Reincarnation Become Dungeon Master

Reincarnation Become Dungeon Master
The Hidden Wars | Chapter 94....


__ADS_3

...Chapter 94. Kelahiran kedua Pangeran....


Hei, aku Nolan Cahya. Pemilik dari Dungeon Ace ini. Tidak terasa aku sudah setahun hidup di dunia lain ini.


Lebih dari itu, aku pun merasakan kehidupan yang curang yang mana memiliki anak buah yang overpower, Tiga Istri yang cantik dan satu putri yang cantik.


Meski kehidupan sebelumnya sangat mengeneskan lantaran aku masih single di umur 42.


Dan, hari ini aku mengalami keresahan lagi yang mana kedua istri ku melahirkan secara bersamaan.


Namun, yang lebih tidak masuk akal lagi. Istri ketiga ku, Keisha. Karena aku ingin memiliki anak pria, dia dengan rela menjadi dirinya bahan uji coba dengan memakan buah Evolusi saat dia sedang mengandung.


Hal hasil, Keisha pun menjadi High Human dan kandungan yang seharusnya sebulan telah meningkat mencapai sembilan bulan dan siap melahirkan.


Maka dari itulah, Keisha dan Flare melahirkan secara bersamaan.


Dan, saat ini aku sedang duduk bersama Luminox dan Jeanne menunggu kehadiran keluarga baru kami.


Jujur aku ada perasaan resah lantaran anak kedua ku memiliki ras manusia sedangkan aku monster.


Aku hanya berharap kedua anak ku tidak cacat.


Setelah lama menunggu, aku pun akhirnya mendengar suara tangisan bayi yang membuat hati senang disertai dengan rasa yang berdebar.


Tidak lama kemudian, terbuka lah pintu ruang rawat dan Elie sebagai perawat nya keluar dan memberikan senyuman kepada kami.


Melihat itu, Aku, Luminox dan Jeanne sontak beranjak dari kursi dan menghampiri Elie.


"Bagaimana keadaan anak-anak dan kedua Istriku?"


Dan, saat aku menghampiri nya. Elie menundukkan kepala.


"Selamat, Master! Anda telah mendapatkan dua pangeran dan juga Nona Flare dan Nona Keisha dalam keadaan sehat," jawab Elie.


Mendengar itu, aku, Luminox dan Jeanne saling bertukar senyum lalu, kami pun masuk kedalam ruangan dan terlihat dalam kamar itu Keisha dan Flare sedang mengendong dan memberikan nya susu di buah dadanya.


Lalu, saat Flare dan Keisha melihat ku datang. Mereka sontak menegakkan badannya lalu, menundukkan kepalanya.


"Tuan ku sudah datang!" ucap Flare dan Keisha.


Aku pun mengangguk kepala dan tersenyum lalu, aku mendatangi Flare yang pertama dan mengendong putraku.


Sosok bayi yang mungil dan memiliki rambut merah serta mata ungu yang mana kedua hal itu menandakan bahwa sosok bayi yang ku gendong ini adalah anak ku.


"Flare, apakah kamu siap? Jika, aku memberikan nya nama dan dia akan berevolusi?"


Flare tersenyum dengan menundukkan kepalanya dan tangan kiri berada di dada kanan.


"Sesuai kehendak anda, Tuan Ku!" jawab Flare.


Lalu, aku melihat kearah yang lain juga memiliki respon yang sama dengan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, aku mulai. Seorang pangeran kecil yang akan menyatukan antara manusia dan monster maka dari ku, aku akan memberikan nama Arthur!"


Sesaat kemudian, sosok bayi yang ada di tangan ku berevolusi menjadi sosok pemuda berumur 17 tahun yang memiliki badan yang tinggi dan memiliki wajah yang rupawan.


Seusai pencapai kesempurnaan tubuh nya, sosok Arthur sontak berlutut dihadapan ku.


