
...Chapter 24. Kepala Pelayan, Callista....
Acara pelelangan tersisa dua hari lagi yang mana Rama datang kembali dengan membawa beberapa orang dan menurunkan beberapa barang yang akan di lelang esok hari.
Kehadiran mereka diperingati oleh Petapa Agung namun, aku mengabaikan nya lantaran mengerti maksud tujuan mereka.
Lalu, yang mengelola Miku dengan Keisha dalam pelelangan tersebut.
Melihat begitu banyak pekerjaan Miku itu, aku pun terpikir untuk membuat Automata bukan untuk bertarung melainkan untuk pelayanan dan Juru bicara.
Maka dari itu, aku memutuskan untuk bertanya kepada senior tentang hal itu yang mana secara kebetulan juga para senior sedang membahas unit pelayan.
[Group Chat]
Mister Robot: Hei, apakah kalian memisahkan jenis unit pelayan dan petarung?
Master Chaos: Kalo aku pelayan yang lainnya tidak. Namun, kepala pelayan nya memiliki skill petarung.
Mistress Dungeon Harem: Hahaha ... kalau aku semua pelayan bisa bertarung dan melayani.
Master Demon: Hei, ada Bro robot. Aku ucapkan terima kasih karena telah memberikan ku sejumlah poin yang lebih dari cukup sampai-sampai aku sudah bisa pulih kembali.
Mister Robot: Sama-sama. Kebetulan saja, aku sedang ramai penyusup.
Mistress Hutan Peri: Huaa ... enak nya, aku masih saja sepi.
Master Demon: Bro Robot, apakah kamu membutuhkan unit pelayan?
Mister Robot: Iya, seperti nya aku terlalu membebani unit terkuat ku untuk mengerjakan banyak tugas.
Mistress Dungeon Harem: Jika boleh tahu, Bro Robot. Unit terkuat mu ras apa?
Mister Robot: Dia ras Automata.
Mistress Dungeon Harem: APA? Automata? unit ras termahal di market.
Mister Robot: Begitulah.
__ADS_1
Master Chaos: Seperti nya, adik kita kaya akan Dungeon Poin.
Mister Robot: Tidak juga hanya setiap harinya ada saja manusia ataupun monster yang menyusup ke Dungeon apalagi mereka telah menjebak Ku untuk mengadakan Pelelangan di Dungeon.
Master Chaos: Bro Robot. Berhati-hatilah! Meski, kamu akan mendapatkan banyak poin tapi resikonya juga besar.
Master Penjara Demihuman: Iya, tidak satu dua Dungeon musnah karena taktik manusia ataupun Iblis.
Master Demon: Saya merasa tersinggung, Iblis tidak pernah selicik itu. Ras kami selalu dituntut bertarung secara adil dan terbuka. Jika memang kamu membutuhkan pelayan hebat, aku akan membantu mu dengan menjual satu primordial Demon ku kepada mu ini juga sebagai rasa terima kasih dan kerja sama ku.
Master Penjara Demihuman: Tega kamu Bro Demon. Aku sudah beberapa kali kasih harga tapi kamu tidak mau menjualnya.
Mistress Dungeon Harem: Tunggu! Jual? bukan kah kamu ingin berterimakasih. Kenapa malah menjual beli?
Master Demon: Maaf, sekarang aku lagi sedikit poin jadi aku tidak bisa hanya sekedar memberikan saja.
Mister Robot: Berapa harga Bro Demon mau menjual nya?
Master Demon: Bagaimana Bro robot saja?
Melihat Chat itu, aku sontak menanyakan nya kepada Petapa Agung yang mana dia menjawab untuk pembelian primordial demon dibutuhkan DP diatas 50.000. Petapa Agung menduga, Master Demon memiliki unit Primordial bukan melainkan unit panggilan seperti aku membuat Automata yang memiliki harga diatas 70.000 poin.
Mister Robot: Aku bisa memberikan mu 10.000 poin. Bagaimana?
Master Demon: Tidak masalah. Terimakasih.
Master Penjara Demihuman: Apa? Huaaaa .... 10.000 poin? bahkan aku bisa memberikan mu 50.000 poin.
Master Demon: Aku tidak tertarik. Bro robot nanti aku kirimkan.
Mistress Dungeon Harem: Bro robot, Selamat!
Master Chaos: Selamat!
Mister Robot: Terimakasih semuanya.
Master Penjara Demihuman: Tetap saja, selamat Bro Robot dan berhati-hati lah pelelangan besok!
__ADS_1
Mister Robot: Iya, terimakasih.
Master Demon: Ingat satu pesan ku. Jangan pernah memihak ras apapun terutama Manusia.
Mistress Dungeon Harem: Dan, tidak sedikit Dungeon dihancurkan oleh manusia hanya untuk meraih kekuasaan dan kekuatan. Tanpa memikirkan kehancuran didalam nya.
Mister Robot: Iya, aku mengerti. Terimakasih nasihat nya. ]
Dan, chat pun berakhir.
Setelah itu, aku mengirim kan 10.000 DP. Meski, jumlah poin ku yang sebenarnya tidak mencukupi. Aku mampu memanipulasi nya dengan cincin Absolute Mana.
Sesudah itu, aku menerima buku iblis edisi Primordial yang mana dalam buku itu berisikan mantra dan persyaratan untuk memanggil Primordial demon.
Aku pun memenuhi semua persyaratan dan memulai ritualnya.
"Wahai Iblis agung, datang lah! sang Iblis Primordial!"
Sesaat kemudian, muncul lingkaran sihir merah pekat dengan asap hitam lalu datang dari bawah lingkaran sihir sosok wanita berambut biru sebahu yang tidak mengenakan pakaian sehelai pun.
Sosoknya sama sekali tidak terlihat seperti iblis melainkan lebih mirip manusia.
"Master, saya primordial Biru. Siap melayani anda! Saya mohon kontrak dari anda."
Aku tersenyum senang melihat nya. Lalu, aku mendekati nya dan memegang kepala nya.
"Aku terima pelayanan mu dan mulai saat ini nama mu, Callista!"
"Baik, Master," jawab Callista.
Dan, mulai hari itu. Aku memiliki pelayan Primordial Demon dan Miku pun lebih bisa bersantai menjalankan aktivitas nya.
Dua hari pun berlalu yang mana hari pelelangan diadakan.
..._________...
Callista.
__ADS_1