
...Chapter 96. Struktur Organisasi dan Kota Meiya....
Melepaskan beban permasalahan dan mengurusi Dungeon. Itulah yang ku lakukan.
Setelah berhasil menatap ulang Dungeon kini, aku memutuskan untuk membuat struktur organisasi didalam Dungeon Ace ku bersama Ordinal dan Alesya di perpustakaan Zero.
Lalu, aku pun membuat struktur organisasi sebagai berikut.
Jabatan tingkat satu ialah Chairman atau President Dungeon yang merupakan peringkat tertinggi dari Dungeon Ace dan yang menduduki posisi ini adalah aku, Nolan Cahya.
Jabatan tingkat dua ialah Vice chairman yang mana aku percaya kepada Alesya sebagai sosok kedua ku.
Jabatan tingkat tiga ialah Prime Executive yang mana posisi ini ditempati oleh ..
Nier;
Miku;
Godzilla;
Dan, Neo.
Jabatan tingkat empat ialah Chairman Family. Posisi ini ditempati oleh ..
Luminox;
Flare;
Keisha;
Jeanne;
Arthur;
Dan, Levi.
Lalu, jabatan tingkat lima ialah Patriarch atau kepala keluarga dan posisi ini ditempati oleh ..
Callista sebagai Kepala Pelayan dan Pleiades;
Muru sebagai Kepala ras Slime;
Gobta sebagai Kepala ras Goblin;
Jacob sebagai Kepala ras Manusia Serigala;
Adam sebagai Kepala ras Skeleton;
Lazio sebagai Kepala ras Manusia.
Dan, Ordinal sebagai kepala perpustakaan. Meski, buku bukanlah makhluk hidup namun, bagi ku buku dan informasi serata dengan makhluk hidup.
Setelah itu, Jabatan tingkat enam ialah First Lieutenant yang mana posisi ini di duduki oleh;
Semua Pleiades;
Arin;
Satoru;
Dan, Yoon Ha.
__ADS_1
Meski, aku belum begitu mengenal Yoon Ha namun, Jeanne mengatakan bahwa kemampuan smartphone nya sangat bisa di andalkan dan meminta ku untuk memberikan nya jabatan.
Aku pun tidak mempermasalahkan nya dan percaya dengan penilaian Jeanne.
Bicara dengan Smartphone, aku juga jadi penasaran dengan kemampuan nya namun, hal itu terabaikan lantaran kesibukan ku membangun ulang Dungeon.
Dan, itulah keenam jabatan yang berada di Dungeon Ace.
Dalam pengaturan Dungeon dan struktur organisasi, tujuan ku hanya satu membuat fasilitas untuk bersantai dan kembali hidup menjadi seorang NEET dunia lain.
...________...
Dua bulan kemudian seperti yang dikatakan oleh Jeanne. Kota Meiya di lantai dua puluh dua telah terbangun seutuhnya dan semua warga yang terdiri dari berbagai ras sedang berkumpul di pusat kota yang mana di pusat kota dibuat panggung khusus yang dilengkapi dengan karpet merah. Lalu, disisi panggung terdapat bendera merah dengan lambang Dungeon Ace dan Asosiasi Tentara Bayaran.
Disisi lain, aku sedang gugup di ruang keluarga lantaran ini pertama kali nya aku berhadapan dengan orang banyak walaupun dahulu pernah namun, hal itu mengunakan sihir Visual tapi tidak hari ini.
Alesya menyarankan agar aku berpidato langsung di kota Meiya untuk mendekatkan kepercayaan unit kepada ku.
Mengingat itu, membuat ku menghela nafas panjang.
Sesaat aku menghela nafas, Luminox memegang tangan kanan ku dan membuat ku juga menatap nya.
"Tuan ku, tenang! Ada kami disini menemani Tuan ku," ucap Luminox.
Lalu, kedua istri ku yang lain menyambung ucapan Luminox.
"Iya, mereka adalah rakyat mu. Tunjukkan sosok terbaik mu, Tuan Ku!" sambung Flare.
"Tuan ku, anda tidak sendiri. Sekarang, ada kami!" sambung juga Keisha.
Melihat mereka membuat hati ku tenang dan bersiap mental untuk berpidato.
Tidak lama kemudian, Alesya yang duduk di dekat kami memberitahukan sesuatu.
"Master, sudah waktunya," ucap Alesya.
Mendengar itu, aku mengangguk kepala, merapihkan pakaian dan beranjak dari kursi.
"Ayo kita berangkat!"
Alesya, Luminox dan lainnya pun juga beranjak dari kursi dan kami pun berteleportasi secara bersamaan ke panggung yang sudah ada di pusat kota.
Setibanya disana, sebuah unit, warga dan Tentara bayaran menyambut kami dengan meriah hingga menimbulkan suara gemuruh
Aku yang melihat sekeliling tidak menyangka bahwa penghuni di Dungeon ku ini memiliki jumlah yang sebegini banyak.
