
...Chapter 62. Penyusup Ghoul....
Kehidupan damai tanpa ada pertarungan dan perselisihan adalah harapan hidup Dungeon ini maka dari itu, aku membuat desa Luar disertai dengan benteng pertahanan nya.
Sedangkan, penghasilan Dungeon poin tidak harus dari penyusupan. Para warga desa dalam yang keluar lalu, masuk kembali itu menambahkan poin ku.
Dan, cara mendapatkan poin curang pun kudapatkan lagi lepas dari cincin Absolute Mana.
Selain itu, jubah hitam Absolute Zero Cloak dirubah oleh Luminox menjadi jas bukan lagi jubah.
Wuahh ... beruntung diriku.
Tapi tiba-tiba ada sesuatu yang merusak hari damai ku yang mana sudah lama Alesya tidak memberikan peringatan.
[Master, ada penyusup di lantai Lima, Desa Dalam Manusia.]
Mendengar itu, aku sontak terkejut. "Apa?! Bagaimana bisa? ... Tidak sekarang, bukan waktunya untuk bertanya. Alesya, tunjukkan kepada ku!"
Sesaat kemudian, layar kamera pengawas muncul dan menampilkan beberapa zombie yang keluar dari asap berwarna pelangi dan zombie itu sedang melawan Gobta, Goina dan Lazio.
Tidak hanya itu, mereka bertarung secara seimbang yang mana para Zombie mengunakan pedang untuk melawannya.
"Zombie? Kenapa dia bisa mengimbangi Gobta dan Goina yang memiliki level 80?"
[Master, monster itu bukanlah zombie. Melainkan, Ghoul yang mana Ghoul adalah makhluk dengan ras Undead dan kemampuan yang dimilikinya adalah kemampuan dirinya sebelum menjadi Ghoul.]
__ADS_1
"Yang berarti, mereka adalah para petualang kelas A keatas yang mati lalu, berubah menjadi Ghoul."
[Iya, seperti itulah master.]
Aku pun menghentikan percakapan ku dan kembali ke layar yang mana terlihat Lazio tumbang dan Ghoul ingin mengakhiri nya namun, digagalkan oleh Goina.
Terlihat dalam pertarungan itu, tiga dari tujuh Ghoul berhasil dikalahkan namun, empat lainnya membuat Gobta dan Goina kewalahan.
Melihat itu, aku pun memutuskan untuk memanggil unit terkuat ku, Nier.
"Nier, datang ke lantai Lima! Dan, habisi para Ghoul!"
"Baik, Master!" jawab Nier dalam telepati.
Terlihat di layar, Nier datang dalam sekejap dihadapan para Ghoul.
"Serahkan kepadaku!" ucap Dingin Nier.
"Baik, Master Nier!" jawab serempak Gobta, Goina dan Lazio.
Setelah itu, Nier mengeluarkan aura nya sehingga para Ghoul terfokus melihat kearah Nier. Begitu pun Nier, dia dengan tatapan tajam melihat kearah para Ghoul seraya merapalkan skillnya.
"Odin."
Seusai merapal itu, dalam sekejap Nier sudah ada di sisi belakang pada Ghoul dengan memegang belati di kedua tangan nya.
__ADS_1
Dan, disaat yang bersamaan tubuh keempat Ghoul terpotong-potong menjadi tujuh bagian dan skill penyembuhan nya tidak berfungsi hingga membuat nya pecah menjadi gelembung.
Semua orang yang ada disana terkagum-kagum melihat kemampuan Nier yang luar biasa termasuk aku sendiri.
"Wow ... dia bahkan monster sekuat itu dikalahkan dalam satu serangan. Sebenarnya, Ultimate Skill Odin itu apa, Alesya?"
[Ultimate Skill Odin merupakan skill meningkatkan untuk semua aspek dan bisa diatur sesuai keinginan pengguna dari dua kali lipat sampai seratus dua puluh delapan kali lipat.]
"Hohoho ... dengan skill itu Nier bisa menjadi monster paling kuat di dunia ini."
[Entahlah.]
Setelah Nier mengalahkan semua Ghoul dia pun sontak pergi meninggalkan Gobta dan lainnya.
Memang seperti itulah Nier, seusai dia menyelesaikan sesuatu. Dia bergegas pulang dan saat aku lihat di lantai Empat. Nier buru-buru kembali karena dia sedang bermain kartu bersama Miku.
Melihat itu, membuat ku menghela nafas panjang.
"Baiklah, sekarang waktu nya memeriksa keadaan disana."
Hal itu ku lakukan lantaran sesaat Ghoul itu terpecah menjadi gelembung, aku mendengar suara.
"Terimakasih, Dungeon Master."
Maka dari itu, aku pun menjadi penasaran.
__ADS_1
Sebenarnya, apa yang terjadi di Dungeon ku ini?