
...Chapter 43. Menyembuhkan Raja Bellanova....
Saat ini aku sedang berada di salah satu kamar mansion lantai satu.
Dan setibanya disana, Aku melihat Lino yang sudah berbaring yang mana itu dibantu oleh Callista dan Flare duduk disampingnya dengan meratap sedih melihat keadaan Ayah nya.
"Nona Flare, apa yang sedang terjadi?"
Saat aku mengatakan itu, Flare melihat ku dengan tatapan sedih dan air mata jatuh di pipinya.
"Tuan Nolan, aku mohon selamatkan, Ayahku!"
Disaat melihat tangisan dari Flare, aku pun menghampiri nya bersama Luminox di samping ku.
"Kamu tidak perlu khawatir. Ayah mu akan sembuh."
Seusai itu, Aku melihat kearah Luminox.
"Luminox, sembuh kan dia!"
"Seperti permintaan mu, Tuan Ku!" jawab Luminox yang menundukkan kepala nya.
Setelah itu, Luminox mendekati Flare dan mengusap air matanya.
"Kamu tidak perlu menangis selama ada Tuan ku pasti semua permasalahan terselesaikan," ucap Luminox.
Flare yang mendengar itu, dia mengangguk kepalanya. Lalu, melihat kepada ku dan memberikan senyuman nya.
Aku pun juga membalas nya dengan senyuman.
__ADS_1
Setelah itu, Luminox mendekati Lino yang sedang berbaring. Dia terlihat pucat dan mengeram kesakitan.
Dan, sosok pria tinggi yang berdiri didekat Flare memberitahu sesuatu.
"Nona, dia terjangkit kutukan abadi. Semua sihir penyembuhan telah dilakukan tapi tidak berhasil," ucap pria tinggi.
"Tidak perlu khawatir. Luminox, bisa menyembuhkan nya."
Mendengar itu, Luminox menoleh dan tersenyum kepadaku.
Setelah itu, Luminox menempelkan tangan di dahinya seraya merapalkan skill nya.
"Unique Skill. Recovery."
Sesaat merapalkan itu, tangan Luminox bersinar hijau dan sinar itu menghisap asap hitam yang keluar dari dahinya hingga Lino tidak geram kesakitan lagi dan wajah yang yang pucat kembali seperti sedia kala.
"Recovery?" kaget pria tinggi.
"Penyakit ini seperti mimpi!" ucap Lino seraya bangun dari rebahan nya.
Flare yang melihat itu sontak memeluk Lino, "Ayah!"
"Flare! Syukurlah, kamu baik-baik saja!" jawab Lino seraya melepaskan pelukannya Flare dan memegang pipinya.
Flare pun menjawab dengan anggukan kepala saja.
Setelah itu, Lino melihat kearah ku.
"Tuan Nolan, Terimakasih telah menyembuhkan penyakit ku," ucap Lino seraya membungkukkan badannya.
__ADS_1
Dan, sikap Lino itu di ikuti oleh Flare dan pria tinggi.
Aku pun memberikan senyuman kepada mereka.
"Kita adalah teman. Tidak perlu sungkan dan berterimakasih lah kepada Istri ku, Luminox."
Lino pun mengalihkan pandangannya ke arah Luminox dan membungkukkan badannya. Flare dan Pria tinggi mengikuti nya.
Sepintas aku mendengar gumam nya Flare, "Sudah punya istri?"
Meski aku mendengar perkataan itu, aku mengabaikan nya dan beralih ke topik yang lain.
"Sebenarnya, apa yang terjadi? kenapa kamu terluka?"
"Itu ... "
Dan, Lino pun menjelaskan kronologi nya yang mana tujuan Lino dan kelompoknya memang pergi ke Dungeon ku untuk bertamu.
Namun, ditengah perjalanan mereka bertemu dengan segerombolan Manusia serigala dan terjadilah bentrok dan pertarungan diantara mereka.
Akan tetapi segerombolan Manusia Serigala menyerang nya dan membuat Lino teracuni oleh sihir kutukan dan semua pasukan yang menjaga Lino tewas untuk melindungi Lino agar bisa melarikan diri.
Flare yang ahli dalam berkuda, dia pun mengambil alih kusir yang mana sebelumnya pria tinggi yang berdiri dekat Flare bernama Desmond, seorang penyihir dan kusir pribadi.
Begitu lah cerita nya ...
Namun, dalam cerita itu ada suatu hal yang mengganjal.
"Tuan Lino, sebenarnya apa tujuan anda? Sampai mempertaruhkan nyawa anda untuk pergi ke Dungeon ku."
__ADS_1
"Tuan Nolan, kerajaan kami sedang berperang dengan kerajaan Salvation maka dari itu, aku ingin membuat perjanjian diplomasi dengan anda."
...____...