Reincarnation Become Dungeon Master

Reincarnation Become Dungeon Master
The Hidden Wars | Chapter 86. Godzilla VS Mammoth


__ADS_3

...Chapter 86. Godzilla VS Mammoth....


Setelah beberapa lama, aku membuat ruang besar Tanah Kutub Es. Monster Mammoth pun tiba yang mana dia merupakan monster yang sangat besar dan memiliki dua gading yang sangat besar.



Ini terlihat dari kamera pengawas yang mana saat itu, aku sedang santai duduk di batu perkebunan.


Saat menganalisa bentuk tubuhnya, aku pun membuat penilaian.


"Melawan dia seperti sulit melihat besar nya monster ini dan mungkin dia memiliki skill penyembuhan diri. Alesya, apa pendapatmu?"


[Master. Aku sarankan Master untuk mengerahkan unit raksasa agar lebih efektif.]


"Apa maksudmu, Godzilla?"


[Iya, Master. Dengan ukuran unit Godzilla akan mampu mengimbangi besar nya monster Mammoth.]


"Baiklah, aku akan menerima saran mu!"


Setelah itu, aku pergi ke lantai Jurassic dan memanggil Godzilla. Lalu, aku pergi ke lantai empat Dungeon kabut bersama Godzilla dan Callista dibelakang ku.


Dan, kami pun tiba di ruang tanah kutub Es yang mana kami disambut oleh raungan monster Mammoth yang membuat hujan salju menerpa kami.


Lebih dari itu, ini pertama kalinya aku melihat salju dengan mata ku sendiri.


Aku pun mengabaikan lamunan saat melihat salju dan Monster gajah besar itu mulai melangkahkan kakinya kearah kami dengan mata yang sudah merah.


Melihat itu, aku sontak memberikan perintah.


"Godzilla, serang dia!"


Godzilla pun melangkah yang diawali dengan raungan. Lalu, dia pun maju dan melancarkan serangannya.

__ADS_1


Mammoth terlihat tidak mau mengalah, dia melakukan serangan balik hingga dua monster raksasa saling bertarung dan membuat ruang gementar.


Melihat petarung mereka, aku terkagum-kagum lantaran melihat langsung bertarungan monster raksasa dengan mata ku sendiri.


Meski mereka memiliki tubuh badan yang sama besar namun, kemampuan Godzilla lebih unggul ditambah lagi ada aku disana yang mana secara pasif Ultimate Skill Astaroth aktif.


Mengetahui kondisi sudah terdesak, monster Mammoth pun mengeluarkan sihir Es nya hingga terbentuk taring Es besar dari atas.


Aku yang melihat itu sontak memberikan perintah kepada Callista. "Callista, hancurkan Es itu!"


"Baik, Master!"


Sesaat kemudian, Callista menghilang dan sudah berada di udara dekat es lalu, dia dalam menebas es itu hingga hancur berkeping-keping.


Melihat kemampuan dari Callista membuat ku kagum.


Kecepatan itu bukanlah berasal dari cepat nya di melangkah melainkan Ultimate Skill yang dimiliki nya yaitu.


Ultimate Skill Chronos.


Meski aku memiliki Pelayan yang memiliki kemampuan cheat waktu namun, aku tidak ingin memanfaatkan nya untuk kembali ke masa lalu atau pun mengetahui masa depan karena hal itu sangat tidak menyenangkan.


Raungan kedua monster membuat lamunan ku tersadar lalu, terlihat Godzilla mundur beberapa langkah dan Alesya memberikan peringatan.


[Master, monster Mammoth telah mengalami meningkatkan kekuatan.]


"Pantas saja, dia bisa mendorong Godzilla."


Lalu, aku pun memutuskan untuk membantu pertarungan Godzilla.


"Callista, patahkan kedua gading monster itu!"


"Baik, Master!" jawab Callista.

__ADS_1


Lalu, Callista pun meluruskan tangan nya dan dalam sekejap mata muncul ratusan pisau di sekeliling gading lalu, Callista pun melesatkan ratusan pisau tersebut.


Ratusan pisau terus mengikis kedua gading yang kuat. Godzilla yang melihat itu, dia sontak menghampiri Mammoth dan mematahkan kedua gading itu dengan kedua tangan kecilnya.


Mammoth pun geram kesakitan dan mundur beberapa langkah. Godzilla yang melihat itu, dia pun mengeluarkan laser Api dari mulut nya dan melelehkan kepala monster Mammoth.


Lalu, monster Mammoth pun mati terjatuh dan pertarungan pun selesai.


Saat melihat lawannya kalah, Godzilla meraung keatas sebagai tanda kebanggaan nya.


Melihat nya, aku juga menatap bangga.


Tidak lama kemudian, jasad monster Mammoth berubah menjadi gelembung dan memunculkan kunci biru yang melayang di tengah Ruangan.


Melihat kunci itu, aku pun menghampiri dan mengambil nya.


"Oke, dengan ini aku mendapatkan satu kunci!"


Setelah mengambil itu, kami pun kembali dan sekembalinya aku ke perpustakaan terlihat buku Dungeon Kabut menambah halaman kelima dengan tema Dungeon Angin.


Semoga aku tidak menemui kesulitan dalam pembangunan nya.


...___...


Hey, guys. Terimakasih atas segala dukungan dari teman-teman sekalian sehingga aku bisa crazy up selama hampir sebulan ini.


Maaf jika ada kesalahan dalam kata dan cerita.


Jika ada ide yang menarik dari teman-teman jangan ragu untuk menuliskan nya didalam kolom komentar.


Dan, aku juga meminta maaf jika kedepannya akan ada pengurangan update tapi yang jelas setiap hari aku update karena mulai adanya kesibukan.


Andai saja aku punya skill Living Poltergeist, mungkin bisa crazy up setiap hari. Hahahaha..

__ADS_1


Terimakasih atas perhatiannya...


... See You in Next Chapter......


__ADS_2