
...Chapter 93. Nier VS Revenger....
Pintu ruang neraka ada dihadapan ku. Namun, jika aku tidak hati-hati maka aku akan mati.
Revenger bukanlah Raja Iblis yang lemah, dia memiliki masa kejayaan yang melegenda selama ratusan tahun.
Lebih dari itu, dalam pertarungan ini aku harus hadir untuk menyerap jiwa nya agar dia tidak hidup kembali dan yang bisa melakukan itu hanya lah Dungeon Master.
Mengetahui kesulitan itu, aku pun berdiskusi bersama Alesya dan Ordinal di Perpustakaan Zero. Kami pun membahas cara untuk melawan Revenger yang paling efektif tanpa korban jiwa dan cepat.
Setelah berdiskusi panjang, Alesya pun memberikan saran nya.
"Master, seperti nya memang harus mengunakan Nier dan Miku untuk melawan nya!" ucap Alesya.
"Baiklah, tidak ada pilihan lain."
Setelah itu, aku pun beranjak dari kursi dan memanggil Nier dan Miku.
"Nier! Miku!"
Sesaat kemudian, Nier dan Miku datang dalam sekejap.
"Iya, Master." jawab serempak Nier dan Miku.
"Ikut dengan ku untuk mengalahkan raja iblis Revenger!"
"Baik, Master!" jawab Miku dan Nier.
Setelah itu, aku pun berpamitan dengan Ordinal dan Alesya.
"Aku berangkat!"
Ordinal mengangguk kepalanya. "Master, berhati-hatilah!"
"Aku akan membantu mu dari sini," sambung Alesya.
Aku pun mengangguk kepala, "Hm, aku mengandalkan mu, Alesya!"
"Serahkan kepada ku!" jawab Alesya.
Lalu, kami pun saling bertukar senyum.
Setelah itu, aku pun berpamitan juga dengan ketiga istri dan putri ku. Seusai itu, aku baru melangkah ke pertarungan terakhir di Dungeon kabut.
Aku bersama Miku dan Nier tiba di pintu gerbang dan memasukkan ketiga kunci yang telah kudapatkan lalu, memutarnya.
Sesaat kemudian, pintu pun terbuka sendiri dan aura hitam keluar disertai bau busuk. Meski begitu aku tidak gentar.
"Ayo kita masuk!"
Lalu, Aku pun melanjutkan langkah kedalam ruangan dan setibanya didalam obor yang ada di ruangan menyala satu persatu untuk menerangi ruangan yang gelap gulita dihadapan ku.
Saat ruangan sudah terang terlihat lah bahwa aku sedang berada di ruang tahta dan terlihat juga sosok raksasa yang mengenakan baju zirah hitam duduk di kursi tersebut.
__ADS_1
Sesaat obor itu menyala, sesaat itu juga dia pun bangun dari tidur nya di kursi. Mata merah menyala dan melihat kami.
"Sudah lama sekali tidak ada yang membangunkan ku. Siapa kamu? Pelayan ku kah?"
Aku pun memberikan senyuman remeh kepada nya, "Bukan, aku Dungeon Master yang akan membunuh mu!"
"Oh, Dungeon Master. Menarik! Datang dan cobalah bunuh aku! Atau kamu yang aku bunuh dan berbangga lah terbunuh oleh Raja Iblis Revenger!" ucap Revenger lalu, dia memulai serangan dengan bola api hitam kearah ku.
Miku yang melihat itu dengan sigap menahan serangan itu dengan sihir perisai dan berhasil menghalau nya.
"Oh, pantas saja kamu percaya diri Dungeon Master. Kamu memiliki unit yang kuat meski begitu mereka tidak akan mengalahkan," ucap Revenger.
Aku pun tersenyum mendengar nya, "Benarkah, kita lihat saja!" Lalu, aku pun memerintahkan Nier dan Miku, "Nier! Lawan Raja Iblis Revenger! Miku! Lindungi aku!"
"Baik, Master!" jawab serempak Nier dan Miku.
Sesaat kemudian, Nier mengeluarkan pedang besar seraya merapalkan skill nya.
"Odin."
Kekuatan Nier meningkatkan pesat lalu, mengayunkan pedangnya kearah Revenger namun, serangan itu di tahan dengan mudah oleh pedang nya.
Dan, aku pun terkejut lantaran baru pertama kali melihat ayunan pedang Nier ditangkis dengan mudah saat sihir pendukung Odin dan Astaroth aktif secara bersamaan.
Nier pun menyadari itu dan dia pun meningkatkan kemampuan nya empat kali lipat. Namun, berhasil ditangkisnya. Nier yang melihat itu juga tidak mau kalah dia terus meningkat kekuatan Odin nya sampai ke tingkat tiga puluh dua.
Dan, terlihat Revenger sudah mulai serius untuk menangkis dan melakukan serangan balik.
