
...Chapter 98. Cincin Reinkarnasi...
Hei, Aku Nolan Cahya. Pemilik dari Dungeon Ace yang mana semakin hari Dungeon ku semakin kuat mungkin tanpa ada aku di Dungeon ini masih bisa bertahan dari invansi sekuat apapun.
Memikirkan hal itu, aku pun merebahkan diri diatas kasur yang besar seorang diri.
Semua keinginan ku sudah terkabul dan hanya satu hal yang kurang. Aku ingin menjelajahi dunia tapi itu suatu hal yang tidak mungkin terlebih lagi aku memiliki Ultimate Skill Astaroth yang mana jika aku melakukan pekerjaan maka kekuatan dari skill itu berkurang.
Ditengah memikirkan hal itu, aku pun jadi teringat kepada senior Dungeon Master.
"Hah, benar juga. Aku sudah lama sekali tidak melihat group chat Komunitas Dungeon."
Setelah itu, aku bangun dari rebahan lalu, bersandar di tepi atas kasur dan membuka group chat yang mana aku melihat para senior sedang membahas Pahlawan Ren dan kelompok nya sedang menaklukkan beberapa Dungeon sehingga banyak Dungeon yang hancur.
Melihat itu, aku pun mencoba untuk ikut serta dalam pembahasan nya yang mungkin saja aku bisa membantu beberapa senior.
[Group Chat Komunitas:
Mister Robot: Hei, apa kabar semua? Maaf, baru hadir di komunitas.
Master Chaos: Wuah! ada Bro Robot, apa kabar? kami sudah banyak mendengar pencapaian mu yang luar biasa.
Mister Robot: Pencapaian?
Mistress Dungeon Harem: Aish, tidak perlu merendah Menantu Luar biasa ku.
Mister Robot: Maaf, aku sungguh tidak tahu.
Master Penjara Demihuman: Oke. Beberapa kabar yang kami dapatkan bahwa kamu telah mendapatkan gelar ...
Dungeon Terkuat.
Dungeon Terkaya.
Dungeon yang paling difavoritkan.
Bahkan, kamu berhasil membunuh Raja Iblis Revenger.
Mister Robot: Benarkah, aku malah tidak tahu. Wkwkw. Maaf.
Master Chaos: Dasar Bro robot! Tapi, berhati-hatilah! Dungeon pun semakin menonjol mungkin akan membuat para pahlawan datang menyerang Dungeon mu.
Mistress Dungeon Harem: Saat ini kami sedang berduka. Ada kabar bahwa Mistress Hutan Peri diserang oleh Raja Iblis Alchia.
Mister Robot: Apa?! Mistress Hutan Peri? Lalu, bagaimana keadaan nya?"
Mistress Hutan Peri: Dungeon nya telah di tutup untuk sementara waktu dan kerajaan Elf dalam keadaan porak poranda. Meski begitu, kami tidak mendapatkan kabar bahwa Dungeon berhasil ditaklukkan. Aku pikir Mistress Hutan Peri masih hidup.
Mister Robot: Syukur, aku mendengar nya.
Mistress Dungeon Harem: Memang Bro Robot ada urusan apa?
Mister Robot: Tidak ada. Oiya, aku ingin bertanya. Apakah para senior tahu, bagaimana cara nya para Dungeon Master terdahulu keluar dari Dungeon nya?
Master Chaos: Yakin kamu ingin keluar? Soal nya jika keluar dari Dungeon dan saat kamu keluar Dungeon maka secara otomatis kamu akan mati!"
Mister Robot: Aku rasa tidak perlu khawatir tentang itu. Aku memiliki cukup banyak unit kuat untuk mempertahankan Dungeon ku.
Master Penjara Demihuman: Benar juga kamu kan Dungeon terkuat. Dan, apa kamu pernah tahu tentang cincin Reinkarnasi?
Mister Robot: Cincin Reinkarnasi?"
Master Penjara Demihuman: Iya, Cincin Reinkarnasi adalah sebuah cincin yang mampu memindahkan jiwa penguna cincin kepada tubuh yang berbeda secara acak.
Master Chaos: Bro Robot, tetap lah waspada! Disaat kamu berpindah tubuh terlebih lagi kamu sekarang sudah menjadi musuh Raja Iblis Alchia dan para pahlawan.
Mister Robot: Aku mengerti dan akan berhati-hati! Terimakasih para senior yang telah memberikan pencerahan. ]
Setelah itu, aku pun menuntut group Chat dan pergi ke perpustakaan Zero.
Setibanya disana, aku menemui Ordinal dan Alesya. Lalu, meminta pendapat nya.
