
...Chapter 77. Penyusup adalah Raja Elf....
Saat tengah malam dan aku sedang tidur nyenyak. Alesya memberi peringatan.
[Master, ada Penyusup.]
Mendengar itu, aku sontak membuka mata dan bangun dari rebahan.
"Siapa?"
Sesaat kemudian, Alesya memunculkan layar yang mana terlihat sosok pria ras Elf datang bersama beberapa pasukan nya.
Terlihat dari sosok nya. Ada kemungkinan dia sosok petinggi kerajaan Elf.
"Callista! Muru! Sambut dia!"
"Baik, Master!" jawab serempak Callista dan Muru.
Sesaat kemudian, Callista dan Muru muncul dihadapan petinggi Elf tersebut.
"Selamat datang di Dungeon Elf! Ada keperluan apa datang ke sini? Bahkan mengunakan Extra Skill - Kabut penenang agar tidak terlihat kedatangan anda," ucap Callista.
Pria Elf itu tersenyum, "Aku juga tidak menyangka akan bertemu seorang Primordial Demon di Dungeon ini."
Callista tersenyum dan menundukkan kepalanya. "Saya disini hanya Pelayan tidak lebih. Jadi, siapa anda? Dan, ada keperluan apa dengan Dungeon Ace? Jika anda ingin menaklukkan Dungeon maka anda harus melawan kami dahulu," ucap dingin Callista.
"Maaf, aku belum memperkenalkan diri. Aku Esther Luvierte Leadle . Raja dari kerajaan Elf. Ingin bertemu dengan Tuan Dungeon Nolan?" ucap Esther yang diakhiri dengan membungkukkan badannya.
__ADS_1
"Ada perihal apa?" tanya ketus Callista.
"Dungeon kabut," jawab Esther.
Mendengar jawaban itu, aku pun menjadi penasaran dan mengizinkan nya untuk bertemu dengan ku di ruang pertemuan.
"Callista, izin kan mereka sesuai peraturan!"
"Baik, Master!" jawab telepati Callista. Seusai menjawab ku, Callista menjawab Esther. "Tuan Esther, Master mengizinkan bertemu dengan mu dan anda harus membawa satu pendamping untuk pertemuan ini!" seru Callista.
"Iya, aku mengerti," jawab Esther.
Setelah itu Esther memilih satu orang sesudah itu pergi ke tempat pertemuan. Disisi lain, aku juga bersiap dan meminta Miku menemani ku.
Disaat melihat nya, aku beranjak dari kursi dan memberikan sambutan dengan menundukkan kepala.
"Selamat datang, Raja Elf Esther. Aku Nolan Cahya pemilik dari Dungeon dan desa ini!"
Melihat yang menundukkan kepalanya untuk menyambutnya. Langkah Esther pun terhenti dan menundukkan kepalanya.
"Terimakasih, Tuan Nolan telah menyambut ku dan berkenan bicara dengan ku," jawab Esther.
"Silahkan duduk!"
Esther pun mengembalikan posisi badannya lalu, berjalan kearah bangku yang kosong dan duduk disana. Melihat itu, aku pun duduk kembali.
__ADS_1
Dan, pembicaraan kami dimulai yang mana aku yang memulai nya.
"Tuan Esther, apa yang kamu ingin tahu tentang Dungeon kabut?"
"Ah, Iya. Aku tahu bahwa Tuan Nolan memiliki Dungeon Kabut," ucap Esther dengan tatapan tajam dan tersenyum kecil melihat ku.
"Eh .. Menarik! Seorang raja Elf yang sangat jauh disana mengetahui informasi ini."
"Oh, iya. Mistress Hutan peri menitip salam untuk anda, Mister Robot," ucap Esther.
Mendengar itu, aku sedikit terkejut. "Mistress Hutan peri? Apakah maksud anda dia seorang Dungeon Master?"
"Iya, dia Ibu ku dan pemilik Dungeon peri," jawab Esther.
Apa?! ibu? Mungkin kah Mistress Hutan Peri sudah berumur ratusan tahun. Eh ... aku jadi penasaran dengan sosok nya.
"Oh, begitu. Jadi informasi tentang Dungeon kabut dari ibu mu?"
"Benar sekali, Tuan Nolan. Maka dari itu, kami meminta tolong kepada Anda!" ucap Esther.
"Meminta tolong apa?"
"Buatlah Dungeon api, Dungeon Air, Dungeon Tanah dan Dungeon angin. Lalu, Dengan gabungan Dungeon Kabut dan Dungeon elemen maka Dungeon anda akan terhubung dengan Dungeon Kuil Kuno. Lalu, aku ingin bertemu dengan penguasa kuil itu!" Seusai mengatakan itu, Esther beranjak dari kursi nya dan membungkukkan badannya kepada ku. "Aku mohon kemurahan hati Tuan Nolan dan Tolong kami! Aku Mohon!"
Dan saat melihat nya, aku pun terserang dilema yang mana sebenarnya aku tidak mengerti tujuan mereka dengan Dungeon Kabut. Namun, jika aku menolak nya mungkin akan kehilangan kesempatan lagi untuk bekerjasama dengan kerajaan Elf.
Alesya, apa yang harus kulakukan?!
__ADS_1