Reincarnation Become Dungeon Master

Reincarnation Become Dungeon Master
Dungeon Master | Chapter 40. Buah Evolusi


__ADS_3

...Chapter 40. Buah Evolusi ...


Seusai memperkuat Dungeon dan menjadikan Satoru sebagai budak. Aku memutuskan untuk santai bersama dengan istri dan mengawal ku yang cantik.


Meski aku tidak mengadakan perayaan pernikahan dengan Luminox tapi, kami tetap dinyatakan pasangan suami istri dan kami monster bukan manusia.


Dan, saat ini aku berdiri dengan hutan yang ada di rumah ku sambil memegang sebuah bibit pemberian dari Satoru.


Lalu, Luminox yang ada disamping ku mempertanyakan nya. "Tuan Ku, apa itu?"


"Ini bibit buah evolusi."


"Ha, aku baru mendengar nya," ucap Luminox.


"Aku juga tapi ini pemberian dari Sistem Kehidupan untuk bekal Satoru sesaat dia berpindah dunia."


"Oh, Satoru. Tidak terasa dia sudah tujuh tinggal disini dan dia sangat pekerjaan keras. Aku suka kepada nya," ucap Luminox.


Aku yang mendengar itu pura-pura cemburu.


"Luminox, aku cemburu mendengar kamu berkata seperti itu."


Lalu, Luminox menepuk pelan bahu ku. "Tuan ku, jangan cemburu! Hati, jiwa, raga dan cinta ku untuk Tuan ku yang terkasih."


Aku tersenyum dan mengelus-elus kepala nya dan Luminox pun tersipu malu.


"Terimakasih."


Seusai itu, aku kembali pada bibit buah Evolusi yang ku pegang dan menurut keterangan Alesya.


Buah Evolusi adalah buah langka yang mampu merubah baik fisik dan kemampuan yang memakan buah tersebut.


Memahami itu, aku ingin mencobanya dan memulai menanamnya.


"Tuan ku, selebihnya serahkan kepadaku!" seru Luminox.


Aku yang masih posisi jongkok bangkit berdiri lalu, mundur beberapa langkah.

__ADS_1


Sedang kan Luminox melangkah maju dan memegang bibit yang baru ku tanam dan merapalkan skill nya.


"Ultimate Skill - Hathor!"


Sesaat kemudian, bibit yang ditanam memunculkan tunas dan daun lalu, berlahan tunas berubah menjadi pohon kecil sampai menjadi pohon besar seperti pohon cemara dan berbuah dalam sekejap mata.


Besar Buah nya seperti bola Hokye dengan warna merah pekat.


Setelah itu, Aku melihat Luminox yang lemas lantaran mengunakan sihir tingkat tinggi.Yang melihat itu sontak membantu nya berdiri dan memberikan Mana Potion kepada nya dan Luminox pun meminumnya.


"Terimakasih, Tuan ku."


Seusai meminum mana Potion, Luminox melepaskan tangan ku dari bahunya lalu dia melihat buah Evolusi yang masih menempel di pohon.


"Tuan ku, apakah buah ini tidak beracun?" ucap Luminox.


"Aku yakin buah ini tidak beracun."


Lalu, Luminox melihat kearah ku dengan tatapan cemas.


"Tapi, tetap saja aku khawatir. Aku tidak ingin Tuan ku keracunan dan menderita karena nya. Jadi, biarlah aku mencoba nya terlebih dahulu," ucap Luminox.


Saat aku mengatakan seperti itu, Alesya menjawab nya.


[Master, Luminox memiliki ultimate Skill Hathor yang mana memiliki sub skill penyembuhan diri tingkat tinggi.]


"Tuan ku tidak perlu khawatir. Aku bisa mengatasi nya," ucap Luminox meyakinkan ku.


"Baiklah, maaf merepotkan mu."


Luminox tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Lalu, dia pun melangkah mendekati pohon dan mengambil salah satu buah Evolusi dan menyantapnya.


Namun, menurut keterangan dari Alesya. Buah itu akan berkhasiat secara maksimal dengan memakan sepuluh buah.


Disaat aku mengatakan itu kepada Luminox, tanpa ada bantahan dia menyantap sepuluh buah.


Setelah menghabiskan buah yang kesepuluh, Luminox pun tumbang dan mengeram kesakitan.

__ADS_1


Aku yang melihat itu sontak panik dan menghampiri nya


"Luminox, kamu baik-baik saja. Dimana yang sakit?"


Luminox pun melihat kearah ku dengan wajah yang pucat disertai dengan senyuman.


"Aku baik-baik saja. Ini hanya penyakit atau racun," jawab Luminox dengan nada yang berat.


"Alesya, apa yang harus ku lakukan?!"


[Master tidak perlu khawatir. Yang di Luminox bukanlah racun melainkan perkembangan.]


Tepat seperti yang dikatakan Alesya, bentuk tubuh Luminox tiba-tiba berubah, sayap dan tanduk nya rontok.


Lalu, tubuh Luminox pun berubah menjadi sosok manusia yang sangat cantik.


"Alesya, apa yang sedang terjadi?"


[Tubuh dan kemampuan Luminox telah mengalami evolusi maksimal yang membuat ras dirinya meningkat menjadi Primordial Fallen Angel.]


Aku yang mendengar itu tersenyum senang, "Selamat, Luminox! Aku sekarang sudah lebih kuat."


Luminox tersenyum lebar, "Iya, Dengan ini aku bisa lebih berguna lagi untuk Master ku."


Aku dan Luminox pun saling bertukar senyum lalu, aku tidak kuasa menahan melihat kecantikan nya dan membuatku menciumnya.


Lalu, Luminox pun menerimanya.


Setelah mengetahui hasil dari buah Evolusi, aku pun memakannya dan membuat ku berubah menjadi ras yang baru.


Deus Machina.


...____...


Nolan Cahya (Ras: Deus Machina).


__ADS_1


Luminox (Ras: Primordial Fallen Angel)



__ADS_2