
...Chapter 45. Menolak Diplomasi dan permintaan aneh....
Saat ini aku sedang bernegosiasi dengan perwakilan Raja Iblis yang ingin merekrut ku untuk bergabung dengan pasukan Iblis.
"Lalu, apa yang ingin kamu negosiasi kan?"
"Kami datang kesini untuk meminta anda bergabung dengan pasukan raja Iblis. Apakah Tuan Dungeon bersedia?" ucap manusia Serigala.
"Aku belum lama menjadi Dungeon Master, kenapa Raja Iblis menginginkan aku bergabung?"
"Empat belas hari dari sekarang. Kami akan berperang melawan kerajaan Manusia. Oleh Sebab itu, kami membutuhkan kekuatan tentara yang besar dan itu berasal dari Dungeon. Beberapa Dungeon sudah bergabung dengan kami. Maka dari itu, pinjamkan kekuatan mu Maka Raja Iblis akan menganugerahkan karunia kepada mu," jawab Manusia Serigala.
Mendengar itu, aku tersenyum sendiri dan berpura-pura ikut pembicaraan nya.
"14 hari?!"
"Benar, dalam waktu itu. Kami harus merekrut banyak sekutu untuk melawan Manusia," jawab Manusia Serigala.
"Lalu, apa peran ku?"
"Aku ingin anda mengirim kan pasukan untuk bersiap di hutan dekat istana Kerajaan Bellanova dan menyerangnya!"
Mendengar itu, aku tersenyum sendiri.
"Menyerang kata mu? apa untungnya?"
"Sudah ku katakan sebelumnya, kamu akan mendapatkan karunia dari raja iblis!" jawab manusia serigala yang memulai meninggi.
__ADS_1
"Karunia?" Aku melihat kearah Luminox dan tersenyum kepada nya, "Aku sudah mendapatkan lebih dari karunia. Jadi, aku tidak butuh dan menolak anda, Maaf!"
Luminox yang menyadari dengan tatapan ku, dia melihat ku juga dan tersenyum.
Mendengar jawaban ku itu, manusia serigala sontak kesal dan beranjak diri dari kursi.
"Berani nya kamu meremehkan Raja Iblis!" ucap manusia serigala yang mengeluarkan aura pembunuh nya dan cakar nya mengeras dengan urat yang terlihat di tangan nya.
Lalu, tanpa membuang waktu manusia serigala itu melompat kearah ku dengan mengayunkan cakarnya.
Melihat itu, Luminox sontak menoleh kearah manusia serigala dan khawatir sontak kesal.
"Apa yang kamu lakukan?!" ucap Luminox yang sontak melesatkan tendangan kearah Manusia serigala dengan cepat bahkan Miku yang ingin menahan nya kalah cepat.
Manusia serigala pun terpental dan menabrak dinding hingga dia muntah darah dan jatuh.
Aku yang melihat itu hanya memberikan senyuman remeh.
"Sekarang, apa yang kamu akan lakukan? Menjadi budak ku atau mati?!"
"Aku lebih memilih mati dari pada harus menjadi budak dari seorang boneka," ucap manusia serigala dengan senyuman remeh.
"Baik, aku akan kabulkan! Miku, bunuh dia!"
"Dimengerti!" jawab Miku dan dia pun sontak melompat dan menendang kepala manusia serigala dengan keras hingga dia terpental dan kepalanya terpenggal.
"Dengan ini urusan selesai. Sekarang, waktunya memberikan pesan kepada calon raja iblis kita!"
__ADS_1
Setelah itu, aku pun menyerahkan kepala serigala kepada adik nya dan dia pun menangis sesudah itu, aku menyuruh nya membawa kepala itu kepada Calon Raja Iblis dengan kondisi nya yang tidak memiliki tangan.
Adik Manusia Serigala pun mau tidak mau menuruti perintah ku dan ku biarkan dia meninggalkan Dungeon.
Dengan ini permasalahan usai. Selanjutnya, tinggal aku menjawab proposal Lino.
Keesokan paginya, seusai Lino dan Flare makan, membasuh diri dan berganti pakaian. Mereka menghadap ku di ruang pertemuan.
"Bagaimana, Tuan Nolan? Apakah anda sudah memutuskan?" ucap Lino.
"Aku menolaknya."
Mendengar jawaban ku, Lino melipatkan wajah dan menundukkan kepala. "Aku bisa mengerti."
"Dan, aku tidak ingin diplomasi dengan siapapun terutama calon raja iblis. Jadi, kamu tidak perlu cemas Lino!"
Lino pun sontak melihat ku dan mengangguk kepalanya. "Aku mengerti."
Disaat Lino mengatakan itu, Flare sontak memotong dengan beranjak dari kursi dan mengutarakan permintaan nya.
"Tuan Nolan, aku mohon bunuh calon raja Iblis! Sebagai bayaran nya, aku serahkan tubuh ini kepada mu!"
Lino yang mendengar itu hanya menundukkan kepalanya.
Dan, lagi-lagi aku mendengar permintaan yang aneh-aneh lagi penawaran tubuh seorang gadis remaja. Ini mungkin rumor tentang Dungeon Master seorang msum belum hilang dan hal itu membuatku menghela nafas panjang.
...___...
__ADS_1