
...Chapter 46. Tekad Flare...
"Tuan Nolan, aku mohon bunuh calon raja Iblis! Sebagai bayaran nya, aku serahkan tubuh ini kepada mu!"
Mendengar itu aku sedikit terkejut namun, aku memaklumi nya lantaran negara nya yang sedang kritis dilanda perang dan penyerangan pasukan raja Iblis.
"Apakah kamu yakin? Tubuh mu bukan lah milik diri mu saja melainkan milik kerajaan. Bagaimana jika reputasi dan kerajaan mu jatuh karena kamu telah menyerahkan kesucian kepada seorang monster boneka dan kamu lebih pantas untuk berpasangan dengan pahlawan bukan dengan ku!"
Mendengar ucapan ku itu, Flare menundukkan kepalanya. "Apakah aku buruk dihadapan mu? Lebih dari itu .." Flare melihat kearah ku. "Di mataku, Tuan Nolan sudah lebih daripada Pahlawan!"
Mendengar itu, Aku menghela nafas panjang. Lalu, aku mencoba dengan bahasa yang lebih kasar kepadanya agar membuatnya menyerah.
"Tapi, aku sudah menikah dan kamu akan menjadi selir ku. Apakah tidak masalah?"
"Tidak masalah. Lagi aku tidak mungkin bisa menandingi Nona Luminox," jawab Flare.
"Setelah perjanjian dibuat, kamu harus tinggal disini selama nya. Apakah kamu bersedia?"
"Tidak masalah."
"Aku tidak akan membuat upacara dan acara pernikahan?"
"Tidak Masalah."
Dan, aku pun terus melontarkan pertanyaan dan Flare selalu menjawab tidak mempermasalahkan.
__ADS_1
Aku pun menyerah dengan tekad dan cinta terhadap kerajaan nya. Lalu, aku melihat ke arah Luminox dan meminta izin nya.
"Luminox, bagaimana pendapatmu? Apakah kamu mengizinkan nya?"
Mendengar pertanyaan ku itu, Luminox melihat kearah ku dan tersenyum.
"Tuan ku, cinta mu begitu besar terhadap kami dan dunia. Jika, memang ada." Luminox mengalihkan pandangannya kearah Flare. "Yang mencintai Tuan ku dengan tekad dan kasih yang kuat. Maka aku tidak akan menghalanginya untuk bersama Tuan ku dan Aku juga senang jika Tuan ku memiliki banyak istri yang mana itu menandakan Tuan ku sangat dicintai."
Mendengar itu, aku jadi sedikit tersipu malu dan menundukkan kepala.
"Nona Luminox, anda sangat bijaksana," ucap Flare.
Luminox yang mendengar itu, dia menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Lalu, aku pun meminta pendapat ayahnya. "Lino, apa pendapatmu?"
"Aku tidak bisa berkomentar." Lino pun menoleh kearah Flare, "Masa depan Flare, biarlah dia yang menentukan nya."
Seusai mengucapkan itu, Lino dan Flare saling bertukar senyum.
Memiliki Selir manusia, apakah tidak masalah? Jika dipikir-pikir, kehidupan ku sebelumnya adalah manusia.
Dan, aku pun menghela nafas panjang lagi.
"Baiklah, aku akan membantumu mengalahkan calon Raja Iblis dan permasalahannya selir akan kita bahas nanti setelah aku berhasil membunuh nya. Apakah tidak masalah?"
__ADS_1
"Terimakasih banyak, Tuan Nolan!" ucap Flare seraya membungkukkan badannya.
Dan kesepakatan dibuat, aku pun mengutus Neo untuk misi pertama setelah dia berlatih dan mencapai level 100.
"Neo!"
Dalam sekejap, Neo muncul dengan posisi berlutut satu kaki.
"Iya, Master."
"Cari tahu lokasi Calon Raja Iblis yang menyerang wilayah ini! Dan, bawa beberapa unit bantuan yang menurut mu berguna!"
"Siap! Saya akan laksanakan," jawab Neo dan dia pun menghilang dalam sekejap.
Lalu, dalam laporan Alesya. Neo membawa 10 Unit Boneka Shinobi dan 5 Drone Penyihir putih.
Drone penyihir putih adalah Unit Drone yang ku buat yang memiliki skill sihir penyembuhan dan peningkatan.
Setelah mengurus unit, Lino pun memutuskan untuk kembali ke kerajaan Bellanova dengan pengawalan Satoru dan Muru. Sedangkan, Flare memutuskan untuk tinggal di Dungeon sebagai tanda komitmen nya kepada ku.
Dan mulai saat itu, aku terlibat dalam perang dan kehidupan NEET di dunia lain menjadi terganggu.
"Ahufuu ... sungguh merepotkan!"
...______...
__ADS_1