Reincarnation Become Dungeon Master

Reincarnation Become Dungeon Master
The Hidden Wars | Chapter 67. Dungeon Kabut. Lantai Satu, Hutan Kuno


__ADS_3

...Chapter 67. Dungeon Kabut. Lantai Satu, Hutan Kuno....


Setelah aku mengerjakan perkembangan unit ke tingkat maksimum. Kini, aku memulai pembuatan Dungeon Kabut.


Cara pembuatan Dungeon Kabut tidak jauh berbeda namun ada beberapa hal yang aku perhatikan.


Pertama, Dungeon Kabut tidak memiliki pintu langsung dan cara masuk ke dalam Dungeon kabut mengunakan elevator sihir.


Kedua, Dungeon Kabut memiliki penyusup yang berasal dari tempat dan waktu yang tidak diketahui.


Ketiga, Dungeon Kabut berlokasi di tempat yang tidak diketahui.


Dan terakhir, Dungeon Kabut tidak memiliki inti.


Itulah pemahaman ku tentang Dungeon Kabut.


Setelah itu, aku pergi ke lantai pertama untuk membuat Ruang lalu, menempatkan kamar Elevator disana.


Lalu, saat selesai. Aku turun mengunakan elevator itu dan tiba di ruang Elevator dengan empat pintu yang masuk tertutup.


"Mari kita mulai bekerja!"


Dan, aku pun memulai membuat koridor dengan perangkat koridor kayu dan sebuah ruangan yang sangat besar dan aku menempatkan ruang Hutan Kuno.


Dengan ini terciptalah, Lantai Kabut 1- Lost Forest.


Keesokan harinya, aku bersama Callista memeriksa Lantai Kabut satu dan muncul beberapa monster seperti monster kelawar besar meski begitu, Callista yang memiliki kecepatan tinggi dan dia dengan mudah mengalahkan para monster.


Kelawar besar yang sudah mati itu pun menjadi gelembung dan memunculkan sayap dan taring.


Melihat itu, aku jadi sedikit terheran dan merasa seperti bermain game saja.


"Master, bolehkah saya mengambil semua barang ini?" tanya Callista.


"Iya, ambil saja."


"Baik," jawab Callista dan dia pun mengambil barang yang dimunculkan oleh monster yang dikalahkan nya.


Perjalanan ku sampai di ruang kamar, Hutan tersesat akan tetapi, pintu tidak terbuka dan aku pun tidak bisa masuk.


"Alesya, kenapa aku tidak bisa masuk?"


[Master, Ruangan ini digunakan untuk memancing Boss lantai Dungeon Kuno.]


"Begitu. Jadi, aku harus menunggu sampai bos lantai itu datang."


[Iya, seperti itu lah, Master.]

__ADS_1


Aku yang malas menunggu sontak melihat kearah Callista.


"Callista!"


"Iya, Master!" jawab Callista seraya menundukkan kepalanya.


"Periksa dan habisi semua monster di Dungeon kabut ini setiap hari secara bergantian dengan Pleiades lainnya!"


"Baik, Master. Saya mengerti," jawab Callista.


Setelah membuat lantai pertama Dungeon kabut. Aku kembali ke Dungeon Ace dan pergi ke lantai sembilan Perpustakaan Zero untuk mencari Informasi bos lantai.


Dan, setibanya disana Ordinal menyambut ku.


"Master!" sapa Ordinal.


"Ordinal, aku ingin mencari informasi tentang kemungkinan bos di lantai hutan."


Lalu, suara Alesya menjawabnya. "Master, coba cari tentang monster Chimera!"


Saat mendengar suara itu, aku sontak menoleh kearah sumber suara dan terlihat Alesya sedang membaca buku dengan rebahan di atas sofa panjang.


Memang sejak ada nya Perpustakaan Zero, Alesya lebih sering menghabiskan waktunya di perpustakaan baik membaca buku terkadang juga aku melihat dia sedang menulis sebuah kisah.


Aku pikir jika dia hidup di dunia bumi mungkin dia sudah menjadi novelis terkenal.


