
...Chapter 38. Kedatangan seorang Calon Pahlawan....
Berdasarkan informasi para senior bahwa Raja Iblis sedang mengadakan kompetesi pewaris tahta juga sedang mengumpulkan pasukan.
Aku pun memutuskan untuk membuat pasukan unit baru diantaranya unit baru berjenis Homunculus.
Sebuah Boneka sihir yang memiliki kemiripan dengan manusia sebesar 90 persen dan mengunakan bahan Biological hingga memiliki daging seperti manusia berbeda hal nya dari Automata ataupun Boneka pria dan wanita yang mengunakan logam atau kayu.
Dan, aku pun membuat sekitar 500 Homunculus yang terdiri dari lantai Factory.
Selain itu, aku juga membuat 100 Drone penyihir, 50 Boneka Shinobi dan 150 Boneka pria dalam kondisi Standar By.
Peperangan Manusia dengan Raja Iblis membuat ku mengabaikan Luminox beberapa hari ini. Meski begitu, aku juga harus lebih memprioritaskan pekerjaan dibandingkan urusan percintaan.
Aku harap Luminox mengerti.
Disaat mendapatkan waktu santai kembali dan ingin menemui Luminox.
Alesya memberitahu sesuatu.
[Master, Penyusup telah datang.]
Sesaat kemudian, layar pun muncul secara otomatis yang dimana terlihat seorang pemuda berambut hitam sedang di kejar oleh Goblin dan setiba nya di Goa, dia pun bertarung dengan sekuat tenaga.
Namun, pemuda itu kalah bertarung dengan Goblin. Lalu, dia pun mengumpat diri nya sendiri.
"Bedebah! Kenapa aku harus melewati ini semua? Sial!" teriak pemuda berambut hitam.
Lalu, pemuda berambut hitam itu pun menangis. "Huaaa ... kenapa aku harus dikirim ke dunia lain? tanpa ada kekuatan apapun! Kenapa?!"
Mendengar itu, aku menjadi tertarik kepada nya. "Dikirim ke dunia lain? Apakah dia Reinkarnator?"
[Terlihat dari status dan kondisi fisik itu membuktikan pemuda itu adalah Reinkarnator.]
Aku yang mendengar itu sontak melihat statusnya yang mana dia bernama Satoru Honda, berumur 17 tahun, Ras manusia.
__ADS_1
Saat para Goblin melihat Satoru menangis, mereka pun tertawa dan berbincang.
"Haha... lihatlah! petualang ini lemah sekali."
"Bukan dia yang lemah tapi kita yang kuat oleh didikan guru Nier."
"Hahaha... benar juga."
Melihat itu, aku tersenyum sendiri yang ternyata Goblin yang pemuda itu hadapi adalah Goblin Dungeon Ace yang sedang berburu menangkap hewan liar.
Pantas saja dia kalah.
Aku pun kembali melihat pemuda berambut hitam itu.
"Alesya, apa pendapatmu jika aku melatihnya?"
[Menurut saya, tidak ada ruginya untuk melatih seorang Reinkarnator lebih dari itu, Master bisa meningkatkan reputasi Anda di luar Dungeon atau anda bisa melatihnya menjadi pahlawan untuk mengalahkan pahlawan lain ataupun Raja Iblis.]
"Oh, itu ide yang cemerlang."
Setelah aku memutuskan untuk merekrut nya. Lalu, aku telepati kepada Callista.
"Jemput pemuda berambut hitam itu dan antar dia ke ruang tamu dan berikan makanan!"
"Baik, Master," jawab Callista.
Setelah memerintahkan itu, pandangan ku kembali kepada layar yang mana Callista berteleportasi tepat di depan pemuda hingga dia terkejut.
"Siapa kamu?" ucap pemuda rambut hitam seraya menghentikan tangis nya dan mengusapnya.
Lalu, Callista menoleh kearah pemuda rambut hitam. "Hei, pemuda kamu baik-baik saja?"
Pemuda itu mengangguk kepalanya
Setelah melihat respon Pemuda rambut hitam, Callista melihat kearah beberapa Goblin dihadapan nya.
__ADS_1
Para Goblin yang melihat Callista, mereka membungkukkan badan nya. "Ketua Callista!"
Pemuda itu terkejut melihat sikap hormat para goblin kepada wanita cantik yang ada dihadapan nya.
"Berhenti menjahili nya dan kembali lah pulang!" seru Callista.
"Baik, ketua," jawab serempak para Goblin. Lalu, mereka pun membuka gerbang dan pergi ke lantai tiga.
Setelah itu, Callista melihat kearah Pemuda.
"Aku diutus oleh Master untuk menjemput anda dan mengantarkan anda!" ucap Callista.
"Aku?" ucap pemuda seraya menunjuk kearah diri nya sendiri.
"Berdiri dan ikut lah dengan ku!" seru Callista lalu, dia pun mulai melangkah.
Pemuda itu sontak bangkit berdiri, menyarungkan pedang dan mengikuti Callista.
Dan, sampai lah mereka di Mansion lantai pertama yang mana membuat nya terkagum-kagum.
"Wuahh ... jadi ini kah bangunan abad pertengahan!" ucap pemuda seraya melihat sekeliling.
"Kamu cepat! Master, sudah menunggu!" seru dingin Callista.
Pemuda itu sontak menghentikan lamunan dan melanjutkan langkahnya.
Aku yang melihat itu sontak menutup layar dan pergi ke ruang pertemuan yang ada di mansion lantai pertama bersama Miku.
Setibanya disana, Callista dan pemuda itu sontak masuk ke ruangan. Lalu, aku pun menyambut nya.
"Pemuda selamat datang di Dungeon Ace! sang pemuda. Aku Nolan Cahya, pemilik dari Dungeon ini. Salam kenal!"
Pemuda itu sontak tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Iya. Salam kenal juga Aku Satoru Honda!"
__ADS_1
Lalu, aku dan Satoru pun saling bertukar senyum.
..._____...