"Alesya, Ordinal. Aku ingin mencoba melanggar peraturan Dungeon dengan keluar dari Dungeon. Menurut kalian bagaimana?"
"Dengan kemampuan Master dan Dungeon Ace. Aku rasa tidak masalah jika Master keluar Dungeon hanya saja. Itu sedikit merepotkan," jawab Ordinal.
__ADS_1
"Merepotkan seperti apa?"
"Master harus mengunakan cincin Reinkarnasi untuk keluar dari Dungeon," jawab Ordinal.
"Hal sama aku juga mendengar nya dari para senior Dungeon Master. Apakah kamu memiliki informasi tentang itu?"
"Tunggu! Aku akan ambilkan buku tentang cincin Reinkarnasi," ucap Ordinal seraya beranjak dari kursi.
"Tidak perlu, Gabriel. Aku yang akan menjelaskan nya," jawab Alesya.
Mendengar itu, Ordinal duduk kembali dan mendengarkan ucapan Alesya. "Ah, Iya."
Lalu, Alesya menjelaskan nya bahwa cincin Reincarnation adalah sebuah cincin yang mampu memindahkan jiwa penguna cincin ke tubuh yang lain di ras, tempat dan waktu yang tidak ditentukan.
Jika, penguna cincin ingin kembali kepada tubuh asal maka tubuh baru harus bertemu dengan tubuh asal agar tercipta nya proses perpindahan jiwa.
Mendengar itu, aku pun sedikit terkejut.
"Yang berarti, aku harus berpisah dengan keluarga ku dan Dungeon ku? Jika memang resikonya seperti itu, lebih baik aku urungkan saja."
Alesya pun tersenyum saat mendengar ucapan ku, "Jika itu Dungeon master yang lain memang akan terjadi seperti itu dan kebanyakan pengguna cincin Reinkarnasi yang dikenakan oleh para Dungeon Master selalu berakhir dengan kematian dan penakluk Dungeon milik nya. Namun, itu tidak berlaku untuk Master."
"Apa maksudmu, Alesya?"
"Master, anda harus menggunakan Ultimate Skill Astaroth sebagai pengganti jiwa anda baik tubuh baru atau pun tubuh lama. Jika anda ingin bertukar tubuh hanya perlu meminta Astaroth untuk mengantikan jiwa mu. Meski begitu proses menyatukan kedua jiwa membutuhkan waktu sekitar 49 hari," ucap Alesya.
"Jadi begitu, aku mengerti. Seperti nya mimpi ku untuk menjelajahi dunia bisa terkabul."
"Tapi, master cincin Reinkarnasi merupakan benda sihir tingkat mistos dan sulit untuk mendapatkan nya," sambung Ordinal.
Mendengar komentar dari Ordinal, Aku dan Alesya tersenyum kecil.
"Masalah itu tidak perlu di pikirkan. Selama aku mengetahui bentuk benda, kekuatan dan kualitas benda maka aku bisa dengan mudah membuat nya dengan skill Hefaistos."
Sesaat kemudian, Alesya memanggil buku tentang cincin sihir tingkat Mitos, Cincin Reinkarnasi.
Lalu, setibanya ditangan Alesya. Dia memberikan buku yang dipegang nya itu kepada ku.
"Master, baca dan buatlah!" seru Alesya.
Aku pun mengangguk kepala dan mengambil buku lalu, aku membacanya.
Setelah itu, aku merapalkan skill nya.
"Hefaistos."
Sesaat merapalkan itu, muncul cahaya pelangi diantara kedua tangan ku dan terbentuklah cincin dalam cahaya itu yang mana bentuk dari cincin itu sama persis sesuai dengan yang tergambar dari buku.
Ordinal pun terkagum saat melihat itu, "Master memang luar biasa."
Aku yang mendengar itu hanya memberikan jawaban senyuman.
Tidak lama kemudian, cincin pun terbentuk dan kuberikan kepada Alesya. "Alesya, kuserahkan penilaian kepadamu."
"Baik, Master," jawab Alesya seraya menerima cincin pemberian ku. Lalu, dia merapalkan skill nya. "Penilaian."
Setelah menilainya, Alesya pun tersenyum.
"Selamat, Master! Anda telah membuat cincin ini mencapai keaslian 99 persen," ucap Alesya.
Mendengar itu, aku pun mengangguk kepala dan tersenyum.
Sesudah cincin terbuat, aku pun mengadakan rapat keluar yang mana dalam rapat itu aku membahas tentang keinginan ku dan cincin Reinkarnasi nya.