Pemikiran ku itu pun dibaca oleh Alesya dan dia pun menjawab nya.
[Master, saat ini anda sedang berhadapan dengan unit milik anda yang mana dalam perhitungan ku ada sekitar 8.000 jiwa dari berbagai ras dan itu belum dihitung unit yang tidak hadir.]
Mendengar itu, aku tersenyum sendiri.
"Pantas saja kamu menyarankan ku untuk menatap ulang Dungeon dan membuat struktur organisasi."
Sesaat kemudian, Luminox menegur ku lantaran dalam penglihatan nya aku sedang melamun.
"Tuan ku, sudah waktunya," ucap Luminox.
Mendengar itu, aku melepaskan lamunan dan memulai pidato yang mana sesaat itu juga semua yang hadir terdiam mendengar kan pidato ku.
__ADS_1
"Para hadirin sekalian. Terimakasih sudah hadir dalam acara peresmian kota Meiya ini. Kota ini aku buat hanya untuk satu tujuan yaitu memberikan tempat yang nyaman dan damai untuk semua ras yang ada disini.
Di Dungeon Ace ini tidak ada nama nya ras yang paling sempurna, paling kuat, paling cantik ataupun sebagai nya disini kita semua sama. Disini kita bisa tertawa bersama, berjuang bersama dan menangis bersama.
Aku Nolan Cahya, pemilik dari Dungeon Ace dan Asosiasi Tentara Bayaran akan menjamin dan menjaga kebersamaan kalian! Dan, sekarang mari kita rayakan!"
"Hooo!"
Lalu, aku pun selesai mengucapkan pidato itu dan sesudah nya, seruan tepuk tangan disertai seruan semangat berkumandang di seluruh kota.
Setelah itu, acara festival pendirian kota pun dimulai. Banyak orang yang ingin berbincang dengan ku namun, Callista dan seluruh keluarga ku membatasinya.
Lalu, aku pun juga bertemu dengan Lino dan kami pun duduk berhadapan di dalam sebuah bar.
"Lama tidak bertemu, Tuan Nolan," ucap Lino.
"Tuan Lino, apa kabar mu? maaf, beberapa hari ini aku sedang sibuk."
"Tidak masalah. Aku bisa mengerti dan juga aku tidak menyangka akan cucuku sudah seperti ibu nya walaupun umurnya masih setahun," ucap Lino yang menoleh kearah Arthur yang sedang berbincang dengan Satoru beserta beberapa tentara bayaran lainnya.
Aku pun juga mengikuti arah pandang nya.
"Maaf, mungkin hal itu mengejutkan anda."
Lino pun mengembalikan pandangan nya kearah ku. "Tidak, aku senang bisa melihat cucuku sontak berubah menjadi remaja hanya saja. Untuk masuk ke istana dan menjadi pangeran seperti nya sulit," ucap Lino.
Lalu, saat Lino berucap seperti itu. Flare yang berjalan dari belakang ku menyangkal nya.
"Ayahanda tidak perlu repot-repot untuk melakukan nya lantaran kami tidak membutuhkan nya," ucap Flare.
"Flare!" ucap Lino.
Lalu, Lino yang berada dibelakang ku sontak mencium kening ku setelah itu, dia memberikan dua gelas bir yang ada ditangan nya kepada ku dan kepada Lino.
Saat Lino bertanya itu, aku teringat akan status kebangsawanan dari Flare yang mana dia merupakan putri dari kerajaan Bellanova.
"Flare, kamu yakin tidak ingin kembali ke Istana?"
Mendengar pertanyaan ku, Flare membungkukkan badannya dengan tangan kanan di dada kiri.
"Tidak, Tuan ku. Hidup dan mati ku hanya untuk mu di Dungeon Ace ini," ucap Flare.
Lalu, Arthur mengikuti gerakan ibu nya.
"Maaf, Kakek. Aku juga tidak berharap kembali ke Istana. Aku lahir, hidup dan mati untuk ayahanda dan Dungeon Ace ini," sambung Arthur.
Melihat itu, aku pun berbangga hati memiliki istri dan anak yang setia.
Sesaat kemudian, Lino pun membungkukkan badannya juga.
"Jika, begitu aku titipkan putri dan cucuku kepada mu, Tuan Lino!" ucap Lino.
Melihat itu, aku juga membungkukkan badan.
"Iya, Tuan Lino. Aku pasti akan menjaga dan melindungi nya serta tidak akan membuat anda kecewa."
Setelah itu, Luminox datang. "Apa yang kalian lakukan? cepat nikmati pesta ini karena mungkin saja besok kalian akan menghadapi perang!" seru Luminox.
Mendengar itu, kami pun saling mengembalikan posisi badan kami dan saling bertukar senyum lalu, melanjutkan pesta kami.
Dan, pesta itu aku akhiri dengan bergulat diatas ranjang bersama ketiga istri ku.
__ADS_1