
...Chapter 25. Pelelangan ...
Gelar seorang Primordial tidak lah bisa dianggap remeh. Ini terbukti saat dia kuangkat jadi kepala pelayan yang mana dia bekerja sangat bersih dan rapih tidak hanya itu saja.
Masakan yang dibuatnya jauh lebih lezat dibanding dengan Miku. Itulah perbedaan skill alami dan program.
Dan, hari pelelangan pun tiba.
Satu persatu tamu terus berdatangan dan aku memerintahkan Callista untuk mengantar para tamu ke aula pelelangan di Mansion satu.
Setibanya disana, para tamu yang terdiri dari bangsawan dan pengusaha terkagum-kagum.
Tidak lama kemudian, datang Gordo bersama Iris dengan beberapa petualang kelas A dan B. Jika aku hitung mereka ada sekitar 40 orang.
"Master, aku mendeteksi ada nya hawa pembunuh." Callista sontak melihat kearah para petualang. "Harusnya aku membunuh mereka semua!" ucap Callista seraya memegang pisau yang tersimpan di paha balik rok seragam pelayan nya.
"Callista, jangan melakukan itu! bersikaplah biasa!"
Aku merasa beruntung, Callista memiliki skill telepati hingga mampu berkomunikasi dengan ku.
"Dimengerti!" jawab Callista seraya melepaskan tangan dari paha nya dan kembali ekspresinya dengan ramah. Lalu, mempersiapkan mereka untuk masuk.
Beberapa saat kemudian, semua tamu hadir yang mana Aula pelelangan sudah terisi 20 bangsawan, 15 pedagang besar, 65 penjaga mereka dan kelompok Iris 40 orang dengan ini 140 orang hadir di aula pelelangan.
Dan, untuk penjagaan nya aku sudah menempatkan Neo dan 20 boneka Shinobi didalam bayangan aula pelelangan dan Miku di sisi pintu masuk yang mana dia menyamar sebagai pelayan juga.
__ADS_1
Semua berjalan dengan aman dan tidak ada masalah. Aku harap memang tidak ada karena hal itu sangat merepotkan.
Setelah semua nya hadir, aku pun merapihkan diri dan bergabung dengan mereka.
Dan, acara pun di mulai yang mana semua tamu nya mengenakan topeng dan salah satu pria berbadan tinggi maju kedepan dengan mengenakan topeng burung dan dia memulai acaranya.
"Selamat datang para hadirin sekalian di acara pelelangan ini! Kami ucapkan terimakasih kepada Asosiasi Pedagang yang telah mengadakan acara ini, Asosiasi Petualang dan penyihir yang telah bersedia menjaga acara pada hari ini. Khusus nya kepada Tuan Nolan, selaku pemilik tempat yang luar biasa ini. Terimakasih. Baiklah, dengan ini acara pelelangan di mulai!" ucap pria yang mengenakan topeng burung.
Sesaat kemudian, wanita yang mengenakan pakaian seksi datang maju ke tengah panggung seraya membawa barang diatas nampan.
"Barang pertama ialah ...."
Satu persatu barang pun di lelang hingga barang pertama dari itu yaitu tiga berlian 7 warna.
"Mari kita mulai dengan harga 100.000 Vale!"
Lalu, saling adu tawar pun terjadi ...
"150.000!"
"200.000!"
"300.000!"
"500.000!"
__ADS_1
Semua peserta terdiam.
"Apakah ada penawaran lebih tinggi? ... Dan, berlian tujuh warna terjual 500.000," ucap pria yang mengenakan topeng burung seraya mengetuk palu.
Begitu juga barang lainnya yang mana dilakukan dengan proses yang sama.
Buah Durian yang ku taruh terjual 200.000 Vale.
Cincin Penyembuhan terjual 1,5 Juta Vale.
Setelah itu, pistol revolver yang dilengkapi dengan peluru terjadi persaingan sengit dalam merebutkan barang tersebut.
Berbagai penawaran terus di lontarkan sampai mencapai harga 5 juta Vale.
Setelah semua barang terjual, pelelangan pun usai dan peraturan lelang yang mengatakan bahwa 20 persen dari setiap barang yang terjual akan diberikan kepada Sponsor yang mana sponsor nya aku dan Asosiasi Pedagang.
Dalam komitmen ku dengan Rama, aku akan kebagian 50 persen dari biaya Sponsor itu yang mana jika ku hitung dari komisi dan penjualan barang. Aku mendapatkan
23.570.000 Vale.
Dengan ini, aku menjadi kaya raya mendadak dalam semalam.
Selain itu, aku bersyukur pelelangan berakhir tanpa ada nya masalah.
...____...
__ADS_1