
...Chapter 82. Ifrit, Penjaga Kuil Api Kuno....
Saat ini aku bersama Callista dan Muru berada di Dungeon Kuil Kuno api dan kami harus menghadapi uji tanding yang pinta oleh penguasa kuil.
Sosok monster besar yang tegap berjalan dengan dua kaki dan memiliki tanduk yang besar.
"Aku Ifrit. Menantang kamu untuk bertarung dengan ku!"
Aku yang melihat dan mendengar itu hanya memberikan senyuman.
"Maaf, aku seorang Dungeon Master tidak bisa bertarung tapi, para pelayan ku yang akan menggantikan ku. Apakah tidak masalah?"
"Tidak masalah. Dungeon kuat harus memiliki unit yang kuat. Majulah wahai penyusup!" ucap tantang Ifrit.
Lalu, aku menoleh kebelakang.
"Callista, Muru. Lawan dia tapi jangan dibunuh!"
"Baik, kami mengerti!" jawab serempak Muru dan Callista.
"Blade Wolf!"
__ADS_1
Sesaat kemudian muncul serigala robot dari bayangan ku.
"Lindungi aku!"
Lalu, Blade Wolf memasang posisi siaga.
Sesaat aku memberikan perintah, Callista dan Muru sontak berlari kearah sisi kanan dan kiri Ifrit. Lalu, Ifrit melihat ke kanan dan kiri setelah itu, dia pun memutuskan untuk menyerang Muru dengan beberapa bola api hitam dari mulut nya.
Melihat itu, Muru menghentikan langkahnya dan tersenyum setelah itu, dia mengeluarkan skill untuk menghadapi serangan bola api hitam tersebut.
"Unique Skill. Gluttony!"
Sesaat kemudian tangan Muru berubah menjadi gel yang besar dan menelan api hitam tersebut.
Melihat itu, Ifrit sontak terkejut. "Cepat nya!" gumam Ifrit dan dia pun melesatkan sihir perisai api hingga ratusan pisau itu hancur terbakar.
Serangan pun tidak berhenti disitu, Muru dalam sekejap sudah berada di dekat Ifrit lalu, melesatkan pukulan yang dilapisi oleh Gluttony kearah perisai sehingga perisai itu tertelan oleh skill Muru.
Hal itu membuat Ifrit mundur beberapa langkah dan tiba-tiba tangan kedua tanduk nya patah yang mana serangan itu dilakukan oleh Callista tanpa Ifrit sadari.
"Sejak kapan?!" gumam Ifrit.
Melihat Ifrit yang sudah terdesak, aku pun menghentikan serangan.
__ADS_1
"Callista, Muru! Hentikan serangan!"
Mendengar itu, Mereka sontak menghentikan serangannya dan kembali berdiri dibelakang ku.
"Bagaimana Tuan Ifrit? apakah masih ingin melanjutkan?"
Mendengar ucapan ku, Ifrit tertawa senang. "Hahaha.... menarik! baru kali ini ada seorang unit Dungeon sekuat ini dan memiliki kerjasama yang baik. Aku mengaku kalah kepada mu, Tuan Dungeon dan Siapa namamu?"
"Aku Nolan Cahya, Pemilik dari Dungeon Ace."
"Tuan Nolan kah. Jadi, ada keperluan apa bertemu dengan ku?" tanya Ifrit.
"Aku ingin mencari tahu tentang raja iblis yang terkubur di Dungeon kabut ini."
Lalu, Ifrit pun menjelaskan informasi yang dimiliki nya.
Nama Raja Iblis itu Revenger, Sang Iblis pembalas dendam. Ribuan tahun yang lalu, dia telah membumihanguskan dunia ini meski begitu para ras lain tidak tinggal diam mereka membuat sekutu dengan beberapa ras diantara ras Manusia, Warbeast (manusia setengah hewan), Elf dan Dwarft.
Keempat ras ini saling bekerja sama untuk melawan Invasi raja iblis Revenger yang mana dia memiliki pasukan yang sangat kuat dan selama perang beberapa abad pasukan sekutu berhasil mengalahkan Revenger dan pasukan meski mereka tidak bisa membunuh Revenger, Mereka pun membuat sebuah Dungeon yang peruntukan mengurung Raja Iblis itu dan Dungeon itu tidak lain ialah Dungeon Kabut.
Begitu lah informasi yang kudapatkan dari Ifrit.
Setelah itu, aku pun kembali ke perpustakaan dan setibanya disana buku Dungeon Kabut halaman empat telah terbuka dengan tipe Dungeon Air.
__ADS_1