
...Chapter 39. Satoru Honda...
Saat ini aku sedang berhadapan dengan seorang calon pahlawan yang mana kondisi saat ini, dia sama sekali belum memiliki kekuatan bahkan saat aku melihat statusnya skill nya masih dalam keadaan terkunci.
Setelah saling berkenalan, aku pun menyambung pembicaraan.
"Jadi, Satoru, dimana kamu tinggal?"
Satoru yang mendengar pertanyaan ku, dia tersenyum lebar dan menggarukan kepala belakang nya.
"Aku belum punya tempat tinggal," jawab Satoru.
"Apa maksudmu?"
Saat aku bertanya seperti itu, Satoru mendekatkan kepalanya kepada ku dan berbisik.
"Tuan Nolan, apakah anda percaya dengan manusia dunia lain?" tanya Satoru.
"Tentu saja, banyak pahlawan di dunia ini yang berasal dari dunia lain."
"Kalau begitu, aku katakan bahwa aku sebenarnya manusia dunia," ucap Satoru.
"Oh, begitu. Lalu, apa rencana mu?"
"Eh? Tuan, anda sama sekali tidak terkejut?" ucap heran Satoru.
Aku pun menghela nafas panjang, "Aku sudah katakan, sosok seperti mu sudah biasa di dunia ini."
Satoru pun menundukkan kepalanya, "Begitu. Aku mengerti dan jujur, aku belum memiliki rencana apapun sejak aku berpindah dunia."
"Bagaimana dengan rencana ini ..."
Aku menjelaskan kepadanya untuk menjadi budak dan aku akan melatihnya sampai dia menjadi pahlawan.
Tempat tinggal, makan dan minum. Aku yang menanggung nya.
"Bagaimana menurut mu? kamu tertarik? Jika tidak tertarik tidak masalah anggap saja pertemuan ini tidak pernah terjadi."
Satoru pun terlihat sedang berpikir dan mempertimbangkan ucapan ku. Lalu, tidak lama Satoru mengambil keputusan nya.
"Baiklah, Tuan Dungeon. Aku akan menjadi budak mu tapi dengan satu syarat!" ucap Satoru dengan menunjukkan satu jari nya.
"Oh, apakah itu?"
"Aku tidak ingin selama nya terkurung di sini. Izinkan aku berkenalan ke luar Dungeon!" sambung ucap Satoru.
"Tidak masalah. Asal kamu tidak melanggar peraturan Dungeon!"
"Peraturan seperti apa?" tanya Satoru.
__ADS_1
"Satu, kalian tidak boleh bertengkar sesama penghuni Dungeon.
Dua, kalian tidak boleh mengkhianati ku dan Dungeon.
Ketiga, patuhi atasan kalian!
Empat Jangan merendahkan ras lain!
Dan, terakhir. Lakukan apapun yang kalian sukai lepas dari keempat peraturan diatas.
Mendengar itu, Satoru sontak melebarkan kedua matanya, "Benarkah peraturan seperti itu. Baiklah dengan senang hati aku akan menjadi budak mu!" ucap senang Satoru.
Aku yang mendengar itu turut senang dan tersenyum.
"Iya, selamat datang di rumah baru mu, Satoru!"
Satoru sontak membungkukkan badannya, "Mohon bimbingan, Master!"
Seusai membuat kesepakatan itu, aku pun mengajak Satoru ke lantai Lima - Desa Manusia.
Setibanya disana, Satoru terkagum-kagum melihat ada desa didalam Dungeon lebih dari itu, dia melihat kebersamaan Manusia dengan ras lainnya.
"Wow ... luar biasa! ini seperti desa mimpi. Mengagumkan!" ucap kagum Satoru.
Aku pun tersenyum bangga menjawab nya.
Sesaat kemudian, Luminox datang bersama Arin dan Lazio.
Aku pun mengelus-elus kepalanya, "Luminox, maaf ya beberapa hari ini aku sibuk."
Luminox menundukkan kepalanya lantaran malu dengan wajah yang memerah.
"Tidak masalah, aku mengerti."
Satoru yang ada disamping ku terpesona melihat Luminox. "Cantik nya!" gumam Satoru.
"Master!" sapa serempak Arin dan Lazio.
Mendengar itu, aku menghentikan mengelus-elus Luminox dan bersikap biasa.
"Hmm .. Iya."
Lalu, Luminox melihat kearah Satoru.
"Tuan ku, siapa dia?" tanya Luminox.
Arin dan Lazio juga menoleh kearah Satoru.
"Dia Satoru, Ras manusia. Unit dan budak baru ku."
__ADS_1
Lalu, Luminox pun memberikan senyuman kepadanya. "Satoru, salam kenal! Aku Luminox."
"Iya, salam kenal juga!" ucap malu Satoru.
"Hmm ... Satoru, dia adalah atasan mu juga istri ku."
Saat aku mengatakan itu, Luminox sontak menundukkan kepalanya.
"Tuan ku, jangan berkata seperti itu. Aku malu," ucap Luminox yang memegang kedua pipinya.
Aku pun tersenyum melihat sikap malu nya.
Sedangkan, Satoru langsung merubah ekspresi menjadi ekspresi kecewa dan terlihat juga dia jatuh hati di pandangan pertama nya melihat Luminox.
"Satoru!"
Mendengar panggilan ku, Satoru sontak mengangkat kepalanya dan melihat ku dengan sikap hormat.
"Di sinilah kamu akan tinggal!"
"Baik, Tuan-. Master!" jawab semangat Satoru.
Lalu, aku melihat kearah Lazio. "Lazio, siapkan rumah untuk nya!"
"Baik, Master. Serahkan kepada ku!"
Setelah melakukan perkenalan itu, aku menghampiri kloning Nier yang sedang melatih Goblin.
Saat kehadiran ku disana, Nier dan para Goblin menghentikan aktifitas dan memberikan hormat kepada ku.
"Master!" sapa Nier dan para Goblin.
"Nier, dia Satoru, ras manusia. Mulai hari ini, dia salah satu murid mu!"
Nier yang mendengar ku, dia mengembalikan posisi badannya.
"Baik, Master!"
Lagi-lagi Satoru terpesona melihat Nier dan terperangah.
"Satoru, mulai hari ini! dia adalah guru mu. Jadi, berlatihlah dengan giat!"
Satoru mengembalikan lamunan dan menghadap ku. Lalu, membungkukkan badannya. "Baik, Master. Terimakasih."
Dan, sejak hari itu Satoru tinggal di Dungeon.
Lalu, selagi aku di lantai lima. Aku memutuskan untuk menghabiskan hari bersama Luminox di desa manusia.
..._____...
__ADS_1
Satoru Honda.