Reincarnation Become Dungeon Master

Reincarnation Become Dungeon Master
The Hidden Wars | Chapter 90. Twins Harpy


__ADS_3

...Chapter 90. Twins Harpy...


Setelah mendapatkan ruang besar pegunungan tandus dari Garuda, aku pun tidak membuang waktu untuk membuat nya di lantai lima Dungeon kabut.


Setelah membuat ruang besar dengan perangkat pegunungan tandus. Aku hanya tinggal menunggu lagi.


Dari masa kehidupan dahulu, aku sangat tidak menyukai yang nama menunggu dan tidak melakukan apapun namun, sekarang selama apapun menunggu aku akan menemukan aktifitas apalagi sekarang aku sudah berkeluarga dan memiliki istri tiga.


Jika, aku tambah mungkin akan lebih menyenangkan dan ramai.


Dalam masa menunggu, aku mendapatkan kabar dari Lazio bahwa keluarga Keisha dari panti asuhan telah tiba di desa Meiya.


Keisha pun saat mendengar nya sontak meminta izin ku untuk menemui mereka.


Hal itu tentu aku mengizinkan nya bahkan menugaskan Keisha untuk mengatur panti asuhan di desa Meiya baik bangunan, makanan dan kebutuhan lainnya.


Mendengar itu, Keisha dengan senang hati menerima nya dan sontak pergi keluar Dungeon menuju Desa Luar Meiya.


Dan, dari kamera pengawas aku terharu melihat reuni mereka dan bernafas lega. Satu masalah telah selesai.


Selain Aku ternyata Flare dan Luminox juga ikut terharu dan menitihkan air matanya.


"Tuan ku memang pria yang baik dan bijaksana," puji Luminox.


"Seperti nya, aku tidak salah memilih pasangan hidup ku," sambung Flare seraya mengusap Air mata nya dan tersenyum melihat ku.


Aku pun tersenyum, "Kalian terlalu memuji ku."


Mendengar jawaban ku, Flare dan Luminox saling bertukar senyum.


Beberapa saat kemudian, Alesya memberitahu sesuatu.


[Master, Twins Harpy telah datang.]

__ADS_1


"Tunjukkan kepada ku!"


Sesaat kemudian, muncul layar udara yang menunjukkan sosok tiga wanita Harpy yang mengenakan jubah emas dengan mereka memiliki tangan sayap dan kaki burung lalu, masing-masing memiliki bulu yang berbeda.



"Jadi, ini pertarungan udara kah. Apa saran mu, Alesya?"


[Master, ini lah salah satu dari kekurangan Dungeon anda belum memiliki pasukan udara jadi aku saran kan anda menggunakan Pteranodon dan Quetzalcoatlus Dinosaurus untuk mengecoh pergerakan udara mereka.]


"Jadi, begitu. Jika dia terkecoh di udara maka dari darat bisa menyerang nya lebih mudah."


Setelah membuat strategi itu, aku pun membawa tiga Pteranodon dan dua Quetzalcoatlus Dinosaurus. Lalu di darat, aku membawa Jacob dan Callista.


Setelah itu, kami pun pergi ke ruang pegunungan tandus.


Setibanya disana, Pteranodon dan Quetzalcoatlus tidak membuang waktu mereka sontak terbang dan menyerang ketiga Harpy lalu, petarung udara pun terjadi.


Meski Harpy memiliki sihir dan cakar yang kuat namun kemanapun penyembuhan dari para dinosaurus lebih cepat hingga membuat ketiga Harpy kerepotan.


"Baik, Master!" jawab Jacob.


Sesaat kemudian, Jacob menghilang dan dalam sekejap mata sudah berada di puncak gunung dan bersiap-siap untuk menyerang.


Lalu sesaat melihat lengah, Jacob sontak melompat dan melesatkan tendangan dengan kaki yang diselimuti oleh api.


"Skill tendangan. Fire Kick!"


Disaat Jacob melesatkan tendangan nya, salah satu Harpy terkena telak karena serangan kejutan Jacob dan membuat nya terpental hingga ke tanah gunung.


Jacob pun sontak mendarat dari udara.


Salah Harpy yang melihat serangan yang menimpa saudara nya hingga membuat nya lengah dan terkena serangan telak dari Quetzalcoatlus Dinosaurus dengan memakan Harpy tersebut.

__ADS_1


Dan, Harpy pun tersisa sendirian dan dia pun menjadi marah hingga mengeluarkan aura merah dengan mata nya menjadi merah.


Aku yang melihat itu merasa sesuatu yang merepotkan akan terjadi dan tepat seperti dugaan ku.


Harpy menjadi jauh lebih kuat hingga mampu menjatuhkan semua Pteranodon dan Quetzalcoatlus.


Meski, begitu Jacob masih bisa mengambil peluang untuk melakukan serangan balik dan mereka pun bertarung di udara meski hanya sebentar.


Jika, aku membiarkan nya maka Jacob juga akan kalah lalu, aku pun menoleh kearah Callista.


"Callista, Blade Wolf!"


"Iya, Master!" jawab Callista yang menundukkan kepalanya.


Dan, Blade Wolf pun juga keluar dari bayangan ku.


"Bantu, Jacob! Dan, selesaikan dengan cepat!"


"Baik, Master!" jawab Callista.


Sesaat kemudian, Callista memunculkan puluhan Pedang disekitar Harpy yang membuat nya terkejut. Meski, Harpy bisa menghindari nya namun, ada beberapa pedang yang selukainya.


Ditengah, Harpy menghindari serangan Callista. Blade Wolf melesat dua pisau disertai benang besi meskipun serangan itu bisa dihindari namun, Harpy itu sudah terlilit benang besi.


Lalu, Jacob pun melesatkan serangan cakar nya dan berhasil menebas leher Harpy lalu, dia pun terjatuh dan tidak bernyawa lagi.


Dan, petarung pun selesai.


Melihat ketiga Harpy itu, aku pun merasa iba.


"Sebenarnya mereka cantik sayang nya mereka tidak bisa menjadi unit ku."


Tidak lama kemudian, ketiga Harpy pun berubah menjadi gelembung kehidupan dan bersatu menjadi sebuah kunci warna hijau.

__ADS_1


Melihat itu, aku pun mengambil kunci dan kembali ke Dungeon Ace.


...____...


__ADS_2