Sampai beberapa saat Revenger mengeluarkan ultimate Skill nya disaat menahan adu ketahanan pedang.
"Hahaha... sungguh menarik! Sudah ratusan tahun aku tidak menikmati pertarungan seperti ini! Dan, Seperti nya aku harus mengeluarkan nya!" Lalu, Revenger pun mengeluarkan skill pamungkas nya.
Ultimate Skill. Lucifer.
Aura hitam besar di lapisi oleh listrik pun muncul dan berbentuk seperti kekuatan super Saiya.
Nier yang melihat itu dia pun mundur dan Revenger meledakkan aura nya hingga mengenai seluruh ruangan termasuk aku. Beruntung ada Miku yang menghalangi nya.
Lalu, aku pun melihat kekuatan Revenger telah meningkat mencapai sepuluh kali lipat. Disisi lain, Nier menajamkan pandangan nya lalu, dia menganti senjata menjadi pedang satu tangan berupa pedang cahaya dan kegelapan di kedua tangan nya.
Selain itu, Nier meningkatkan kemampuan nya mencapai seratus dua puluh delapan kali lipat.
"Majulah!" ejek Revenger dengan gerakan tangan untuk datang kepada nya.
Lalu, Nier dengan kecepatan tinggi melesat dan menyerang secara berturut-turut kearah Revenger namun, Revenger masih bisa menahan dan melakukan serangan balik.
Kerusakan dari mereka bertarung semakin besar hingga menimbulkan puing-puing pecahan batu dari ruangan.
Saat melihat Revenger, aku menyadari sifat dari Revenger sama seperti prediksi dari Alesya.
Revenger sangat menyukai pertarungan satu lawan satu hingga dia melupakan keberadaan ku disini.
__ADS_1
Mengetahui itu, aku menghormati nya dengan tidak mengusik dan ikut campur pertarungan nya dengan Nier.
Aku bukanlah Manusia yang suka licik dan menusuk dari belakang.
Beberapa saat kemudian, mereka pun saling mengeluarkan kekuatan maksimal nya.
"Lucifer Berserk!" seru Revenger.
"Odin. 256!" seru Nier.
Setelah mengeluarkan kekuatan maksimum nya. Nier dan Revenger melanjutkan serangan nya.
"Arc Demon .." Ditengah Revenger merapalkan itu muncul naga langit hitam pekat melilit tubuhnya.
Dan, Nier juga melesatkan skill pamungkas nya juga dengan menyatukan api putih dan api hitam di kedua pedang nya.
Sehingga angin yang ditimbulkannya sangat kencang dan menyelimuti kedua pedang itu. "Gelombang balok ..." seru Nier yang tengah merapalkan skill.
Disisi lain, Revenger sudah menyempurnakan skillnya dan dia pun melesatkan nya.
"... Blaster!"
Dan, terlepas lah Naga langit hitam kearah Nier dengan mulut yang terbuka.
Selain Revenger, Nier juga sudah menyempurnakan skillnya.
"... Pemecah Api!"
Dalam skill itu, Nier melemparkan kedua pedang hingga berbentuk seperti gear yang melesatkan kearah Revenger.
Lalu ditengah jarak Nier dan Revenger, kedua skill saling beradu sehingga menimbulkan goncangan besar dan angin kencang bahkan membuat ruang tahta neraka retak.
Meski adu skill itu cukup lama namun, lama kemudian serangan gelombang balok pemecah Api milik Nier berhasil memotong skill Arc Demon Blaster.
Setelah berhasil menebas skill Revenger, laju pedang melesat maju dan menebas Revenger hingga tubuhnya terbelah menjadi dua.
Setelah itu, pedang Nier kembali ke tangan nya.
Dan, pertarungan pun berakhir.
Meski sudah berbelah, Revenger masih bisa tertawa dan berbicara untuk sesaat seraya tubuhnya terpecah menjadi butiran cahaya hitam.
"Hahaha ... Terimakasih, Dungeon Master dan boneka cantik. Aku sangat menikmati pertarungan ini. Hahaha.. Hahaha," ucap Revenger berlahan di pun menghilang.
Melihat nya aku pun tersenyum senang, "Syukurlah jika kamu bisa mati dengan penuh kegembiraan dan semoga kita bisa bertemu kembali! Raja Iblis Revenger," ucap ku seraya memandangi kepergian Revenger yang sudah menjadi debu.
Dengan ini pertarungan di Dungeon kabut berakhir dan misi ku telah terselesaikan.
Setelah itu, aku pun kembali ke rumah kumpul bersama keluarga dan melanjutkan aktifitas malas ku.
Kedepannya aku tidak tahu apa yang akan terjadi di Dungeon ku ini. Meski begitu, aku akan tetap meluangkan waktu untuk bermasalah.
Inilah kisah ku, Sang Dungeon Master Pemalas, Nolan Cahya.
__ADS_1
...____...