
...Chapter 85. Penjaga Kuil Air Kuno, Aquarius dan Sepeda....
Setelah beberapa lama bersantai dan bermalas-malasan. Aku pun memutuskan untuk membuat Dungeon Kabut lantai empat yang mana pada halaman keempat perangkat dari Dungeon ini adalah Dungeon Air Kuno.
Seperti biasanya, dilantai tiga Dungeon kabut. Aku membuat lantai tangga. Lalu, mendesain dan merancang koridor yang tidak begitu rumit. Lalu, aku mendapatkan perangkat ice.
Meski Dungeon ini dikatakan Air tapi, beberapa perangkat memiliki tema Es. Walaupun sedikit aneh tapi, menarik.
Setelah merubah koridor biasa menjadi koridor es, aku pun membuat ruang element yang mana diperuntukkan memancing portal Dungeon Kuil Air Kuno.
Seusai itu, aku hanya tinggal menunggu.
Dalam menunggu, aku memutuskan untuk membuat perubahan sejarah dengan membuat teknologi baru dan modern.
Dan, aku pun membuat sepeda. Lalu, aku menunjukkan kepada Lazio di desa dalam.
"Sepeda?" ucap bingung Lazio.
"Iya, sebuah benda yang mirip seperti kereta. Namun memakai pedal pegas."
Meski aku menjelaskan namun, Lazio masih kurang mengerti. Maka dari itu, aku pun menunjukkan praktek nya.
Ditengah pembuatan itu banyak warga desa yang melihat kami. Aku pun tidak begitu mempedulikan dan membuatnya.
"Hefaistos."
Sesaat kemudian, lingkaran sihir terbentuk lalu, muncul dari bawah benda yang berbentuk sepeda gunung.
Saat sepeda itu terbentuk, Lazio pun terkagum.
"Ohh! Jadi, itukah yang namanya Sepeda," ucap kagum Lazio.
"Iya. Aku akan menunjukkan cara mengunakan nya!"
Seusai itu, aku pun menaiki sepeda itu dan bergowes keliling desa. Semua warga didesa dalam terkagum kagum melihat ku terutama ketiga istriku yang mendampingi di desa dalam.
__ADS_1
Setelah aku mencoba nya, Luminox pun ingin mencoba. Meski, sedikit goyah namun dia berhasil mengendarai nya tanpa jatuh.
Luminox memang cepat belajar dan adaptasi.
Seusai Luminox, beberapa orang pun bergantian salah satunya Lazio dan Arin.
Beberapa saat kemudian, Lazio pun memutuskan untuk membuat sepeda secepatnya nya dengan mengunakan sihir modeling dan dia pun berhasil sedang pengisian angin ban dari sihir angin Drone element milik Lazio yang diberi nama Pahn.
Beberapa saat kemudian, Alesya memberitahu bahwa portal Dungeon Kuil Air telah terbuka.
Maka dari itu, aku pun pergi ke sana dengan pengawalan Callista dan Elli.
Setibanya di ruang element lantai empat Dungeon kabut terlihat portal dengan cahaya biru muncul di tengah ruangan yang mana aku memastikan itu portal Dungeon Kuil Air Kuno. Lalu, aku pun masuk kedalam portal tersebut.
Setibanya disana, aku pun disungguhi dengan beberapa daratan kecil yang mana ada jembatan pohon yang menghubungkan nya dan disekitar beberapa daratan itu terdapat air.
Aku pun tidak ingin berlama-lama dan membuang waktu. Lalu, kami pun menelusuri nya sampai ada ruangan yang mana terdapat danau pelangi didaratkan yang terbesar diantara daratan kecil lainnya.
Melihat keanehan dan keindahan alam itu, aku menyakini bahwa penjaga Dungeon Kuil Air Kuno berada disini.
"Wahai penjaga Dungeon Kuil Air Kuno, Aku Nolan Cahya, pemilik Dungeon Ace memanggil mu!"
Sesaat kemudian air yang ada di hadapan ku yang sebelumnya tenang, Tiba-tiba bergetar dan tidak lama lama kemudian muncul sosok wanita berbadan biru es muncul dihadapan ku.
"Aku Penjaga Kuil Air Kuno, Aquarius. Sudah lama sekali tidak ada tamu di kuil air ku ini," ucap Aquarius.
Setelah Aquarius memperkenalkan diri di udara, dia pun mendarat di hadapan ku lalu, dia hampiri dan memegang pipi kanan nya dengan senyuman menggoda.
"Jadi, kamu Dungeon Master kah. Siapa nama mu?" ucap mesra Aquarius.
"Aku Nolan Cahya."
"Dan, ada keperluan apa kamu mencari ku wahai Dungeon Master Nolan? Kekuatan? gelar? atau Wanita kah?" tanya Aquarius.
Aku pun tersenyum dan menggelengkan kepala. "Bukan, aku hanya ingin informasi Raja Iblis Revenger?!"
__ADS_1
Saat mendengar itu, Aquarius berubah ekspresi nya menjadi aneh dan dia melepaskan tangan nya dari pipiku.
"Cihh ... dasar pria! Selalu saja ingin berkelahi dan bertarung," ucap ketus Aquarius.
"Sebenarnya ini juga bukan kemauan ku tapi, aku telah berjanji kepada Raja Elf untuk membantu nya."
Saat mendengar itu, Aquarius menatap heran. "Raja Elf meminta bantuan? Menarik! seperti nya kamu bukan monster boneka biasa."
"Nona Aquarius terlalu memuj-"
Ditengah aku berbicara tiba-tiba Aquarius mencium bibir ku. Rasa dingin dan hangat menyelimuti bibirku dan terasa seperti aku meminum air mineral yang mana aku terus menyedot nya.
Sehingga membuat wajah Aquarius memerahkan dan akhirnya dia melepaskan ciumannya.
Aquarius pun bernafas berat seakan-akan seperti habis berlari.
"Kamu memang monster nya msum! Tapi, aku sungguh menikmati nya!" ucap Aquarius yang menjilati dan memegang bibir nya.
Aku pun tersenyum dan mengusap bibirku dengan tangan.
"Ternyata Nona Aquarius cukup Agresif juga."
Aquarius pun tersenyum lebar. Lalu, dia pun menjawab pertanyaan ku.
"Jika kamu informasi tentang Raja Iblis Revenger. Dia terkunci di ruang kuil kutukan Dungeon kabut ini dan jika ingin membuka kunci ruang itu, Kamu harus mendapatkan kunci nya yang berada di beberapa jiwa monster yang ada di Dungeon kabut ini. Salah satu nya Mammoth." Seusai mengatakan itu, Aquarius memberikan sebuah bola air kepada ku dan buku Dungeon Kabut yang ada di cincin penyimpanan keluar dengan sendirinya dan bola air itu masuk. "Buatlah satu ruangan besar dengan perangkat Tanah Kutub Es dan Monster Mammoth akan datang."
"Baiklah, aku mengerti. Terimakasih, Nona Aquarius."
"Nolan, berhati-hatilah! Raja iblis Revenger dan para penjaga kunci sangat kuat," ucap Aquarius.
"Iya," jawab ku dengan anggukan kepala.
Setelah itu, aku pun kembali ke Dungeon Kabut lantai empat dan membuat ruang Tanah Kutub Es di lantai tersebut.
Semoga tidak memakan waktu lama untuk memancing Mammoth.
...____...
__ADS_1