Reincarnation Become Dungeon Master

Reincarnation Become Dungeon Master
The Hidden Wars | Chapter 76. Putri Pertama


__ADS_3

...Chapter 76. Putri Pertama...


Aku saat ini berkumpul dengan ketiga istriku di Paviliun Taman yang mana Keisha sudah memberanikan diri untuk bergabung dengan Flare dan Luminox.


Lebih dari itu, Diagnosa Alesya mengatakan bahwa Keisha sudah mengandung yang masih berusia beberapa hari yang berarti sewaktu dia mabuk dan aku terpesona beberapa hari yang lalu.


Aku pun baru sadar bahwa junior ku sangat subur mungkin dikarenakan perjaka sampai di umur 42 tahun dan belum merasakan nama nya tidur bersama.


Disisi lain, aku bersyukur bahwasanya di dunia ini aku memiliki keluarga sendiri.


Selain Keisha, perut Flare dan Luminox semakin membesar jika dihitung ini sudah bulan ketujuh. Jika perhitungan normal, waktu lahiran tersisa dua bulan.


Dan, saat ini aku sedang mendengarkan perbincangan mereka.


"Tuan ku, bagaimana pendapat mu?" ucap Flare.


Saat Flare bertanya, lamunan ku terlepas yang mana saat itu, mereka sedang membahas mode pakaian mereka.


"Iya, bagus."


"Siapa?" tanya Keisha.


Lalu, ketiga istriku melihat ku dan aku baru sadar bahwa mereka sedang bersaing mode pakaiannya.


"Semua nya," jawabku dengan tawa kecil.


Luminox yang melihat ku pun tertawa kecil dan Flare bergumam pelan.


"Dasar!"


Keisha pun juga ikut tertawa kecil.


Dan, inilah kedamaian ku di dunia lain.


Beberapa saat kemudian, tiba-tiba perut Luminox sakit hingga dia terjatuh.


Aku dan lainnya sontak panik dan menghampiri nya.


"Luminox, kenapa kamu?" ucap ku saat mengangkat kepala Luminox.


Ditengah rasa sakit dan keringat dingin, Luminox menjawab nya.


"Seperti nya sudah mau melahirkan!"


Mengetahui itu, Flare langsung sigap.


"Callista, Elli!" seru Flare.

__ADS_1


Sesaat kemudian, Elli yang sebelumnya tidak ada dalam sekejap dia muncul dengan berlutut satu kaki.


"Iya, Nyonya Master!" jawab serempak Callista dan Elli.


"Cepat bawa, Kak Luminox ke kamarnya dan Elli lakukan persalinan!" seru Flare.


Lalu, Callista dan Elli menghampiri Luminox dan membawanya ke kamar.


Aku pun sontak berdiri dan ingin mengejar nya akan tetapi dihentikan oleh Flare.


"Tuan ku, selama proses persalinan. Anda tidak diizinkan untuk menemui kak Luminox," ucap Flare.


Mendengar itu, aku pun mengerti lantaran aturan itu sama seperti di bumi.


Meski panik dan gelisah, aku tetap menunggu nya di luar kamar Luminox ditemani Flare dan Keisha dengan berpegangan tangan untuk menenangkan ku.


Wajar saja aku gelisah karena ini anak pertama ku seumur hidup dalam dua kehidupan ini.


Setelah lama menunggu, aku pun mendengar suara tangisan bayi yang membuat aku beranjak dari kursi dan menghampiri pintu kamar.


"Syukurlah!"


"Iya, selamat Tuan Ku!" ucap Flare.


"Selamat, Tuan Ku!" sambung Keisha.


Lalu, saat melihat ku. Callista membungkukkan badannya.


"Selamat, Master! Seorang pewaris putri telah lahir," ucap Callista.


Mendengar itu, aku sontak senang dan bersemangat.


"Bolehkah aku melihat nya?"


Callista sontak mengembalikan posisi badannya dan berjalan kesamping lalu, mempersilahkan ku untuk masuk.


"Silahkan, Master!"


Aku pun sontak masuk kedalam kamar dan melihat Putri ku yang mana dia sedang digendong oleh Elli.


"Tuan ku!" ucap Luminox dengan senyuman yang mana dia tengah berbaring di atas kasur.


Aku pun tersenyum dan meminta putriku dari tangan Elli. Lalu, mengendong nya.


Saat melihat bayi mungil yang masih merah, aku tersenyum senang dan baru kali ini aku merasakan apa yang dirasakan oleh seorang ayah saat anak nya dilahirkan.


Flare dan Keisha juga sontak senang melihat Putri.

__ADS_1


Setelah itu, aku menghampiri Luminox dengan putri yang kugendong.


Lalu, Aku mengecup kening Luminox.


"Terimakasih, Luminox. Kamu telah melahirkan anak ku."


"Kebanggaan ku, Tuan Ku," jawab Luminox.


"Tuan Ku, siapa nama Putri kita yang lucu ini?" tanya Flare.


Aku pun tersenyum dan sudah memikirkan nama yang cocok.


"Aku akan memberikan nama Jeanne. Sosok pahlawan revolusioner." Lalu, aku melihat kearah Luminox. "Bagaimana menurutmu, Luminox?"


Luminox tersenyum dan mengangguk kepalanya, "Nama yang bagus. Jeanne."


Flare dan Keisha pun tersenyum.


Sesaat pemberian nama itu, tiba-tiba tubuh Jeanne bersinar yang melayang.


Aku yang melihat itu sontak panik.


"Apa yang sedang terjadi?"


Saat aku panik, Luminox memegang tangan ku. "Tenang saja, Tuan Ku. Jeanne sedang berevolusi."


Beberapa saat kemudian, cahaya dari tubuh Jeanne menghilangkan dan terlihat sosok gadis remaja seumur 16 tahun dengan rambut pendek putih dan merah yang melayang diatas kami tanpa mengenakan pakaian sehelai pun.


Aku dan lainnya sontak terkejut. Lalu, gadis itu membuka matanya dan berlahan turun.


Lalu, gadis itu berlutut satu dihadapan kami dan dia melihat ku dan Luminox.


"Ayahanda, Ibunda. Aku Jeanne. Siap untuk menjadi anak yang berbakti dan berguna untuk Ayahanda dan Ibunda!" ucap Jeanne dengan senyuman lebar.


Luminox tersenyum lebar, "Oh, sayang ku kamu sudah langsung besar."


Lalu, disisi lain aku terkejut.


"Ehhh?!"


Dan, anak gadis ku yang berumur satu hari kini terlihat seperti seorang gadis berumur 16 tahun.


Dunia ini memang aneh


...___...


Jeanne Cahya

__ADS_1



__ADS_2