Reincarnation Become Dungeon Master

Reincarnation Become Dungeon Master
The Hidden Wars | Chapter 81. Dungeon api kuno.


__ADS_3

...Chapter 81. Dungeon api kuno....


Buku Dungeon Kabut halaman ketiga telah terbuka yang mana berisikan lantai api beserta perangkat nya.


Maka dari itu, aku memutuskan untuk membuat lantai element pertama ku yang berlokasi kan di lantai tiga Dungeon Kabut.


Setibanya disana, aku pun mendesain bentuk koridor dengan perangkat gunung berapi lalu, aku membuat ruang cukup besar dengan empat pintu Koridor dan menempatkan perangkat Element Core yang kudapatkan dari Esther guna untuk membuka portal Dungeon Kuil Kuno.


Cara untuk memancing portal, aku harus membuat tema Dungeon dengan tema api dan aku juga membuat kolam lahar untuk memancing penjaga lantai tiga.


Seusai membuat sempurna lantai tiga Dungeon api. Aku hanya tinggal menunggu portal dan penjaga lantai dengan santai.


Ditengah menunggu tidak mungkin aku berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa. Maka dari itu, kali ini aku mencoba untuk membuat komik dan Novel Ringan yang pernah ku baca di kehidupan sebelumnya.


Pembuatan itu pun diterima positif oleh semua unit dan warga Desa Meiya sebagai penghiburan mereka.


Dan, yang paling bersemangat membaca komik dan Novel adalah Alesya.


Memang pantas, sosok Alesya dikenal sebagai Dewi kebijaksanaan Athena karena kecintaan nya terhadap ilmu pengetahuan.


Tidak hanya Alesya, Luminox, Flare dan Keisha juga suka membaca novel dan komik terutama gendre Romantis meski aku tidak memiliki begitu banyak gendre seperti itu.


Andai saja ada Smartphone dan internet mungkin bisa membuat lebih banyak novel tercetak.


Setelah melakukan semua itu, Alesya pun memberitahu sesuatu melalui Telepati.

__ADS_1


[Master, portal kuil api kuno telah terbuka.]


"Akhir nya!"


Setelah mengetahui itu, aku pun bergegas pergi ke sana dengan pengawalan Callista dan Muru.


Dalam hal ini, aku harus bertemu sendiri dan tidak boleh mengandalkan orang lain untuk bertemu penguasa kuil kuno karena ini bersifat negosiasi dan pencarian informasi.


Sebelum aku tiba disana, para pasukan unit yang terdiri dari boneka, Drone dan Automata telah berhasil membersihkan Dungeon dari beberapa monster yang datang dan setibanya disana, aku tidak harus susah-susah untuk membasmi para monster.


Lalu, aku pun tiba di ruang element yang mana di tengah ruangan itu terlihat ada lingkaran simbol sihir yang memiliki cahaya merah terang.


"Alesya, Itu kah portal nya?"


[Benar, master. Itu adalah portal menuju Dungeon kuno. Berhati-hatilah, Monster penjaga disana sangat kuat!]


Lalu, aku menoleh kearah belakang yang mana terlihat Callista dan Muru.


"Callista, Muru! Dibalik portal ini monster penjaga sangat kuat jadi bersiaplah!"


"Baik, Master!" jawab serempak Muru dan Callista.


Setelah itu, aku, Muru dan Callista masuk kedalam lingkaran simbol sihir dan berteleportasi.


Lalu, kami pun tiba di sebuah Dungeon yang dipenuhi oleh aliran magma. Meski begitu, aku tidak merasakan hawa panas sedikit pun dan aku juga melihat Callista dan Muru namun, mereka juga terlihat nyaman saja dan tidak kepanasan.

__ADS_1


Apakah ini karena kekuatan kami yang kuat ataukah lantai ini memang aneh?


Aku pun melanjutkan perjalanan menelusuri kuil api kuno dan dihadang oleh beberapa monster api meski begitu Callista dan Muru mengalahkan mereka dengan mudah.


Setelah menelusuri lebih dalam, kami pun tiba di ujung ruangan yang mana ada lubang di lubang dengan magma yang mengelilingi nya.


"Alesya, apakah disini tempat nya?"


[Iya, Master. Coba lah diajak berbicara!]


Seperti saran dari Alesya, aku pun mencoba membuka pembicaraan.


"Wahai penjaga Kuil Kuno, aku Nolan Cahya pemilik dari Dungeon Ace ingin bertemu dengan anda!"


Dan, penjaga Kuil kuno pun merespon nya.


"Sudah lama tidak ada tamu disini! Apa urusan mu sampai ingin bertemu dengan ku?" jawab penjaga Kuil Kuno.


"Aku ingin mencari informasi tentang Raja Iblis Kuno yang terkurung di Dungeon kabut ini."


"Sebelum, aku menjawab nya. Tunjukkan kepadaku kemampuan mu!" seru Penjaga kuil Kuno.


Seusai mengatakan itu asap tebal keluar dari lubang dan muncul dari bawah sosok monster besar yang tegap berjalan dengan dua kaki dan memiliki tanduk yang besar.


"Aku Ifrit. Menantang kamu untuk bertarung dengan ku!"

__ADS_1


Aku yang melihat dan mendengar itu hanya memberikan senyuman.


__ADS_2