Reincarnation Become Dungeon Master

Reincarnation Become Dungeon Master
Dungeon Master| Chapter 34. Unique Skill - Love


__ADS_3

...Chapter 34. Unique Skill - Love ...


Saat ini aku sedang memeriksa dan meminta penilaian dari Alesya. Disaat Alesya memeriksa banyak aspek Dungeon ku yang masih harus diperbaiki.


Diantaranya, Aku harus membuat lantai Factory untuk menyimpan pasukan unit dalam kondisi Stand by dan unit yang bisa memilih kondisi itu adalah unit bertipe boneka, robot dan sejenisnya.


Maka dari itu, aku pun membuat lantai Factory di lantai tujuh dan Lantai rumahku berpindah ke lantai delapan.


Selain itu, Alesya mengatakan Dungeon belum memiliki unit penyihir yang mana jika tidak ada unit sihir. Aku akan kewalahan menghadapi penyusup yang kebal dengan kekuatan fisik.


Maka dari itu, aku pun memutuskan untuk membuat unit jenis baru dan percobaan baru yang mana aku ingin membuat unit Drone.


Di pusat lantai Factory, aku membuat nya.


"Create Doll."


Dalam pembuatan nya, aku membayangkan bentuk drone dari salah satu game yang pernah ku main di kehidupan ku sebelumnya.


Disaat bentuk unit sudah sempurna, aku pun mewujudkan nya.


Sesaat kemudian, muncul drone dengan bentuk bintang dan terdapat mata Ditengah nya.



Melihat sosok nya yang melayang di hadapan ku, aku sontak senang.


"Yatta ... aku berhasil membuat Drone di dunia lain ini."


[Apakah anda ingin menempatkan skill sihir didalam nya?]


"Tentu saja, Aleysa. Tempatkan empat skill sihir elemental. Sihir Api, Sihir Tanah, Sihir Air dan sihir Angin."


[Baik, master.]

__ADS_1


Setelah Aleysa menempatkan skill sihir. Aku pun tidak sabar ingin menguji nya maka dari itu, aku membuat Drone yang sama dan kemampuan yang sama juga.


Setelah itu, aku memerintahkan kedua Drone itu untuk adu tanding dan mereka pun saling bertukar serangan sihir seperti pedang air, Peluru api dan sebagainya.


Karena mereka memiliki kemampuan dan kekuatan yang sama. Adu tanding itu pun tidak ada yang menang atau pun kalah.


Melihat keberhasilan itu, aku membuat series nya dan sekitarnya 30 unit ku buat dengan tipe dan kekuatan yang sama.


Seusai aku membuat unit dan lantai baru. Kebosanan pun datang kembali maka dari itu, aku memutuskan untuk memeriksa keadaan desa manusia di lantai lima.


Setibanya disana, aku dikejutkan dengan kebersamaan Manusia, Slime dan Goblin yang mana mereka saling bekerja sama untuk membangun sesuatu, memanen dan beberapa kegiatan lainnya meski keberadaan manusia baru 10 hari Dungeon ini, aku cukup bangga melihat mereka.


"Wuahh... pemandangan yang cukup menyenangkan. Bagaimana ini bisa terjadi?"


[Hal ini bisa terjadi lantaran master telah memberikan nama Dungeon yang mana saat itu juga semua bahasa menjadi satu sehingga mereka bisa berkomunikasi satu sama lain terlebih lagi karena peraturan master.]


"Jadi begitu, aku mengerti. Aku mengerti dan memang cara bicara mu lebih lancar, Alesya."


[Itu hanya imajinasi Master saja.]


Setibanya disana dan melangkah kedalam desa, semua unit baik manusia, Goblin dan Slime menghentikan aktifitas sementara untuk menghormati ku setelah aku melewati nya, mereka melanjutkan aktivitas nya.


Aku pun terkagum melihat kecepatan merek bekerja dalam membangun desa yang mana sudah terlihat banyak bangunan rumah kayu. Setelah itu, aku pun tiba di klinik dan ada sesuatu yang lebih mengejutkan lagi yaitu melihat Luminox yang sedang merawat yang menyembuhkan beberapa manusia yang terluka.


Aku yang melihat nya berdasar disisi pintu dan melihat aktivitasnya.


"Heal!" rapal Luminox yang menyembuhkan luka lecet seorang anak kecil.


"Wuahh ... sembuh total. Terimakasih, Kak Luminox," ucap anak kecil dan dia langsung berlari keluar bersama dengan teman nya.


Saat melihat anak kecil itu keluar, Luminox menyadari kehadiran ku. Dia sontak menghentikan aktifitas nya dan menghampiri ku.


"Tuan Nolan!" sapa Luminox seraya menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Luminox, apakah hari mu menyenangkan?"


Luminox mengembalikan pandangan kearah ku dan tersenyum. "Iya, sangat menyenangkan. Tapi ..." Luminox menundukkan kepalanya dengan wajah yang sedih.


"Ada apa?"


"Aku tidak bisa menyembuhkan beberapa orang," jawab Luminox. Lalu, dia menoleh kesamping yang mana aku melihat ada beberapa manusia yang tangan atau kakinya terputus.


"Andai aku memiliki kemampuan yang lebih tinggi lagi ..." sambung Luminox.


Mendengar keluhan itu membuat ku terpikir apakah aku bisa membantu meningkatkan kekuatan nya?


Disaat aku memikirkan itu, Alesya pun memberikan jawaban nya.


[Kekuatan Luminox bukanlah sihir suci melainkan Unique Skill Love milik nya. Dalam cinta ada terang dan gelap, Kesucian dan Dosa. Unique Skill ini memiliki kekuatan kedua nya.]


"Lalu, bagaimana cara meningkatkan nya?"


[Menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta nya. Jika seorang pemilik skill tidak memiliki cinta maka sihir dan kekuatan nya akan tersegel oleh skill itu sendiri.]


"Oh, pantas saja. Luminox dikucilkan dan mungkin, setibanya disini dia menemukan rasa cinta?"


[Benar sekali dan rasa cinta itu untuk anda, Master.]


Mendengar itu, aku tidak mempercayai nya dan kupikir Alesya hanya menggoda ku saja.


"Eh ... Jangan bercanda! Tidak mungkin, dia suka kepada ku."


[Master, saya tidak bercanda.]


"Serius?!"


[Saya serius.]

__ADS_1


"Ehh?!"


Dan, kupikir ini baru pertama kalinya. Aku mendengar ada wanita yang menyukai ku.


__ADS_2