Reincarnation Become Dungeon Master

Reincarnation Become Dungeon Master
The Hidden Wars | Chapter 88. Garuda, Penjaga Kuil Angin Kuno dan sepeda Gerobak


__ADS_3

...Chapter 88. Garuda, Penjaga Kuil Angin Kuno dan sepeda Gerobak....


Halaman kelima telah tercetak yang mana dalam buku Dungeon Kabut halaman kelima itu berisikan Dungeon Angin.


Mengetahui hal itu, aku pun melakukan tugas ku dengan membuat lantai lima Dungeon kabut dan mendesain koridor dengan perangkat angin berupa Koridor rerumputan serta ruang element nya.


Dengan ini, lantai lima Dungeon kabut yang tidak begitu besar telah selesai terbuat.


Setelah itu, aku pun bersantai memikirkan apa yang harus kulakukan seraya menunggu kemunculan portal Dungeon Kuil Angin Kuno.


Sambil mencari aktivitas, aku pergi ke desa dalam Meiya dan setibanya disana beberapa anak sudah dapat bermain sepeda mengelilingi Desa.


Tidak hanya itu saja, aku melihat kreativitas Lazio dalam membuat sepeda yang mana dia mampu membuat sepeda dengan berbagai ukuran.


"Lazio memang pengrajin yang jenius. Pantas saja dia mendapatkan unique Skill Modelling."


Ditengah memeriksa desa, Lazio yang melihat ku sontak dia menghampiri dengan menggowes sepeda nya.


Lalu setibanya didekatku, Dia menghentikan laju sepeda dan memberikan hormat kepada ku.


"Grand master, anda datang!" ucap Lazio yang membungkukkan badannya.


"Iya, bagaimana proyek sepeda nya?"


Lazio mengembalikan posisi badannya, "Semua warga ataupun para tentara bayaran sangat menyukai nya."


"Syukurlah, jika mereka menyukai nya."


"Selanjutnya, aku akan memberikan mu tugas lebih susah lagi!"


"Apapun itu, saya siap. Grand master!" jawab Lazio.


Mendengar perkataan Lazio, aku pun tersenyum.

__ADS_1


"Bersiaplah! Aku akan tunjukkan kepada mu sesuatu yang menarik!"


Lalu, aku pun meluruskan tangan dan merapalkan skill.


"Hefaistos."


Sesaat kemudian, muncul lingkaran sihir yang mewujudkan sepeda dengan gerobak dibelakang nya.



Saat melihat sepeda gerobak itu, Lazio terkagum-kagum.


"Wuahh... sepeda ini?!" ucap Lazio.


Aku mengangguk kepala dan tersenyum. "Iya, sepeda ini bisa digunakan untuk mengangkut barang dan mengurangi tenaga pengangkutannya. Jadi, buatlah beberapa!"


"Begitu, aku mengerti. Baik, Grand Master. Aku akan membuat nya lagi!" jawab Lazio dengan anggukan kepala.


Mengetahui itu, aku pun sontak datang ke lantai lima Dungeon Kabut dan masuk kedalam portal Dungeon Kuil Angin Kuno bersama Callista dan Elli.


Setibanya disana, aku disungguhi dengan daratan melayang diatas awan. Lalu, aku pun menoleh kebawah dan penasaran kemana aku pergi jika jatuh tempat ini.


Setelah berpikir tidak jelas seperti itu, aku pun melanjutkan langkah dan menelusuri daratan.


Dilantai ini sama seperti kuil kuno lainnya yang mana daratan kecil di sertai dengan jembatan dan disini yang menjadi jembatan adalah awan.


Awalnya aku ragu dengan pijakan awan itu namun, saat aku mencoba menginjak nya awan itu memang padat dan bisa menjadi pijakan.


Setelah mengetahui itu, aku melanjutkan langkah sampai di sebuah daratan berbatu yang bahkan ada perbukitan dan aku pun menaiki nya.


Setibanya di puncak, aku pun sosok wanusia burung yang memiliki bulu emas dan dia sedang duduk bersila.


__ADS_1


"Aku adalah Garuda, penjaga Kuil Angin Kuno. Boneka, apa mau mu?" ucap Garuda yang menyadari kehadiran ku dan lainnya. Lalu, dia membuka matanya dan menatapku tajam.


Aku yang mendengar itu sontak menundukkan kepala.


"Nolan Cahya, seorang Dungeon Master. Ada sesuatu yang sedang ku cari!"


"Apa yang ingin kamu cari, Dungeon Master?" tanya Garuda.


"Aku sedang mencari kunci untuk membuka gerbang ruangan dari Raja Iblis Revenger."


Saat aku menjawab itu, Garuda lebih menatap tajam. "Apa tujuan nya?"


"Aku memiliki janji dengan Raja Elf untuk mengalahkan dan membunuh nya."


Mendengar jawaban ku, Garuda sontak bangun dari duduk nya dan berdiri dihadapan ku.


"Apakah kamu memiliki kemampuan untuk itu?" tanya dingin Garuda.


"Aku memiliki nya meski kekuatan itu bukan dari kekuatan ku sendiri namun, aku percaya pada keluarga ku," ucap ku seraya melihat Callista dan Elli.


Saat aku melihat Callista, dia pun membalasnya dengan senyuman dan anggukan kepala.


"Menarik! Jarang ada seorang pemimpin yang mampu berenda hati dan penuh rasa kepercayaan terhadap anak buah nya. Baiklah, aku akan membantu mu!" Garuda meluruskan tangan nya. "Kunci yang kamu cari berada di tangan Twin Harpy. Buatlah ruang dengan perangkat gunung dan perangkat pengatur iklim dan cuaca. Disaat bunga dan tumbuhan di gunung mekar maka, Twin Harpy akan datang!" ucap Garuda. Lalu, tangan Garuda bercahaya dan masuk kedalam jiwa ku.


Sesaat itu selesai, aku membungkukkan badan. "Terimakasih, Penjaga Kuil Angin Kuno Garuda!"


"Berhati-hatilah dan bersikaplah seperti angin yang mana tahu kapan harus kencang dan kapan harus tenang!" ucap Garuda.


"Terimakasih."


Setelah itu, aku pun pergi bersama yang lain nya meninggalkan Dungeon Kuil Angin Kuno.


...___________...

__ADS_1


__ADS_2