
...Chapter 89. Kembali nya anak-anak panti asuhan....
Ini adalah kisah dari putri ku, Jeanne. Di keesokan hari nya Jeanne dan kelompok pergi ke lokasi panti asuhan. Lalu, setibanya disana Jeanne dan lainnya dikejutkan dengan pemandangan yang kurang menyenangkan yang mana halaman bangunan penuh rumput dan ilalang yang tinggi-tinggi.
Bangunan cukup besar namun, terlihat juga sangat kotor dan rusak serta beberapa tembok berlubang beserta beberapa genteng yang sudah terjatuh.
"Sungguh kejam nya!" ucap Yoon Ha seraya memegang mulutnya dan merasa iba melihat pemandangan di sekitar nya.
"Apakah ini tempat tinggal untuk manusia?" ucap Jeanne.
"Lebih baik, kita periksa dalam nya dahulu dan menemui anak-anak didalam," ucap Satoru.
"Apakah para anak-anak masih tinggal disini?" tanya Yoon Ha.
"Entahlah. Lebih baik kita periksa dahulu!" jawab Jeanne.
Setelah itu, mereka pun melangkah ke gedung.
Setibanya didekat pintu, Jeanne dan lainnya mendengar suara wanita.
"Tunggu sebentar!" seru suara gadis dan dari dalam gedung datang sosok wanita pendeta dan memiliki rambut panjang pirang.
Mendengar itu, langkah Jeanne dan kelompok nya terhenti. Lalu, sosok wanita itu bersujud dihadapan Jeanne.
"Saya mohon! Tolong jangan ambil panti asuhan ini dari anak-anak!" pinta wanita berambut pirang.
Melihat wanita itu, Jeanne dan lainnya saling bertukar pandang lalu, Jeanne pun membangunkan wanita berambut pirang tersebut.
"Bangunlah dan katakan kepada ku, Kenapa panti asuhan bisa menjadi seperti ini?!" ucap Jeanne.
Wanita berambut pirang itu bangun dan mengangguk kepalanya.
Setelah itu, Jeanne dan wanita itu duduk di kursi kayu dan meja didepan gedung mesti sudah kusam dan berlumut namun, penghuni panti masih mengunakan nya.
"Salam kenal, Saya Lia. Perawat dari panti asuhan ini dan saya juga besar di panti asuhan ini," ucap perkenalan Lia.
"Baiklah, Kak Lia. Kenapa panti asuhan menjadi kumuh seperti ini?" tanya Jeanne.
"Awalnya kami menerima bantuan dana dari kerajaan untuk mencukupi kehidupan kami namun beberapa tahun terakhir biaya bantuan menurun dan kami kesulitan besar dalam pembiayaan nya," jawab Lia.
"Jika itu permasalahan nya, kalian tidak mungkin mengalami hal seburuk ini. Lalu, apa yang terjadi setelah itu?" tanya Jeanne.
__ADS_1
"Beberapa bulan lalu, ada seorang pedagang yang membantu kami namun, dia tidak tulus membantu kami melainkan memilki tujuan tersendiri yaitu merampas tanah ini dari kami dalam bentuk Hutang. Oleh sebab itu, kakak kami Keisha memutuskan untuk menjual diri kepada pedagang itu dan menjadi budak di Dungeon Ace!" ucap Lia.
Mendengar itu, Jeanne tersenyum. "Ibu kecil Keisha tidak menjadi budak!" ucap tegas Jeanne.
Lia yang mendengar itu, dia pun terkejut. "Benarkah? Apakah Nona pernah menemui nya? Bagaimana keadaan nya sekarang?"
"Ibu Kecil Keisha adalah salah satu selir dari ayah ku, pemilik Dungeon Ace. Nolan Cahya dan keadaan nya saat ini baik-baik saja," ucap bangga Jeanne.
Lia pun terkejut kembali sampai dia beranjak dari kursi lalu, dia membungkukkan badannya. "Maaf, atas ketidaksopan saya."
"Tidak perlu dipikirkan dan kedatangan ku kesini untuk membawa kalian ke desa Meiya dan masalah hutang kalian. Aku yang akan mengurus nya," ucap Jeanne.
"Terimakasih banyak nona ..." ucap Lia yang terputus lantaran tidak mengetahui nama Jeanne.
"Aku Jeanne Cahya. Putri sulung dari Nolan Cahya! Dan, ini adalah teman-teman ku. Yoon Ha, Satoru, Miku dan Goina. Lalu, berterima kasih lah kepada Ibu Kecil Keisha!" ucap Jeanne.
"Baik," jawab Lia.
Yoon Ha dan Satoru pun tersenyum serta mengangguk kepala mereka.
Setelah itu, Jeanne pun tidak mau membuang waktu dan dia pun memerintahkan Lia untuk memanggil anak-anak.
"Nona Jeanne, kami sudah siap!" ucap Lia.
Jeanne pun melihat itu yang mana anak-anak panti sudah berada di belakang Lia.
Sesaat kemudian, Jeanne memberikan perintah kepada kelompok nya.
"Yoo Ha!" seru Jeanne.
Mendengar itu, Yoon Ha sontak melangkah ke samping Jeanne.
"Iya, Nona!" jawab Yoon Ha.
"Kamu juga kembali ke desa Meiya dan bantu Lia beserta anak-anaknya di desa! kamu mengerti!" seru Jeanne.
"Baik, Aku mengerti. Nona!" jawab Yoon Ha.
Setelah itu, Yoon Ha pun melangkah dan berdiri disamping Lia.
"Satoru, lakukan!" seru Jeanne.
__ADS_1
"Baik," jawab Satoru.
Lalu, Satoru pun melangkah dan meluruskan tangan nya didekat Yoon Ha.
"Kak Satoru, sampai bertemu kembali!" ucap Yoon Ha.
Satoru menganggukkan kepalanya, "Iya, sampai berjumpa lagi. Tunggu aku!"
Yoon Ha menganggukkan kepala dan tersenyum.
"Ichi, buka gate menuju desa Meiya!" ucap Satoru.
[Baik.]
Sesaat kemudian, muncul lingkaran sihir dan tidak lama sosok Yoon Ha dan lainnya menghilang.
Setelah proses itu selesai, Jeanne tersenyum dan memberikan instruksi kepada kelompok nya.
"Semua nya, pekerja kita belum selesai! Lanjut ke misi berikut nya!" seru Jeanne dengan tatapan tajam dan senyuman lebar.
"Baik!" jawab serempak kelompok nya.
Lalu, Jeanne pergi meninggalkan gedung panti asuhan.
Disisi lain, Yoon Ha, Lia dan anak-anak lainnya tiba di desa Meiya dan sesaat kemudian, Keisha berlari menghampiri Lia.
"Lia!" seru Keisha.
Mendengar itu, Lia sontak menoleh kearah sumber suara dan melihat dengan senyuman lebar disertai air mata.
"Kak Keisha!" jawab Lia.
Lalu, mereka pun saling berpelukan dan menitihkan air mata di dalam pelukan mereka dan anak-anak panti ikut menangis dan memeluk Keisha.
Yoon Ha yang melihat itu ikut menitihkan air mata karena terharu begitu juga beberapa warga desa Meiya disekitar nya.
...____...
Lia
__ADS_1