"Maksudnya monster gabungan?"


Aleysa yang sedang rebahan dengan tangan kanan memegang buku yang dibaca nya sedang tangan kiri nya luruskan lalu, ada beberapa buku yang terbang menghampiri tangan dan menabrak badan ku.


"Baca beberapa buku itu mungkin master akan mengerti tentang Chimera." Lalu, Alesya melihat kearah ku. "Aku pikir juga Master akan bisa menciptakan nya."


Dalam ucapan Alesya, aku pikir dia hanya meledekku saja.


"Hahaha... aku bisa membuat Chimera. Sesuatu yang mustahil."


Alesya yang sudah kembali melihat buku, dia tersenyum.


"Master, di dunia ini tidak ada kata mustahil," ucap Alesya.


Aku pun menjawab sambil mengambil buku. "Iya, ya."


Seusai itu, aku pun membaca beberapa buku yang di rekomendasikan oleh Alesya di Perpustakaan ditemani oleh Callista yang selalu memberikan ku teh dan beberapa kue hingga beberapa jam ku lalui menjadi tidak terasa.


Sampai akhirnya, Alesya memberitahu sesuatu.


[Master, monster tingkat tinggi terdeteksi di Lantai satu dungeon Kabut - ruang Hutan.]

__ADS_1


Aku yang mendengar itu sontak memanggil Miku.


"Miku! Goblina!"


Sesaat kemudian, Miku sudah berada dihadapan ku berlutut satu kaki serta Goblina yang juga bersikap sama di belakang Miku.


"Iya, Master," jawab serempak Miku dan Goblina


"Bunuh lantai Boss di hutan lantai satu dungeon kabut! Dan, jika Chimera bawa jasad nya kepadaku dalam kondisi utuh!" Lalu, aku beralih melihat Goblina. "Goblina, Bantu Miku!"


"Baik, Master!" jawab Miku juga Goblina dan mereka pun sontak menghilang.


Setelah itu, aku membuka layar kamera pengawas dan melihat nya.


"Baiklah, sekarang. Mari kita lihat pertarungan mereka."


Dilayar terlihat, Miku dan Goblina masuk ke ruang hutan lalu, kedatangan nya ada yang menyambutnya.


"Groarrrrr!"


Lalu, terlihat sosok singa berekor ular dan memiliki sayap seperti kelawar.


Melihat sosok itu, Miku dan Goblina tersenyum.


"Goblina, awasi penganggu disekitar!" seru Miku.


Goblina menundukkan kepalanya, "Baik, Nona Miku!"


Setelah itu, Miku dengan gerakan yang sangat cepat tiba di dekat Chimera lalu, dia dalam sekejap mencekiknya hingga melubangi sedikit tubuh Chimera.


Lalu, Miku mengeluarkan serangan listrik nya hingga membuat Chimera kejang-kejang dan mati.


Setelah itu, Miku menjatuhkan nya dan berjalan ke arah pintu keluar lalu saat melewati Goblina. Miku memberikan perintah nya, "Goblina, bawa dia ke Master!"


Goblina menundukkan kepalanya, "Baik, Nona Miku!"


Sesudah itu, Miku menghilang. Sedangkan, Goblina yang ingin membawa Chimera namun, saat dia membawa nya tiba-tiba Chimera itu berubah menjadi gelembung dan memunculkan kristal merah yang besar.


"Eh? kenapa ini?!" ucap bingung Goblina lalu, dia pun memberanikan diri untuk menjelaskan semua lalu, mengambil kristal besar dan kembali menghadap ku.


Saat Goblina menghadap ku, dia menjelaskan semua nya dan meminta maaf.


Aku pun memaafkan nya. Sebenarnya, ini kesalahan ku yang lupa kalau monster Dungeon Kuno tidak bisa di ambil hanya memunculkan inti monster.


Setelah menjelaskan semua nya, Goblina memberikan ku kristal merah besar yang mana itu merupakan inti dari Monster Chimera.


Yang mana kristal itu bisa ku gunakan untuk menciptakan Chimera lagi.

__ADS_1


__ADS_2