Mereka pun dengan suka rela menerima keputusan ku dan satu ucapan Luminox yang membuat ku semangat.
"Apapun wujud dirimu, Tuan ku. Kami akan tetap mencintai mu!"
Setelah itu, aku pun mengenakan cincin Reinkarnasi dihadapan keluarga dan Alesya di ruang tamu.
"Sampai bertemu lagi, Cintaku!" ucap Luminox.
"Kami akan selalu menunggu, Tuan ku!" sambung Flare.
"Kami akan menjaga Dungeon ini," sambung Keisha.
__ADS_1
"Ayahanda, jadi kuat!" ucap Arthur.
"Nikmati liburan, Ayahanda!" sambung Jeanne.
"Jika kita kembali, cerita kan petualangan ayahanda!" ucap Levi.
"Terimakasih semua nya. Aku mencintai kalian dan Aku pamit dahulu! Sampai bertemu 49 hari kemudian."
Seusai mengatakan itu, kami saling bertukar senyum. Lalu, aku meluruskan tangan kanan seraya merapalkan skill dari cincin.
"Reincarnation."
Sesaat kemudian, pandangan ku menjadi gelap dan disaat itu lah proses Reinkarnasi di mulai.
Sebuah Reincarnation yang kupikir membutuhkan waktu lama ternyata perpisahan sesaat.
Dalam kegelapan, muncul sebuah cahaya yang teramat terang sehingga membuat ku membuka mata.
Yang mana saat membuka mata aku masih melihat berada di ruangan yang sama. Dimana ketiga istri ku menangis menatap haru dan aku masih bingung.
Aku sontak melihat Alesya dan bertanya dalam batin.
"Aku gagal kah?"
[Tidak master, anda berhasil. Lihatlah belakang anda.]
Mendengar itu, aku sontak menoleh kebelakang dan terkejut lantaran melihat tubuh ku yang sedang berbaring tidur.
Menyadari itu, aku sontak memeriksa tubuh ku yang ternyata aku tidak berpakaian sehelai pun bahkan ******** ku muncul.
"Apa yang terjadi kepada ku?" gumam ku seraya memandangi kedua tangan ku.
Beberapa saat kemudian, Alesya menyambut ku dengan menundukkan kepalanya.
"Selamat datang kembali, Master!" ucap Alesya.
Seusai itu, Luminox dan lainnya sontak menghampiri dan memeluk ku.
"Tuan ku!"
"Ayahanda!"
Dan, aku tidak menyadari bahwasanya proses itu sudah memakan waktu 49 hari sehingga membuat seluruh keluarga ku khawatir dan gelisah. Akan tetapi, saat aku tiba perasaan itu hilang dan telah berubah menjadi kerinduan.
Sedangkan, didalam kesadaran ku hanya terasa beberapa menit saja. Meski begitu, aku bersyukur semua nya tidak ada masalah.
Dan, tidak lama kemudian. Tubuh lama ku hancur menjadi serpihan cahaya kuning.
Aku tidak tahu, apakah itu menandakan baik atau buruk?
Keesokan harinya, aku ingin mencoba perubahan ku dengan melangkah keluar Dungeon ditemani oleh Alesya di depan pintu masuk Dungeon.
Hal ini didasari oleh penjelasan Aleysa yang mana aku telah berubah menjadi ras Primordial Machina yang mana ras monster ini setara sering disebut senjata para dewa. Dari hal itu, aku pun berharap mampu melawan hukum Dungeon yang mana pemilik Dungeon tidak di izinkan untuk keluar.
"Master, apakah sudah siap?" tanya Alesya disamping ku.
Mendengar itu, aku mengangguk kepala.
"Iya, aku siap!"
Setelah menjawab itu, aku mulai melangkah keluar dan setibanya diluar, matahari yang terik menyambut ku disertai dengan angin yang berbeda dari sebelumnya.
Dan, aku pun sontak membentangkan kedua tangan ku dan menadahkan kepala keatas seraya menghirup udara luar.
Meski sudah lama diluar Dungeon, aku tidak berteleportasi ke lantai Zero. Ini menandakan bahwa proses Reinkarnasi ku berhasil.
Memahami itu, aku sontak membuka mata dan mengembalikan posisi tangan ku seraya tersenyum.
"Aku seorang Dungeon Master, siap memulai! Petualang ku di dunia lain!"
...Arc 2. The Hidden Wars - Selesai....
..._____...
Hei, Guys. aku izin promo untuk mampir ke novel baru ku meski slow update tapi sangat menyenangkan.. Gigigigi
__ADS_1
berjudul I Am Goblin With System.