Reincarnation Become Dungeon Master

Reincarnation Become Dungeon Master
Dungeon Master| Chapter 23. Persiapan Lelang


__ADS_3

...Chapter 23. Persiapan Lelang....


Saat ini aku masih rapat dengan Rama yang mana dia merupakan utusan dari Asosiasi Pedagang.


Sesaat memeriksa lokasi pelelangan kami pun kembali ke ruang pertemuan lalu, dia mengeluarkan gulungan kulit dan tinta bulu.


"Lalu, apa lagi yang ingin kamu pastikan?" ucap ku yang mengawali pembicaraan.


Rama tersenyum senang, "Untuk lokasi itu sangat memuaskan dan sekarang, bagaimana batasan produk?"


"Tidak ada batasan. Kalian bebas menjual apapun?"


"Apakah Tuan Nolan yakin? Bagaimana jika ada penjual yang menawarkan budak mereka untuk dilelang?" ucap Rama.


Mendengar itu, aku sempat tersadar. Ini adalah dunia lain yang mana seorang budak bukanlah hal yang asing. Bahkan, aku menawarkan seorang wanita muda untuk dijadikan budak ku.


Tapi, aku tidak mau menjadi orang yang naif dan aku juga bukanlah orang suci. Monster tetaplah monster itu tidak akan merubah kenyataan dan selama seorang budak menguntungkan ku dan Dungeon maka, aku tidak peduli benar dan salah nya.


"Iya, tidak masalah."


"Oke, aku mengerti." Rama menulis keputusan ku di gulungan kulit dan melanjutkan pertanyaan berikut nya. "Bagaimana dengan pembatasan pembeli nya?"


"Pembatasan pembeli? apa maksudnya?" batin ku.


Lalu, Petapa Agung menjelaskan kepadaku.


Ding!


[Jawab. Dalam pelelangan ada beberapa jenis ada jenis pelelangan kelas tinggi yang mana dihadiri oleh keluarga Raja, bangsawan dan pengusaha besar. Lalu, pelelangan kelas rendah yang mana dikhususkan untuk para petani, pekerja dan pedagang kecil dan Pelelangan bebas yang mana tidak dibatasi oleh gelar dan ras.]


"Begitu, terima kasih penjelasan nya," jawab batin ku. Lalu, aku pun memutuskan nya.


"Aku ingin mengadakan Pelelangan kelas tinggi!"


"Baik, aku mengerti," jawab Rama.


"Setelah itu?"

__ADS_1


"Produk apa yang anda ingin tawarkan?" sambung tanya Rama.


Jika dikatakan produk, aku memiliki banyak dari hadiah misi yang malas untuk ku gunakan dan hanya disimpan di menu Penyimpanan.


Sesaat kemudian, terpikir lah satu barang yang mungkin para manusia senang tapi tidak berguna untuk monster karena tidak ada nya efek buff atau pembantu.


Dan, aku pikir barang ini hanya untuk hiasan saja. Setelah itu, aku pun mengeluarkan sebuah berlian yang memiliki 7 warna.


"Bagaimana dengan ini?"


"Boleh kah saya lihat?" pinta Rama.


"Silahkan!"


Aku pun memberikan berlian tujuh warna itu dan memeriksa. Lalu, dia pun terkejut saat melihat nya.


"Ini berlian yang sangat langka dan aku yakin bangsawan wanita saling berebut untuk mendapatkan nya. Apakah anda memiliki lebih berlian ini?" ucap Rama.


Mendengar itu, aku tertawa didalam hati lantaran keanehan pemikiran manusia. Barang yang tidak berguna seperti itu menjadi rebutan.


"Aku memiliki tiga," ucapku seraya memberikan dua berlian tujuh warna kepada Rama.


"Baiklah, saya akan menjual ketiga nya. Lalu, apakah ada barang yang lain?"


Selain berlian tujuh warna, aku memberikan pistol Revolver dilengkapi dengan pelurunya, Cincin pemulihan dan Durian.


Awalnya, Rama enggan menerima buah ditaruh di barang lelang namun, saat mencoba Durian itu. Dia pun langsung menyetujui nya.


Lalu, kembali ke pertanyaan berikut nya.


"Bagaimana dengan waktu pelaksanaan nya?" tanya Rama.


"Siang hari saja agar mereka bisa pulang sore harinya."


"Baik, saya mengerti," jawab Rama.


"Apakah ada lagi?"

__ADS_1


"Sudah tidak ada. Terimakasih atas kerja sama," ucap Rama yang beranjak dari kursi dan membungkukkan badannya.


"Terimakasih juga sudah datang. Aku tunggu kehadiran nya."


"Baik, Tuan Nolan."


Aku yang penasaran dengan informasi rahasia dari Rama maka dari itu, aku mengunakan skill unik ku.


"Absolute Charm."


Sesaat kemudian, kedua mata Rama dan Keisha muncul simbol sihir.


"Rama, apa misi mu sebenarnya?"


"Saya bertugas untuk melihat apakah Dungeon Master bisa bekerja sama untuk meminjamkan Dungeon nya untuk beberapa Pelelangan dan transaksi gelap kedepannya," jawab datar Rama.


"Perintah itu dari siapa?"


"Ketua organisasi gelap Laba-laba delapan kaki," jawab datar Rama.


Mendengar itu, aku tersenyum senang lantaran jika aku terlibat dalam organisasi gelap maka ada kemungkinan aku akan mendapatkan keuntungan lebih.


"Siapa ketua Organisasi gelap?"


"Ketua Pablo Picasso," jawab datar Rama.


Mendengar itu, aku teringat akan sosok yang mengutus Keisha dan menurutku, dia merupakan orang yang sama.


Seusai mendapatkan informasi itu, aku pun meniadakan skill ku dan kesadaran mereka kembali.


Setelah pendataan selesai, Aku mempersilahkan Rama untuk makan terlebih dahulu dan dia pun dengan senang hati menerima nya. Sesudahnya, barulah dia pergi meninggalkan Dungeon.


Saat itu, aku pun tersadar bahwasanya seseorang yang ku hadapi bukanlah orang yang bodoh melainkan orang yang licik dan penuh perhitungan.


Aku pun harus berhati-hati dan tidak boleh meremehkan nya.


..._____...

__ADS_1


__ADS_2