
...Chapter 47. Strategi ...
Beberapa hari kemudian disaat aku sudah bersantai di Paviliun taman Lantai Lima bersama Luminox.
Tiba-tiba Neo datang di menghadap ku dengan berlutut satu kaki.
"Master, saya telah kembali!" seru Neo.
"Berikan laporan mu!"
"Baik." Neo pun menutup matanya. "Skill. Share Memori."
Setelah itu, aku melihat ingatan dari Neo yang mana perjalanan dia berhenti di sebuah hutan lebat yang tidak memiliki cahaya matahari. Masyarakat sekitar menyebut hutan itu, Hutan Hitam.
Setibanya disana, Neo dan tim nya menelusuri hutan dengan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan monster yang berkeliaran di hutan tersebut.
Dalam hutan itu, langkah Neo dan lainnya terhenti di sebuah tebing jurang yang mana di bawah jurang itu terlihat sebuah istana bergaya Eropa dengan dibawah nya terdapat ribuan Undead dan Manusia serigala.
Setelah beberapa lama memantau, Manusia Serigala tanpa tangan mengantarkan pesan ku dan mereka pun sontak huru-hara dan terlihat beberapa Pemimpin Undead dan Pemimpin serigala lainnya marah.
Tidak hanya itu saja, sosok pria tinggi yang memiliki ekor iblis datang dan memberikan perintah nya. Aku menduga dia calon Raja Iblis Clayman.
Dan, mereka sedang membuat ritual gerbang raksasa untuk ke sebuah tempat.
Prediksi ku, tempat yang mereka tuju ialah Dungeon Ace.
Aku yang telah memahami itu sontak membuka matanya dan memerintahkan Neo dan semuanya.
"Neo, Terimakasih laporan nya. Sekarang, bersiap di posisi mu!"
"Baik, Master," ucap Neo lalu, dia pun dalam sekejap menghilang.
Selanjutnya, aku memberikan perintah untuk Nier.
"Nier, tingkat kan pertahanan Dungeon ke tahap tertinggi!"
__ADS_1
"Baik, seperti yang anda perintahkan!" jawab Nier melalui telepati.
Setelah itu, aku menoleh kearah Miku yang ada dibelakang ku. "Miku, kamu juga bersiap!"
"Baik, Master!" jawab Miku. Lalu, dia pun menghilang.
"Tuan ku, aku merasa gelisah dan khawatir," ucap Luminox seraya melihat ku dengan tatapan sedih.
Aku pun memegang pipi kanan nya.
"Luminox, kamu tidak perlu khawatir. Keluarga kita adalah keluarga yang kuat dan pasti bisa mengalahkan siapapun jangan kan Raja Iblis, Dewa sekalipun tidak akan aku biarkan menyakiti keluarga ku terutama kamu."
Luminox tersenyum, "Tuanku, Aku pasti akan melindungi anda."
"Terimakasih."
Aku dan Luminox pun saling bertukar senyum.
Mendengar kecemasan Luminox, aku pun menjadi sedikit khawatir maka dari itu, aku bertanya kepada Alesya.
[Penilaian ... Master, kemungkinan menang anda 90 persen.]
Aku yang mendengar itu tidak menyangka Alesya menilai kemenangan ku mencapai sembilan puluh persen.
"Benarkah?!"
[Iya dan itu tergantung dengan strategi anda juga prediksi jika ada pasukan bantuan yang menyerang master.]
"Jadi, begitu. Kalau begitu, ajari aku!"
[Baik, Master.]
Setelah itu, aku diajarkan oleh Alesya tentang strategi dalam peperangan. Tidak hanya itu saja, Alesya menjelaskan secara rinci seusai dengan unit yang ku miliki.
Setelah pelajaran singkat itu, aku beranjak dari kursi dan diikuti oleh Luminox.
__ADS_1
"Tuan ku, anda ingin pergi kemana?" tanya Luminox.
"Aku ingin pergi ke lantai tiga bertemu dengan Gobta dan Goina untuk bersiap dan menyusun strategi."
"Boleh kah aku ikut?" tanya Luminox seraya menundukkan kepalanya.
"Aku senang kamu menemaniku."
Luminox pun tersenyum dan tersipu malu lalu, kami pun pergi ke lantai tiga.
Setibanya disana, aku memerintahkan Gobta untuk mengumpulkan semua Goblin dan saat semua berkumpul, aku terkejut yang mana jumlah Goblin yang ada di dungeon sekitar 3.000 Goblin.
"Gobta, apakah ini semua Goblin di Dungeon ini?"
"Ya, ada beberapa Goblin yang menikah dan memiliki anak. Ada juga Goblin yang dari luar karena mereka sanak saudara."
Mengetahui itu, aku pun tersenyum senang. "Pantas saja, Alesya yakin dengan pasukan ku. Jika pasukan Goblin dan para boneka yang telah ku buat di gabungkan menjadi satu batalyon mungkin bisa mengalahkan ribuan pasukan."
Aku jadi teringat sesuatu.
"Iya, This is Spartan."
Sesudah itu, aku menyusun strategi dengan para Goblin, Nier dan Neo.
Dan, beberapa hari kemudian Calon Raja Iblis pun datang dengan membawa ribuan pasukan dan berdiri didepan Goa tempat Dungeon ku berada.
Kehadiran mereka membuat langit yang terang menjadi gelap dan turun hujan disertai petir.
Aku yang sedang berada di lantai empat tersenyum senang.
"Mari kita mulai pesta!"
"Hooo!" seru seluruh unit yang akan ikut perang di seluruh Dungeon Ace.
..._____...
__ADS_1