...
......................
...****************...
......................
...----------------...
......................
__ADS_1
...****************...