Reincarnation Become Dungeon Master

Reincarnation Become Dungeon Master
The Hidden Wars | Chapter 59. Ultimate Skill Osiris


__ADS_3

...Chapter 59. Ultimate Skill Osiris...


Disaat Gobta menjalankan misi penaklukan, dia pun tanpa pandang bulu membantai semua nya kecuali anak-anak dan wanita.


Maka dari itu, di lantai tiga - desa Goblin. Gobta membawa beberapa anak Goblin merah dan Goblin betina dalam kondisi terikat dan berlutut dihadapan ku.


"Maaf, Master. Saya tidak bisa membunuh mereka," ucap Gobta.


"Dasar tidak berguna! Master, jika anda memerintahkan untuk membunuh mereka maka saya akan laksanakan!" ucap Goina yang menundukkan kepalanya.


Disisi lain, Aku melihat para anak-anak Goblin merah dan ibu nya ketakutan mendengar ucapan


Sebenarnya, aku merasa iba dan kasihan terhadap mereka akan tetapi, jika aku membiarkan hidup akan membalas dendam kepadaku karena aku telah membunuh ayah dan suami mereka.


Mendengar keluhan ku itu, Alesya memberikan solusi melalui Telepati dan saat ini tubuh Alesya sedang bersantai di kamarnya.


[Master, saya sarankan anda untuk mengunakan Osiris untuk mencuci otak nya dan merubah ingatan nya.]


Mendengar itu, aku sontak terkejut.


"Eh? benarkah? aku bisa melakukan hal seperti itu?"


[Tentu saja, Master. Ini karena master terlalu malas untuk memeriksa dan mengunakan skill anda.]


"Hehehe... Maaf."


Lalu, aku pun memberikan keputusan.


"Tidak perlu Goina. Aku akan mengampuni mereka dan.." Aku jongkok untuk menyamakan ketinggian dengan pada Goblin merah. "Aku harap kalian melupakan kejadian di goa dan patuh lah dengan ku."


Lalu, aku pun mengaktifkan ultimate Skill ku.


"Osiris."

__ADS_1


Saat mengaktifkan skill itu, aku pun seakan-akan dibawa ke dunia yang penuh tulisan dari garis asap. Lalu, Aku pun mencari tulisan tentang di Goa dan saat menemukan nya, aku menghapusnya dan menulis ulang dengan keluarga nya dibantai oleh para petualang dan aku menyelematkan nya


Setelah itu, penulisan selesai dan aku pun membuka mata begitu juga para Goblin.


"Lepaskan dia!"


Gobta yang mendengar ku, dia pun sontak melepaskan ikatannya.


Para Goblin merah pun sontak berlutut satu kaki dihadapan ku.


"Master, terimakasih atas pengampunan anda dan anak-anak ku pasti akan lebih kuat untuk bisa mempertahankan ras kami dari para manusia biadab!" ucap Goblin merah betina.


"Baiklah, aku menantikan dan mulai hari kamu pemimpin Goblin merah dan kuberi nama Goblina.


"Terimakasih banyak, Master."


Setelah itu, Gobta dan Goina juga berlutut serta para Goblin yang melihat ku.


Aku pun memberikan senyuman kepada mereka semua.


Memahami kemampuan ku dalam memanipulasi mental dan ingatan. Aku pun pergi ke labirin lantai satu yang mana disana juga ada sebuah penjara yang mana aku telah mengurung Bruno, ketua bandit dan Clemente, pengawal pribadi Clayman.


Setibanya disana, aku melihat mereka dalam kondisi mengenaskan. Aku tidak peduli dengan hal itu karena hal itu setimpal dengan kejahatan nya.


Lalu, aku pun menoleh kesamping melihat Callista lalu, dia mengerti dari maksud tatapan ku dan Callista membuka pintu jeruji Clemente. Lalu, aku pun masuk kedalam nya.


Setibanya didalam, aku menyapa nya.


"Hei, Clemente. Apakah kamu akan tunjuk kepada ku?"


"Tidak akan pernah. Aku pasukan pembunuh dari Kerajaan Iblis tidak akan pernah tunduk dengan seorang Dungeon Master Rendahan seperti mu!" jawab ketus Clemente.


"Oh, begitu. Aku mengerti royalitas mu maka dari itu, aku ingin kamu bekerja untuk ku."

__ADS_1


Clemente sontak melihat ku, "Hah!"


Seusai itu, aku pun meluruskan tangan dan merapalkan skill.


"Osiris."


Saat mengunakan skill itu, aku merubah sosok yang penting bagi diri nya. Ku rubah menjadi sosok diriku dan guru yang mendidik untuk menjadi pembunuh adalah Neo.


Dan, proses Osiris pun usai.


Saat Clemente membuka mata, dia sontak berlutut satu kaki dihadapan ku.


"Master, terimakasih telah mengunjungi ku," ucap Clemente.


"Bagus, aku bersyukur kamu selamat!"


"Ini berkat Master," jawab Clemente.


"Sekarang, aku memberikan perintah kepada mu untuk memata-matai kerajaan Iblis!"


"Baik, master," jawab Clemente. Lalu, dia pun pergi meninggalkan Dungeon.


Memahami skill ku yang luar biasa. Aku bisa saja membuat Harem sebanyak mungkin tapi hal itu sangat merepotkan.


Dua saja sudah memusingkan.


Setelah berpikir seperti itu. Aku lanjutkan rencana ku dan kali ini kepada Bruno. Dia sudah merasa ketakutan dengan ku terutama saat dia melihat pencucian otak terhadap Clemente.


Meski begitu, aku tidak mempedulikan nya dan mencuci otak nya. Setelah berhasil, aku menyuruh nya kembali ke perkumpulan bandit dan kembali memimpin kumpulan bandit agar pasukan bandit menjadi pasukan luar dari Dungeon Ace.


Dan, semua rencana ku berjalan dengan lancar. Setelah itu, aku kembali berendam diri dan menyegarkan badan.


Berendam di air panas memang terbaik.

__ADS_1


__ADS_2