
...Chapter 36. Kedatangan Pahlawan...
Sehabis aku menghabiskan malam dengan Luminox, Alesya membangun kan dengan pemberitahuan yang sangat penting.
[Master, seorang pemilik gelar dan kemampuan Pahlawan datang!]
Mendengar itu, aku sontak bangun dan meminta izin kepada Luminox untuk meninggalkan nya.
Luminox pun mengangguk kepalanya dan melihat itu, aku mencium kening nya dan pergi meninggalkan nya setelah aku rapih dan bersiap menemui sosok penting ini.
Dari kamera Pengawas, aku melihat nya Status nya yang mana dia memiliki kemampuan yang luar biasa meski di level yang kecil bahkan ada berkat Dewi didalam skill nya dan dia bernama Ren Amaki. Sosok parasnya sama seperti namanya sosok pemuda Jepang yang sering ku lihat di drama atau gambar.
Dari layar juga terlihat Callista menyambut kedatangan nya dan membawa ke ruang pertemuan yang ada di mansion lantai satu dan juga terlihat pahlawan itu berniat bicara dengan ku untuk bertarung.
Aku pun pergi ke ruang pertemuan itu dikawal oleh Miku dan Blade Wolf serta ada Callista di samping pintu masuk.
Setibanya disana, aku melihat wajah sombong dari nya yang mana dia bersikap biasa dengan melipatkan tangan nya.
"Apa kamu pemilik dari Dungeon ini?" ucap Ren Amaki.
Aku pun tersenyum lalu, duduk dihadapan nya. "Begitu lah dan siapa kamu?"
"Aku Ren Amaki, pahlawan yang dipanggil oleh kerajaan Salvation," ucap bangga Ren.
"Oh, begitu. Lalu, ada keperluan apa datang kesini?"
Mendengar jawaban ku, pahlawan itu terlihat kesal kesal. "Apa kamu tidak mengerti arti pahlawan yang mungkin bisa menghancurkan Dungeon mu dalam satu ayunan pedang."
__ADS_1
Aku tidak menanggapi nya lantaran dalam pandangan ku dia seperti anak kecil. Maka dari itu, aku hanya memberikan senyuman kepadanya.
"Sudah lah. Aku tidak ingin membuat masalah. Ada beberapa hal yang ingin ku tanyakan kepada mu?" ucap Ren.
"Apakah itu?"
"Aku mendengar Dungeon ini memihak kepada Manusia," ucap Ren.
Mendengar itu, aku mengerutkan kening dan terheran dengan apa yang dia katakan.
Sejak kapan aku memihak manusia?
Namun, aku tidak ingin memperpanjang nya.
"Pertama, aku ingin informasi tentang Raja Iblis? Katakan kepadaku!" sambung ucap Ren.
Mendengar itu, aku menyandarkan badan ku dan memberikan senyuman.
Jawaban itu membuat Ren kesal, dia pun mengembrak meja dan beranjak diri dari kursi nya. "Jangan sombong, kamu Tuan rendahan!" Lalu, Ren menunjukkan jarinya kepada ku. "Aku bisa membunuh mu hari ini juga."
"Benarkah. Kenapa tidak mencoba nya?"
Mendengar provokasi ku, Ren semakin kesal dan dia pun ingin mengambil pedang dari sarung di pinggang nya. Namun, gerakan itu dapat dilihat oleh Callista dan Miku.
Callista dengan skill menghentikan waktu tiba di dekat Ren dengan menempelkan pisaunya begitu juga Miku, dia menempelkan tangan nya dalam posisi chop.
Ren sontak terdiam dan gementaran. "Berani nya kamu menantang pahlawan!"
__ADS_1
"Aku tidak peduli. Apakah kamu Pahlawan ataupun Raja Iblis? selama kamu di Dungeon ku maka, kekuasaan Mutlak ada padaku."
"Awas saja kau!" ancam Ren.
Aku tidak menanggapi nya dan hanya memberikan senyuman remeh. Lalu, aku terpikir sesuatu.
"Bagaimana jika kamu yang mengatakan rahasia kepada ku?"
"Apa?!" tanya kesal Ren.
Setelah itu, aku pun mengunakan Absolute Charm yang mana dia pun terkendalikan oleh skill ku meski dia pahlawan. Mengetahui itu, aku tersenyum senang.
Suatu hari mungkin aku bisa memanfaatkan status pahlawan untuk keuntungan Dungeon.
Seusai berpikir seperti itu, aku pun menanyakan maksud dia yang sebenarnya yang mana sebenarnya Ren hanya ingin mencari ketenaran yang mana jika dia berhasil mengalahkan Raja Iblis.
Raja Salvation akan menikahi putrinya dengan nya dan menjadikan raja berikut nya.
Mendengar hal itu, aku tertawa senang.
"Hahaha ... sungguh menarik! Aku seperti menonton anime saja."
Setelah mengetahui itu, aku pun memerintahkan Miku untuk mengirimkan dia keluar jauh dari Dungeon dengan mengunakan sihir gerbang.
Dan, Pahlawan Ren pun pergi dengan kesal.
...___...
__ADS_1
Pahlawan Ren Amaki