
...Chapter 91. Menghancurkan perusahaan dagang...
Ini kisah Jeanne yang ingin menuntaskan misi untuk memberikan pelajaran untuk Pablo karena telah memanfaatkan Ibu Kecil nya.
Malam hari setelah Jeanne membawa anak-anak panti asuhan. Dia pun memutuskan untuk menghancurkan perusahaan dagang Pablo dan membakar seluruh dokumen simpan pinjam nya.
Sebenarnya, Jeanne ingin melakukan nya secara damai namun saat melihat panti asuhan dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi.
Berdasarkan informasi Rama, selain panti Asuhan Perusahaan Dagang Pablo juga sering melakukan pembelian paksa tanah, pemberian kredit dengan bunga yang besar dan jika mereka tidak bisa membayarnya maka, Perusahaan Dagang Pablo akan menjadikan peminjam itu sebagai budak dan menjual nya di pasar budak.
Karena hal itu lah, Jeanne pun memutuskan untuk memberikan balasan yang setimpal.
Maka dari itu, Jeanne memberikan sebuah perintah.
"Satoru!" seru Jeanne.
Satoru yang ada di dekat Jeanne sontak memberikan penghormatan dengan menundukkan kepalanya.
"Iya, Nona!" jawab serempak Goina dan Satoru.
"Hancurkan perusahaan dagang Pablo dan rampas hartanya!" seru Jeanne.
"Baik, Nona!" jawab Satoru.
"Lalu, Goina. Sesuai misi ayah, kamu harus menculik Pablo Picasso dan membawanya ke Dungeon Ace! Biarkan ayah yang memutuskan hukuman untuk nya!" seru Jeanne.
"Baik, Nona!" jawab Goina.
"Mulai misi!" sambung seru Jeanne.
"Baik!" jawab serempak Satoru dan Goina.
Lalu, mereka pun pergi meninggalkan penginapan.
Sebenarnya, Jeanne ingin memberikan perintah kepada Miku namun, Miku tidak bisa diperintah oleh siapapun terkecuali Nolan.
Selain Miku, Nier, Neo dan Callista berada di komando primer atau unit tidak bisa diperintah oleh siapapun.
__ADS_1
Sedangkan, kehadiran Miku di sisi Jeanne hanya untuk melindungi Jeanne dari bahaya.
Jeanne pun memahami itu.
Disisi lain, Satoru tiba di perusahaan dagang yang mana perusahaan itu memiliki gedung yang besar dan memiliki penjaga yang ketat.
"Target di konfirmasi. Ayo Ichi! Kita bantai mereka!" ucap senang Satoru.
[Baik, Satoru.]
Dengan bersikap brutal, Satoru maju dan mengayunkan pedangnya membunuh penjaga didepan pintu dengan mudah lalu, mendobrak nya. Yang tentu saja, dia mengunakan penutup mulut dengan kain dan bersikap seperti bandit.
"Si- Siapa kamu? Bjingan!" seru penjaga yang ada didalam seraya mengangkat senjata.
"Aku adalah bandit yang akan merampas harta Kalian!" ucap bangga Satoru.
"Jangan harap! Semua nya serang dia!" seru para penjaga didalam ruangan.
Melihat itu, Satoru tersenyum dan merapalkan skill nya.
Sesaat kemudian, seluruh ruang di sekitar Satoru melambat lalu, dia dengan cepat melangkah dan menebas satu persatu penjaga tanpa ada perasaan iba sedikit pun.
Lalu, diantara para penjaga itu ada yang mengunakan senjata pedang dan mengayunkan pedang itu dengan lihai meski begitu gerakan nya masih jauh lambat dibandingkan dengan Satoru dan dia pun berhasil mengalahkan nya.
Seusai Satoru mengalahkan pria lihai pedang kini dia berhadapan dengan pria yang mengenakan jubah hitam dengan tongkat kayu nya.
"Penyihir kah? Datanglah!" ucap senang Satoru.
"Bandit tidak tahu diri, rasakan sihir ku!" Lalu penyihir melesatkan sihir nya.
"Wind Blade!"
Sebuah sabetan pedang pun terbentuk dan melayang kearah Satoru.
"Ichi, perisai sihir!"
Lalu, Ichi pun melesatkan perisai sihir dan menangkis serangan sihir dari Penyihir itu.
__ADS_1
"Apa? Bagaimana mungkin?!" ucap kaget Penyihir.
Satoru yang melihat itu, dia tersenyum remeh dibalik kain penutup mulutnya.
"Apakah tidak ada sihir yang lebih kuat lagi?" tanya remeh Satoru.
"Jangan remehkan aku!" Lalu, penyihir itu melesatkan sihir lebih tinggi. "Fire Tornado!"
Sihir yang berbentuk pusaran itu pun terbentuk dan melesat menyerang Satoru. Namun, serangan nya gagal kembali dan tidak bisa menembus perisai sihir Ichi.
Melihat itu, penyihir ketakutan. "Ba-bagaimana mungkin?!" seru takut penyihir hingga dia mundur satu langkah. Lalu, dia tersadar akan sosok Ichi yang mana dia mengeluarkan lingkaran sihir. "Mungkin kah kalian, Tentara Bayaran Dungeon Ace?!"
Satoru tersenyum kecil dibalik kain, "Ichi, Teleport!"
Sesaat aku, Satoru sudah berada dibelakang Penyihir dan penyihir itu pun menoleh kebelakang yang mana dia terkejut melihat Satoru ada dibelakang nya.
"Mati lah!" ucap Satoru seraya menebas penyihir tersebut.
Penyihir itu pun jatuh tidak bernyawa lagi dan petarung pun selesai yang mana dihadapan Satoru banyak orang yang sudah tidak bernyawa tergeletak di lantai.
"Ini adalah akibat ulah kalian sendiri," ucap dingin Satoru.
Setelah itu, Satoru melanjutkan langkahnya dan mengambil harta serta membakar semua dokumen.
Karena api yang digunakan Satoru cukup besar hingga menyambar ke barang yang lain hingga gedung itu pun terbakar dan Satoru meninggalkan nya.
Setibanya Satoru di penginapan, Dia sudah melihat Goina yang sudah menculik Pablo dan dimasukkan nya kedalam karung besar.
"Kerja bagus, Satoru! Sekarang, ayo kita pulang!" seru Jeanne.
"Baik, Nona," jawab Satoru.
Setelah itu, Jeanne dan kelompok nya pun pergi meninggalkan kota Nova dengan mengunakan mobil besar.
Dan, inilah akhir dari misi pertama putri ku, Jeanne Cahya.
..._____...
__ADS_1