
...Chapter 28. Gadis desa....
Beberapa hari kemudian, aku yang tengah meneliti ramuan penyembuhan dikejutkan oleh peringatan dari Petapa Agung.
Ding!
[Peringatan. Penyusup telah datang.]
Aku pun berpikir itu monster ataupun petualang pemula maka dari itu, aku mengabaikan nya namun, tanpa perintah dari ku Petapa Agung memunculkan layar udara kamera pengawas.
Lalu, terlihatlah seorang gadis yang berlari tanpa membawa senjata kedalam Dungeon dalam kondisi penuh luka dan sebagian pakaian nya terbakar.
Melihat keadaan nya membuat ku Iba lalu, aku menyuruh Callista untuk mendatangi dan mengajaknya ke Mansion Lantai satu.
Lepas dari permasalahan itu, aku telah membuat satu kamar apartemen dengan ukuran 3 kamar di lantai Empat sebagai tempat tinggal Keisha.
Hal itu aku lakukan sejak permintaan maaf ku kepada Keisha karena aku tidak bisa bercinta dengan nya. Dia pun mengerti dan sebagai gantinya dia meminta untuk aku melatih nya. Aku pun menyetujui dan menyerahkan nya kepada Nier.
Begitu lah kisah kecil Keisha dan kembali fokus kepada gadis yang datang ke Mansion. Setibanya, di Mansion Callista mengunakan sihir penyembuhannya untuk mengobati luka-luka nya dan membuat gadis itu memohon-mohon kepada Callista.
__ADS_1
"Nona, anda pasti orang yang kuat! Tolong selamatkan desa saya!" pinta gadis desa.
"Itu bukan urusan ku. Aku hanya menuruti perintah Master," ucap Callista dengan tatapan dingin hingga membuat gadis desa menjadi sedikit takut.
Tidak lama kemudian, aku datang dengan pengawalan Miku dibelakang ku.
"Hai, gadis desa.Selamat datang di Dungeon ku! Aku Nolan, pemilik Dungeon. Kenapa kamu datang kesini? Dan, apa terjadi?"
Disaat aku bertanya itu dan masih posisi berdiri didekat nya tiba-tiba dia memelukku.
"Tu- Tuan Nolan, Tolong selamat kan desaku!" seru gadis seraya menangis didalam pelukan ku.
Lalu, tidak lama kemudian. Aku melepaskan pelukan dan memegang kedua bahunya.
"Ada apa? cerita kan kepadaku?" ucap ku seraya mengusap air mata di pipinya dan dia pun berhenti menangis.
Callista yang melihat itu, dia pun memberikan minuman hangat kepada gadis itu dan dia pun menerima nya.
Setelah tenang, aku duduk dihadapan nya dan dia mulai bercerita yang mana dalam cerita nya.
__ADS_1
Dia berasal dari desa yang ada disebelah barat Dungeon ini dan desa itu diserang oleh para bandit dengan tujuan mencari menculik gadis muda dan menjual nya sebagai budak.
Para penjaga dan pria yang ada di desa itu banyak yang mati karena membela desa mereka sedangkan, para wanita, anak-anak dan orang tua berhasil melarikan diri meski begitu, hanya masalah waktu untuk para bandit menemukan nya.
Maka dari itu, warga yang selamat meminta gadis yang memiliki lari cepat pergi menuju Kerajaan namun, ditengah perjalanan dia bertemu dengan bandit dan melarikan diri ke Dungeon ini.
Setelah bercerita, gadis itu terdiam lalu, tidak lama dia beranjak dari kursinya dan melepaskan semua pakaiannya hingga dia telnjang hingga buah dada dan alat vital nya terlihat jelas.
Aku terkejut dan terdiam saat melihat tindakan nya itu. "Oi, apa yang kamu lakukan?"
Gadis itu tidak mempedulikan ucapan ku dan meminta ku, "Aku akan menyerahkan tubuh ini kepada Tuan Nolan sebagai bayarannya. Maka dari itu..." gadis itu berjalan kesamping dan bersujud.
"Selamatkan lah desa dan keluarga ku! saya Mohon!"
"Ehh?!"
Dan, sesuatu yang merepotkan pun terjadi.
...______...
__ADS_1