
...Chapter 55. Pendirian Desa Meiya....
Saat ini aku sedang mengadakan rapat negosiasi dengan Lino dan Iris yang mana Lino memberikan hadiah ku lebih dari yang ku minta.
"Tuan Nolan, Aku juga akan memberikan mu hutan barat yang berlokasi tidak jauh dari hutan Meiya beserta empat desa yang ada di hutan barat dan Meiya yang mana desa itu akan menjadi rakyat mu. Tidak. Tapi, menjadi budak mu," ucap Lino.
"Eh? Tunggu! apakah maksud Tuan Lino, aku harus mengurus empat desa?"
"Iya, ini juga dikarenakan semua sumber daya alam untuk empat desa itu berada di wilayah kekuasaan anda, Tuan Nolan," ucap Lino.
Mendengar itu, aku pun menghela nafas panjang. Lalu, aku pun meminta pendapat Alesya.
"Alesya, bagaimana pendapat mu?"
[Master, saya sarankan Master untuk menerima penawaran tersebut. Karena akan banyak keuntungan yang akan Master dapatkan dan saya saran kan Master untuk membuat ulang desa itu menjadi satu dekat pintu masuk Dungeon anda.]
Mendengar saran itu, aku langsung sontak menerima saran nya. "Ide yang bagus. Kamu memang jenius Alesya!" batin ku.
[Terimakasih.]
Lalu, aku mengutarakan jawaban ku.
"Terimakasih, Tuan Lino. Nona Iris. Aku akan menerima nya dan akan mengurus empat desa. Namun, aku akan menjadikan nya satu di tepat pintu masuk Dungeon ku ini dan aku memiliki satu persyaratan!"
"Apa?" tanya Lino.
"Aku tidak ingin terikat dengan kerajaan apapun. Asosiasi Tentara Bayaran bersifat netral. Selama ada uang, kami akan bekerja!"
"Tidak masalah," jawab Lino.
Lino dan Iris tersenyum senang. Lalu, mereka membungkukkan badan.
"Terimakasih, Tuan Nolan atas pengertiannya," jawab Lino.
"Terimakasih, Tuan Nolan," sambung Iris.
__ADS_1
Melihat itu, aku pun memberikan tangan ku. "Mohon kerja sama nya!"
Lino dan Iris mengembalikan posisi badannya dan menerima tangan ku.
Dan beberapa hari kemudian, surat kontrak dan tanah pun aku tanda tangani.
Selain itu, Iris mengundurkan diri dari pekerjaan nya dan dia meminta bergabung dengan ku.
Sosok Iris, wanita muda yang memiliki kejeniusan dalam Negosiasi. Tidak mungkin aku menolak nya maka dari itu, aku menerima nya dengan tangan terbuka.
Sesudah itu, aku pun mengumpulkan semua Executive termasuk pangkat dibawahnya yaitu kepala bagian yang baru kuangkat diantaranya.
Lazio sebagai Executive Village dengan Arin sebagai Wakil nya.
Flare sebagai Secretary (Sekretaris).
Dan, Iris. Aku angkat sebagai Executive Public Relations.
Dalam pertemuan itu, Aku dan lainnya membahas tentang desa yang ku buat. Namun, saat melihat desain dari ku. Iris memberikan saran.
"Master, dilihat dari luas nya wilayah saya saran kan Master membuat kota," saran Iris.
"Maaf, aku tidak akan membuat kota meski memiliki tanah yang luas. Jika aku membuat kota maka aku harus membuat organisasi nya juga dan itu sangat merepotkan."
"Baik, Master. Saya mengerti," jawab Iris.
"Aku akan membuat dua desa. Desa dalam yang ada di dungeon dan Desa Luar yang akan kebangun di luar Dungeon."
"Master, apa perbedaan desa luar dan desa dalam?" tanya Lazio.
"Desa luar di peruntukan bagi para pedagang dan fasilitas umum seperti penginapan, kedai makan dan sebagainya juga beberapa manusia yang belum bisa dipercaya dan belum memiliki dedikasi."
"Bagaimana cara membedakan nya antara penghuni desa luar dan desa dalam?" sambung Iris.
"Simbol Sihir atau yang disebut Rune. Dengan mengunakan simbol khusus Dungeon Ace
__ADS_1
Dan perhatikan tubuh kalian!"
Lazio dan lainnya sontak memeriksa tubuhnya yang mana terdapat sebuah simbol di masing-masing tubuh nya.
"Tatto ini sejak kapan?" kaget Lazio.
"Dan, semua unit yang ku percaya memiliki tatto itu dan diizinkan akses untuk masuk desa dalam."
"Tuan ku, kenapa aku memiliki tatto emas?" tanya Flare.
Aku hanya memberikan senyuman kepada Flare dan memberikan penjelasan nya.
"Rune Dungeon Ace memiliki tiga tingkat. Biasa (Hitam), VIP (Perak) dan VVIP (Emas). Dengan tingkat itu kalian diizinkan untuk masuk kedalam beberapa fasilitas Dungeon yang sudah ditentukan."
Tidak lama kemudian rapat pun usai, Lazio memulai memerintahkan beberapa unit seperti Homunculus, Goblin dan manusia untuk membangun desa luar.
Sedangkan, Iris dengan pengawalan para Homunculus dan Boneka Shinobi membujuk semua warga empat desa. Lalu, tanpa ada perlawanan dan bantahan keempat desa itu bermigrasi ke desa yang ku buat.
Hal ini disebabkan empat desa itu mengalami krisis pangan dan tenaga kerja. Dengan penawaran ku itu mereka dengan senang hati berpindah desa.
Seminggu kemudian...
Desa pun telah selesai dibangun dan dihuni oleh 800 penduduk dari keempat desa.
Setelah itu, aku pun mengadakan konferensi pers dengan mengunakan sihir visual hologram yang mana cara kerjanya seperti proyektor. Namun, Sihir Visual mengunakan air mancur sebagai layar.
Dengan sihir itu, aku berpidato singkat dengan isi menyambut mereka dan memberitahu tentang aturan yang ada di Dungeon dan sebagainya penutup, aku mengatakan.
"Selamat datang di Desa Meiya! Selama kalian berada di desa ini maka kalian adalah keluarga ku. Angkat gelas kalian! Dan, mari bersulang!"
Dan, pada hari itu Desa Meiya telah diresmikan.
Semoga kedepannya aku bisa bermalas-malasan di Dungeon.
..._____...
__ADS_1
Arc 1. Dungeon Master selesai.
Next, Arc 2. The Hidden Wars ... begin