
...Chapter 57. Evolusi Unit dan Permintaan Asosiasi Petualang....
Setelah Alesya mewujudkan diri sebagai Deus Machina, aku pun memberikan nya kamar khusus di mansion ku yang ada di lantai sembilan.
"Alesya, mulai sekarang ini adalah kamar mu!"
"Terimakasih, Master," ucap senang Alesya lalu, dia berlari dan melemparkannya tubuh nya diatas kasur dan berguling-guling diatas nya.
Melihat kelakuan Alesya membuatku tertawa kecil.
Dalam penjelasan Alesya, dia memiliki dua kepribadian yang mana saat dia sedang berada di dalam jiwa ku. Maka, tubuh nya akan berjiwa kanak-kanak dan tepat seperti penjelasan.
Alesya memberitahu aku sesuatu.
[Master, Unit Nier dan Unit Miku telah berhasil evolusi menjadi Ex Machina.]
"Benarkah, mari kita lihat!"
Aku pun sontak pergi ke pohon Evolusi untuk melihat perubahan Nier dan Miku. Setibanya aku disana, Nier dan Miku yang sedang mengumpulkan. Mereka sontak berlutut satu kaki dihadapan ku.
"Master!" ucap serempak Nier dan Miku.
Aku yang ada dihadapan mereka melihat perubahan nya yang mana rambut Nier berubah menjadi merah sedangkan, Miku berubah menjadi ungu.
"Iya, aku senang kalian bisa berevolusi dengan lancar. Terimakasih."
"Tidak, ini semua berkat anda," jawab serempak Nier dan Miku.
Seusai itu, aku pun meminta bantuan Alesya untuk memeriksa mereka.
"Alesya, tunjukkan kepada ku perkembangan skill Miku dan Nier.
[Master, inilah kekuatan dan skill milik Miku dan Nier ...]
Alesya pun menjelaskan semua skill nya yang cukup banyak terutama yang membuat ku tertarik ialah Ultimate Skill mereka.
Miku memiliki Ultimate Skill Thor.
Dan, Nier memiliki Ultimate Skill Odin.
__ADS_1
Saat melihat itu, aku sontak senang. Jika memiliki unit sekuat ini tidak akan ada lagi yang mengusik hidup damai ku dan lebih dari itu, aku tidak harus bersusah payah menghadapi krisis agar bisa bangkit lebih kuat.
Keberuntungan yang luar biasa.
Beberapa saat kemudian, Iris memanggilku melalui Telepati.
"Master, ada tamu yang ingin bertemu dengan anda!" ucap Iris.
"Apakah kamu tidak bisa menangani nya?"
"Master, ini masalah Asosiasi petualang yang ingin bekerja sama dengan Dungeon Ace," jawab Iris.
"Jadi, masalah itu. Baiklah, temui aku di ruang pertemuan Mansion Lantai satu!"
"Baik, Master," jawab Iris.
Sesudah itu, Aku mengembalikan pandangan kearah Miku dan Nier.
"Miku! Nier! Lakukan aktifitas seperti biasa!"
"Baik, Master!" jawab Miku dan Nier. Lalu, mereka berdua menghilang dalam sekejap.
Saat tiba disana, Vincent dan Iris beranjak dari kursi dan membungkukkan badannya kepada ku.
"Tuan Nolan," sapa Vincent.
"Master," sapa Iris.
"Iya, kalian duduklah!"
"Baik," jawab serempak Vincent dan Iris. Lalu, mereka pun duduk kembali.
Begitu juga aku duduk di kursi tengah.
"Lalu, ada keperluan apa sampai Tuan Vincent datang sendiri ke sini?"
"Tuan Nolan, aku membutuhkan bantuan mu untuk menaklukkan Gunung Putih yang sudah di huni oleh Goblin merah."
"Goblin merah?" batin ku.
__ADS_1
Dan, saat aku berpikir seperti itu. Alesya menjawabnya.
[Goblin merah adalah ras lanjutan dari Goblin hijau dan mereka memiliki tiga kali lipat lebih kuat dibandingkan dengan Goblin pada umunya.]
"Apa tujuan nya untuk menaklukkan markas mereka?"
"Master, sebenarnya gunung putih merupakan gunung garam untuk kerajaan Bellanova. Penjajahan Goblin itu membuat kerajaan mengalami krisis garam," jawab Iris.
"Aku mengerti. Pantas saja, Tuan Pablo membeli banyak garam dari Dungeon Ace."
"Benar, Master. Itu lah alasannya," jawab Iris.
"Jadi, kenapa dengan para petualang? Bukan kah, mereka mampu melawan nya!"
Vincent menggelengkan kepalanya, "Sudah beberapa kali para petualang mencoba menaklukkan nya namun, selalu berakhir dengan kematian dan para petualang wanita di prkosa oleh mereka," jawab Vincent.
"Jadi, begitu. Kelakuan mereka jauh lebih biadab dibandingkan dengan Goblin biasa."
"Iya. Maka dari itu, aku tidak ingin ada korban jiwa lagi dan aku perwakilan Asosiasi petualang ingin meminta bantuan dari Tuan Nolan dan Asosiasi Tentara Bayaran nya untuk menaklukkan nya," ucap Vincent yang diakhiri dengan menundukkan kepalanya.
"Tentu saja, aku akan membantu dengan harga yang pantas."
"Berapa penawaran, Tuan Nolan?"
"Satu Juta Vale."
"Baiklah, aku terima Penawaran anda, Tuan Nolan," jawab Vincent.
"Terimakasih. Aku akan mengirimkan seseorang ke sana."
..._____...
Miku (Ex Machina)
Nier (Ex Machina)
__ADS_1