Reincarnation Become Dungeon Master

Reincarnation Become Dungeon Master
The Hidden Wars | Chapter 64. Buku Dungeon Kabut


__ADS_3

...Chapter 64. Buku Dungeon Kabut....


Saat ini aku sedang berada di Dungeon Perpustakaan yang telah digabungkan oleh ku.


Setibanya disana, aku bertemu dengan seorang pemuda berbadan tidak begitu tinggi menyambut ku dengan membungkukkan badannya menghadap ku.


"Terimakasih, Mister Robot. Saya Ordinal akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu anda."


"Iya, mohon kerjasama sama juga Master Perpustakaan, Ordinal."


"Baik," jawab Ordinal.


Alesya yang berada disamping ku, dia sedikit marah dengan perkataan Ordinal yang kurang sopan terhadap ku.


"Kamu bersikaplah sopan dihadapan Tuan mu yang baru, Gabriel!" ucap ketus Alesya dengan tangan dilipatkan.


Aku tersenyum kecil dan tidak bisa membela nya namun, ada satu kalimat yang membuatku bingung.


"Gabriel? Apa maksudmu, Alesya?"


"Master, dia adalah Ultimate Skill tingkat Manas - Gabriel," jawab Alesya.


Mendengar jawaban Alesya, aku sontak mengalihkan pandangan kearah Ordinal.


"Benarkah itu?!"


Ordinal sontak berlutut satu kaki.


"Iya, Master seperti yang dikatakan oleh Kakak Athena. Saya Ordinal, Ultimate Skill Manas Gabriel," ucap Ordinal.


"Oh, begitu. Lalu, dimana pemilik skill mu?"


"Sebelum saya bercerita, Silahkan ikut saya!" ucap Ordinal seraya bangun dari berlutut nya.


Lalu, Ordinal berjalan ke arah dalam perpustakaan dan Aku bersama Alesya mengikuti nya. Selama berjalan, aku hanya melihat buku-buku yang tersusun rapih di tujuh lantai.


"Master, di perpustakaan Zero ini terkoleksi jutaan buku sejarah dan pelajaran dengan seratus ribu buku sihir dari tingkat dasar sampai tingkat dunia," ucap Ordinal sambil melangkah.

__ADS_1


Aku dan Alesya hanya mendengar kan dan mengikuti langkahnya seraya mendengar kisah Ordinal.


Tujuh ribu tahun yang lalu, Ordinal dan Mistress Elisabeth bertemu.


Dia wanita yang sangat pemalu dan pendiam berasal dari dunia lain. Maka dari itu, Ordinal memberikan saran untuk koleksi buku, membuat buku dan menjaganya. Saran itu diberikan lantaran master Elisabeth sangat suka membaca dan menulis cerita.


Bahkan dua ribu tahun kemudian, Master Elisabeth dikenal sebagai penemu sihir simbol. Namun, keberhasilan itu membuat salah satu Master Dungeon Kuno tertarik untuk merebut dan menghancurkan perpustakaan Zero tersebut.


Master Elisabeth berusaha sampai titik darah penghabisan melawan Invasi Dungeon Kuno kedalam Dungeon nya sampai suatu hari, Mistress Elisabeth terluka yang tidak bisa disembuhkan disaat bertarung dengan Unit terkuat Dungeon Kuno yang memiliki kekuatan tingkat Dewa.


Mistress Elisabeth pun berhasil mengalahkan Meski begitu, luka dan penyakit Mistress Elisabeth semakin memburuk. Maka dari itu, dia memutuskan untuk membuat sebuah buku dengan mempertaruhkan jiwa didalam buku tersebut.


Dan, Buku itu berjudul buku Dungeon Kabut.


Yang mana buku itu berada dihadapan ku dan tersimpan di lantai Nol.


"Selain ini sebuah buku tapi sejak Mistress Elisabeth wafat. Buku ini menjadi inti Dungeon perpustakaan Zero ini," ucap Ordinal yang mengakhiri ceritanya.


"Yang berarti, jika aku mengambil buku ini maka Dungeon ini akan hancur?"


Ordinal pun tersenyum, "Iya, meski begitu. Aku tidak menyesal menutupi Dungeon dan memberikan semua buku ini ke tangan yang tepat."


"Benar seperti yang dikatakan oleh Kakak Athena," jawab Ordinal.


Mendengar itu, aku melihat sekeliling.


Apa aku melakukan tindakan benar? Jika aku harus mengorbankan sejara yang sudah mencapai ribuan tahun ini hanya untuk ambisi ku saja.


Ditengah aku berpikir seperti itu, Alesya menjawab nya.


"Jika orang lain yang mewarisi mungkin hal itu diwajibkan tapi tidak dengan kemampuan Ultimate Skill Hefaistos milik Master," ucap Alesya.


Mendengar itu seperti sebuah jawaban dari dilema ku dan aku sontak menyimaknya dengan seksama.


"Bagaimana cara nya, Alesya?"


Alesya sontak menghadap ku dengan tangan yang masih dilipatkan.

__ADS_1


"Sederhana, Master hanya cukup menyalin ulang buku itu dan biarkan buku asli nya tetap sebagai inti Dungeon," jawab Alesya.


Mendengar itu, aku sontak senang. "Benarkah? Terimakasih," jawab ku seraya menarik dan memeluk Alesya.


"Iya, Ya. Master. Cepat lakukan!" seru Alesya.


"Baik," jawab ku sambil melepaskan pelukan ku.


Setelah itu, aku menghampiri buku Dungeon kabut dan saat sudah dekat, aku meluruskan tangan ku seraya merapalkan skill ku.


"Hefaistos."


Sesaat kemudian muncul asap pelangi dan berlahan membentuk buku yang serupa dengan buku Dungeon Kabut yang menjadi inti Dungeon.


Alesya yang melihat itu, dia tersenyum kecil sedangkan, Ordinal terkagum-kagum.


Beberapa saat kemudian, buku salinan Dungeon kabut tercipta seutuhnya dan aku mengambil nya dari udara.


Lalu, ku putuskan untuk Ordinal memeriksa salinan nya tersebut.


"Ordinal, coba periksa!"


"Baik, Master!" jawab Ordinal seraya menerima buku yang kuberikan.


Setelah itu, Ordinal merapalkan sihir nya.


"Penilaian."


Sesaat melihat buku salinan Dungeon Kabut. Dia terkejut dan tersenyum lebar.


"Kemampuan yang luar biasa. Buku ini memiliki keaslian 99 persen!" ucap kagum Ordinal.


"Jadi, bagaimana? apakah bisa ku gunakan salinan itu?"


Ordinal mengangguk kepalanya. "Tentu saja bisa. Terimakasih, Master," ucap Ordinal seraya menitihkan air mata.


Aku pun juga senang yang mana kekuatan bisa membantu seseorang tanpa harus mengorbankan apapun atau siapapun.

__ADS_1


Dan, sejak hari itu perpustakaan Zero resmi menjadi perpustakaan Dungeon Ace yang berada di lantai sembilan.


...___...


__ADS_2