Reincarnation Become Dungeon Master

Reincarnation Become Dungeon Master
The Hidden Wars | Chapter 74. Hasrat Keisha


__ADS_3

...Chapter 74. Hasrat Keisha...


Saat ini aku sedang bersantai di Paviliun Taman sedang bersama kedua istri ku dan bermain kartu.


Ditengah kami bermain, Flare menghentikan sejenak dan bertanya sesuatu yang ku lupakan.


"Tuan ku, bagaimana keadaan Keisha? Tidak kah, Tuan ku mengunjungi. Apalagi mungkin Tuan ku membutuhkan seseorang yang menemani tidur anda sedang kan kami belum bisa. Tapi, jika Tuan ku memaksa kami untuk melakukan nya. Kami tidak keberatan. Bukan kah begitu, Kak Luminox?" ucap Flare.


Luminox tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, aku akan mengunjungi nya dan Flare, Luminox. Aku tidak ingin memuaskan nafsu ku dengan resiko kehilangan anak-anak ku yang berharga."


Seusai mengatakan itu, kami pun saling bertukar senyum.


Setelah itu, aku pun mengunjungi Keisha yang mana dia ada di lantai sebelas ini juga namun, sejak aku mengangkat nya sebagai Selir budak. Dia sama sekali tidak mau keluar dari kamar.


Bahkan sewaktu aku mengunakan Absolute Charm sebelumnya dia hanya memikirkan adik-adik nya di panti asuhan dan sama sekali tidak menyukaiku.


Alasan itu lah aku tidak pernah menyentuhnya karena aku tidak ingin memaksa kehendak seseorang yang baik dan tidak bersalah meski aku memiliki kemampuan pencucian otak.


Setibanya di mansion Keisha, aku terkejut lantaran melihat dia dalam kondisi mabuk-mabukan dan kondisi nya tidak terawat.


"Apa yang terjadi disini?"


"Beberapa bulan ini, Tuan Pablo mengirimkan minuman kepada nya dan menginginkan dia untuk hamil," jawab Callista.


"Apa?!"


Sesaat Keisha melihat ku wajah nya langsung memerah dan berjalan menghampiri dan memeluk ku.

__ADS_1


"Tuan ku, aku sangat kesepian. Kenapa Tuan ku tidak mau berkunjung? apakah karena aku jelek, miskin?" ucap Keisha dipelukan ku.


Callista yang melihat itu, dia pun mundur dan meninggalkan kamar.


Lalu, aku pun melepaskan pelukannya dan memandangi nya.


"Maaf, selama ini aku sibuk dan tidak memikirkan mu."


Saat menatapku, wajah Keisha semakin memerah dan dia sontak mencium ku lalu, bermain lidah.


Aku pun menjadi terpancing oleh Keisha dan menerima ciuman itu sambil melepaskan pakaian kami dan tidur di kasur.


Keisha pun mulai bermain dengan badan ku seperti ngemut pen ku ibarat permen manis yang membuat ku naik dan aku terpancing lebih dalam untuk bergulat dengan nya beberapa ronde.


Karena ini pertama kali untuk nya, darah pun keluar. Aku pun tidak mempedulikan dan terus bergulat.


Sampai akhirnya, Keisha terlihat sudah sangat lelah dan aku pun tidur disampingnya.


Memang Keisha wanita yang cantik juga namun, apakah aku terlalu munafik karena tidak menerima pengorbanan nya untuk adik-adiknya.


Apakah lebih juga aku menghapus ingatan adik-adik dan Pablo agar dia mendapatkan kehidupan baru di Dungeon ini? Meski begitu, hati nurani pasti akan menolaknya.


Mungkin satu-satunya jalan ialah membawa adik-adik nya ke Dungeon ini.


Keesokan harinya, Keisha terbangun yang mana dia terkejut melihat ku.


"Eh, Tuan Nolan!" gumam kaget Keisha.


Aku yang tidak pernah tidur, kali ini berpura-pura tidur agar Keisha tidak lebih panik.

__ADS_1


Lalu, Keisha pun memeriksa dan tersadar bahwa dia tidak prawan lagi. Meski mengetahui itu, Keisha hanya tersenyum lalu, dia pun beranjak dari kasur dan merapihkan diri.


Setelah pergi, aku baru membuka matanya dan menghela nafas panjang.


Beberapa saat kemudian, Callista dengan sigap mempersiapkan makanan dan beberapa minuman diatas meja.


Lalu, Aku dan Keisha sarapan bersama dan ditengah itu, Kami pun berbincang kecil.


"Maaf kan aku, Tuan Ku. Semalam aku berpenampilan dan berprilaku tidak layak dan memalukan," ucap Keisha.


"Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Tapi, maaf. Aku juga telah merenggut kesucian mu."


Wajah Keisha sontak memerah dan menundukkan kepalanya. "Tidak Tuan ku, Tubuh ini sudah menjadi milik Tuan Ku."


Aku pun tersenyum mendengar nya, "Terimakasih pengertian nya dan sebagainya bayaran nya, aku ingin membawa semua adik-adik mu di panti asuhan untuk tinggal di Dungeon ini. Apakah kamu mengizinkan nya?"


Mendengar perkataan ku, Keisha menutup mulut dengan kedua tangan dan menitihkan air matanya.


Lalu, Keisha beranjak dari kursi dan membungkukkan badannya.


"Terimakasih, Tuan Ku. Karunia anda berlimpah. Panjang Umur!" ucap Keisha.


Setelah itu, aku meminta Goblina untuk merekrut dan memimpin kelompok untuk pergi ke kota Nova.


Goblina tanpa ada pertentangan dia pun menjalankan perintah ku.


Disisi lain aku ingin mencoba Kloning ku . Yang mana kloning ini bisa membawa ku keluar Dungeon dan Desa Meiya meski aku sendiri berada di balik layar dan melalui Klon,


Aku hanya bisa mengunakan Ultimate Skill saja.

__ADS_1


Dan, Petualang ku dimulai meski masih ada peperangan antara Dungeon Kabut dan Dungeon Ace.


__ADS_2