
...Chapter 51. Negosiasi...
Saat ini aku sedang mengadakan pertemuan dengan Iris yang mana dia membawa pesan dari Aliansi untuk aku berpartisipasi dalam perang dengan gulungan kertas kulit berwarna emas diatas meja.
"Tuan Nolan, Surat ini adalah permintaan dari gabungan Asosiasi, Kerajaan Bellanova, Kerajaan Ilfana dan beberapa kerajaan kecil lain nya meminta anda untuk berpartisipasi dalam perang."
Mendengar itu, ini adalah kesempatan untuk aku menguras harta para manusia.
"Kenapa aku harus ikut permasalahan kalian? ini bukan urusan ku!"
"Maaf, Tuan Nolan! Apakah anda bercanda?" tanya Iris dengan suara menaik.
"Tentu saja, aku tidak bercanda."
"Apakah Tuan Nolan sudah membodohi ku?! Anda sudah menandatangani kontrak dengan kami?!" ucap keras Iris seraya mengebrak meja.
Aku tersenyum kecil dan menjawabnya, "Seperti nya Nona Iris salah paham. Aku menandatangani kontrak itu bukan menjadi bawahan Anda Manusia. Tapi, kerjasama dagang."
Iris yang mendengar ucapan ku, dia terlihat terpukul dan duduk kembali. Namun, dia tidak ingin kalah berpendapat.
"Tapi, jika anda tidak berpartisipasi dalam perang. Maka anda dan Dungeon anda akan dianggap musuh!" ucap Iris.
Aku tersenyum kecil, "Jadi, kamu mengancam ku? Aku sama sekali tidak takut."
Mendengar itu Iris sontak panik, "Bukan! Bukan! Bukan, seperti itu! Mana mungkin kami melawan Tuan Nolan yang mana anda dengan mudah nya memukul dan membunuh calon raja Iblis!"
Aku yang mendengar itu, menyilakan kaki dan pipi ku sandarkan di tangan ku.
"Ehhh ... jadi, kabar sudah mencapai kerajaan kalian. Sebenarnya, aku selalu ingin berhubungan baik dengan kalian tapi, jika kalian tidak ingin. Aku tidak bisa berbuat apa-apa."
Mendengar ucapan ku itu, Iris terpancing dengan taktik ku.
Iris pun sontak beranjak dari kursinya lalu, membungkukkan badannya.
"Maafkan saya karena tidak sopan dan menyalahkan hubungan kontrak ini," ucap Iris.
__ADS_1
Aku pun tersenyum, "Syukurlah, jika kamu mengerti. Nona Iris."
"Iya, maaf," sambung Iris dan dia pun duduk kembali di kursinya. "Dan, apa penawaran yang anda berikan agar berpartisipasi dalam perang?
Dan, aku berhasil menjebak nya. Lalu, aku utarakan penawaran ku.
"Aku ingin mendirikan Asosiasi Tentara bayaran."
"Apa?!" kaget Iris dan Flare.
"Asosiasi Tentara Bayaran?! Apa, Tuan Nolan bercanda?" ucap Iris.
"Aku tidak bercanda. Maka dari itu, kalian harus membayar pasukan ku untuk berpartisipasi dalam perang."
"Berapa harga per unit?" tanya Iris.
"Seratus ribu Vale per unit dan jika kamu membutuhkan pasukan yang banyak akan aku akan memberikan diskon."
"Seratus ribu Vale per unit kah? Berapa unit yang bisa Tuan Nolan berikan?"
Iris yang mendengar itu sontak terkejut, "Apa?! seribu unit level 60!"
"Jadi, bagaimana?"
Pembicaraan kami menjadi diam dan Iris terlihat sedang berpikir dengan matang.
Bagaimana tidak membuat nya tertarik? Karena unit ku memiliki kekuatan standar petualang kelas menengah bahkan yang mengawal Iris hanya memiliki level 40.
Ditengah Iris berpikir, Flare membuat keputusan.
"Tuan Nolan, kami akan membayar nya dengan hutan Meiya menjadi milik anda!" ucap Flare.
"Putri Flare, apa yang anda bicarakan?!" kaget Iris.
Aku tersenyum melihat reaksi Flare, bagaimana tidak sebuah hutan seluas lima ratus hektar yang mana hutan itu seluas hutan Amazon dan itu akan menjadi milik Dungeon Ace.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan memberikan 1000 unit yang mana setara dengan 100 Juta Vale. Bagaimana?"
"Baiklah, aku sebagai putri kerajaan Bellanova menyetujui nya," ucap Flare yang beranjak dari kursi nya dan memegang dadanya.
"Bagaimana dengan mu, Nona Iris?"
"Baiklah, jika Tuan putri menyetujui nya maka saya akan mempersiapkan kontrak nya!" jawab Iris.
Setelah kesepakatan dibuat Iris pergi meninggalkan Dungeon dan aku mengizinkan Flare untuk membantu Negosiasi.
Sesaat kemudian, aku pun mengantar mereka pergi.
"Terimakasih, Tuan Nolan telah mengizinkan saya membantu ayah dan anda," ucap Flare.
"Iya, berhati-hatilah dan ingat! kamu belum membayar hutangmu kepada ku!"
"Setelah perang usai, jiwa dan tubuh ku akan menjadi milik anda dan Dungeon ini," ucap Flare yang membungkukkan badannya.
Aku pun tersenyum dan mengangguk kepala.
Sesudah itu, Flare, Iris dan kelompok nya pergi meninggalkan Dungeon.
Setelah melihat jarak mereka yang sudah sedikit jauh dari Dungeon. Aku pun memanggil Neo.
"Neo!"
Dalam sekejap, Neo ada disamping ku dengan berlutut satu kaki.
"Iya, Master," jawab Neo.
"Ikuti dan awasi Flare juga Iris! aku tidak bisa percaya kepada mereka sepenuhnya!"
"Baik, Master," jawab Neo dan seusai itu, dia menghilang.
"Baiklah, aku jadi penasaran. Apa yang akan mereka lakukan wahai para manusia?" ucap ku dengan senyuman kecil.
__ADS_1
..._____...