"Ayahanda, aku Arthur telah lahir. Terimakasih atas karunia anda. Aku akan menjadi anak yang berbakti dan berguna untuk ayahanda dan ketiga ibu ku!" ucap Arthur.


Aku yang mendengar itu sontak tersenyum dan mendekati Arthur lalu, memegang bahunya.

__ADS_1


"Iya, Ayah dan ketiga ibumu akan mengandalkan mu!"


"Baik, aku mengerti Ayahanda!" jawab Arthur.


Lalu, aku menoleh kearah Callista. "Callista, berikan selimut dahulu untuk Arthur!"


"Baik, Master!" jawab Callista. Lalu, dia pun mengeluarkan selimut dari sihir penyimpanan nya dan memberikan nya kepada Arthur.


"Terimakasih, Callista!" ucap Arthur dengan senyuman.


Callista pun juga membalas nya dengan senyuman.


Setelah itu, aku menghampiri Keisha, mencium keningnya dan Keisha pun memberikan bayi mungil nya.


Lalu, aku pun menerima nya dengan senang hati yang mana dia sama seperti bayi Arthur. Dia memiliki rambut merah dan mata ungu.


"Aku akan menjadi mu kan penjaga persatuan dan perdamaian. Maka dari itu, aku memberikan mu nama Levi!"


Sama seperti Arthur, Levi pun berevolusi menjadi pemuda seperti umur 17 tahun namun, dia memiliki badan yang lebih pendek dan kecil.


"Aku Levi. Terimakasih atas karunia ayahanda. Aku siap menjadi senjata untuk ayahanda, ketiga ibunda dan kedua kakakku," ucap Levi yang berlutut satu kaki dihadapan ku.


"Aku juga akan mengandalkan mu, Levi dan." Lalu, aku mengalihkan pandanganku kearah Jeanne dan Arthur. "Kalian semua juga!"


Saat aku menatap Jeanne dan Arthur, mereka sontak berlutut dihadapan ku.


"Baik, Ayahanda!" jawab serentak ketiga anak ku.


Dan, pada hari itu. Aku pun tidak menyangka bahwa aku memiliki satu putri dan dua putra.


...______...


Arthur Cahya.




...____...


Chapter 94.5 Dungeon dan Pembangunan Dungeon I


Sudah beberapa bulan sejak perang di Dungeon kabut, aku sama sekali belum memperbaiki ataupun mengatur ulang Dungeon. Hal itu mengakibatkan Dungeon ku menjadi berantakan dan tidak terorganisir apalagi sejak kehadiran ketiga anak ku.


Maka dari itu, aku pun memutuskan untuk pergi perpustakaan untuk berdiskusi dengan Alesya dan Ordinal di perpustakaan Zero.


"Begitu lah, aku ingin menata ulang Dungeon ku ini dan struktur Organisasi. Apakah aku bisa melakukan nya?"


"Tentu saja, itu hal yang biasa dilakukan oleh para Dungeon Master," jawab Ordinal.


"Lalu, lantai apa saja yang ingin Master atur ulang?" sambung Alesya.


"Semuanya!"


Mendengar jawaban ku Ordinal terkejut, "Apa?! semua nya!"


Melihat Ordinal terkejut, aku pun juga terheran, "Ada apa? apakah ada yang salah?"


"Tidak, hanya saja hal itu membutuhkan biaya Dungeon poin yang besar," ucap Ordinal.


Mendengar perkataan itu, Aku dan Alesya tersenyum lebar.

__ADS_1


"Gabriel, kamu tidak perlu Master memiliki saldo Dungeon poin yang cukup besar. Apalagi sejak peperangan di Dungeon Kabut," jawab Alesya.


"Memang Master memiliki berapa poin?" tanya Ordinal.


"Aku akan memberitahu namun, tolong rahasia kan ini!"


"Baik, aku mengerti, Master. Rahasia anda pasti aman!" jawab Ordinal.


Aku pun ragu untuk mengatakannya namun, saat melihat Alesya, dia pun mengangguk kepalanya yang mana menandakan Ordinal bisa dipercaya dan aku pun memutuskan untuk mengatakan nya.


"Jumlah poin ku ... 7.646.860 poin."


Ordinal yang mendengar itu, dia lebih terkejut lagi. "Apa?! sungguh poin yang tidak masuk akal!"


Jika memang dipikir oleh Dungeon master biasa mungkin poin itu adalah poin yang mustahil didapat namun, aku memiliki cara curang untuk mendapatkan poin diantara.


Menjadikan mana ku menjadi poin dan aku melakukan nya berulang kali beberapa kali setiap harinya.


Pulang pergi nya para penduduk Desa Meiya yang mana sistem menghitungnya sebagai penyusup yang berhasil di usir.


Keberadaan Dungeon kabut yang mana setiap hari nya muncul berbagai jenis monster dengan berbagai tingkatan meski begitu para unit penjaga berhasil mengalahkan mereka dengan mudah.


Dan, aku menjual banyak barang di Pasar Dungeon Master meski bukan aku yang melakukan melainkan Flare dan Keisha.


Saat mengingat itu, aku tersenyum menjawab ucapan Ordinal dan Alesya yang menjawab nya.


"Maka dari itu, beruntung lah kamu Gabriel berada di bawah Master Nolan."


"Iya, aku merasa beruntung," sambung Ordinal.


"Aish, sudahlah. Sekarang, aku meminta bantuan kalian untuk membangun ulang Dungeon."


Alesya dan Ordinal mengangguk kepala, "Baik, Master!"


Setelah itu, aku bersama Alesya dan Ordinal memulai projects pembangunan ulang Dungeon.


Dan, aku pun membuat empat tipe Dungeon yaitu tipe labirin, tipe sarang dan tipe tempat tinggal.


Sebelum membuat lantai labirin, aku menempatkan Elevator sihir di lantai dasar yang mana lantai dasar itu hanya memiliki satu ruangan saja.


Jika ada penyusup yang sangat kuat maka, Alesya akan langsung memaksa nya berteleportasi ke lantai tujuh untuk langsung menghadapi Revenger.


Lalu, aku pun membuat lantai labirin yang kuberikan nama Lantai bawah tanah The Hunting Ground yang mana lantai ini terdiri dari tujuh jenis lantai dalam bentuk labirin yaitu


Lantai satu bawah tanah, lantai ini merupakan lantai labirin biasa yang memiliki Koridor batu tersusun dan dilengkapi dengan berbagai jenis jebakan.


Lantai dua bawah tanah, lantai ini merupakan lantai labirin yang memiliki perangkat kuburan dan penjara bawah tanah.


Lantai tiga bawah tanah, lantai ini merupakan lantai labirin yang memiliki perangkat gunung berapi yang dilengkapi dengan magma dan laba pijar.


Lantai empat bawah tanah, lantai ini merupakan lantai labirin yang memiliki perangkat es.


Lantai lima bawah tanah, lantai ini merupakan lantai labirin yang memiliki perangkat padang rumput.


Lantai enam bawah tanah, lantai ini merupakan lantai labirin yang memiliki perangkat Gurun.


Lantai tujuh bawah tanah yang mana lantai ini memiliki ruang besar yang mana ruangan ini di huni Revenger yang sudah ku bangkitkan kembali dan dia pun memutuskan untuk mengabdikan diri kepada ku sebagai raja nya.


Dan terakhir, lantai kedelapan yang mana lantai ini merupakan lantai Colloseum dan disini lah benteng terakhir pertahanan dari Dungeon Ace yang mana Nier berada disana.


Meski sedikit risih namun, aku menerima nya dan memberikan tugas untuk menjaga Dungeon bawah tanah.

__ADS_1


Selain itu, Lantai bawah tanah juga memiliki kemampuan sama dengan Dungeon Kabut yang mana mampu untuk memanggil monster liar dari purba kala untuk menghalau para penyusup atau pun yang ingin berlatih.


Dan, pembangunan ulang masih berlanjut..


__ADS_2