
Wanita itu tersenyum puas, melihat Papah menuruti perkataan nya duduk di kursi meja makan, tepat di sebelah nya dengan tangan nya yang masih menggenggam tangan Papah, seakan dia telah memiliki Papah, tapi itu hanya berlangsung sementara, tidak semudah itu dia bisa memperdaya Papah yang tidak pernah meninggalkan ibadah kepada Tuhan nya, Papah tidak pernah sekali pun meninggalkan solat lima waktu selama hidupnya, dan amalan lain nya seperti solat sunnah puasa wajib dan sunnah, Papah orang yang taat beribadah, iman nya terlalu kokoh untuk di perdaya, dan kecintaan nya kepada keluarga memberikan nya kekuatan.
"Astaghfirullah hal ajim..."
Dengan memejamkan matanya Papah beristigfar, seketika wanita itu tersontak kaget, berdiri, dan mundur tangan nya terlepas dari tangan Papah, kursi yang berada d belakang nya tergeser.
"Hentikan... !"
Tersirat kemarahan di wajah nya, dan seketika dia menghilang, meninggalkan Papah yang tersadar, dia mendapatkan dirinya duduk tertidur di kursi meja makan, dengan secangkir kopi di hadapan nya.
"Astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah hal ajim..."
Ketika terbangun Papah hanya bisa beristigfar berulang kali yang keluar dari bibir nya.
"Apa itu tadi?, apa aku bermimpi?."
Gumam nya, Papah melirik jam dinding, sudah menunjukan jam 4 pagi.
"Astaghfirullah sudah mau subuh, dari tadi aku tertidur di sini."
Gumam Papah lagi, dia teringat terakhir kali dia melihat jam setelah berkeliling vila sebelum masuk dapur, jam menunjukan jam 12 lebih, Papah bangkit dari duduk nya lalu berdiri, Papah berjalan menuju setiap ruangan vila itu, memeriksa semua pintu ruangan, dan mengunci pintu yang belum terkunci lagi, setelah Papah membuka nya, Papah melewati ruangan yang terdapat lukisan itu, Papah melirik melihat lukisan itu, tak ada yang aneh, Papah menerus kan langkah nya menuju ruang tengah, mematikan tivi yang berada di ruang tengah yang dia nyalakan tadi, lalu Papah berjalan lagi ke ruang utama memeriksa nya, dan melanjutkan lagi langkah nya menujukan pintu ruang utama, membuka pintu ruang utama, dan melangkah keluar, lalu mengunci pintu ruang utama.
Papah berdiri mematung di depan pintu ruang utama, tatapan nya menuju ke gerbang pintu vila, tak terlihat keadaan di luar karena terhalang gerbang, dan benteng vila yang kokoh, keadaan begitu sepi tak terdengar suara apapun bahkan suara hewan malam, sesaat kemudian terdengar suara adzan subuh berkumandang.
"Alhamdulillah..."
Ketika mendengar suara adzan Papah merasa lega, selain karena tugas nya sudah selesai, walaupun dia tau semalaman tadi dia tertidur, untung semuanya aman tidak terjadi apa apa, tidak ada orang atau maling masuk, Papah ingin segera pulang dia tau istri, dan anak-anak nya sekarang pasti sudah bangun, dan sedang solat subuh bersama, Papah tersenyum lalu termenung berpikir, apakah harus menceritakan kejadian yang barusan terjadi pada nya kepada istrinya?, ntah apa itu tadi mimpi atau memang nyata terjadi, tapi dia merasa smua itu benar benar terjadi, bukan sekedar mimpinya, tapi tadi ketika dia tersadar, dia sedang dalam keadaan tertidur di kursi meja makan.
Papah menghela napas panjang, memasukan tangan nya ke dalam saku jaketnya, karena merasa kedinginan, Papah berjalan menuju gerbang, dan membuka pintu gerbang, Papah tersontak kaget ketika membuka gerbang, Bibi sudah ada di depan pintu gerbang.
"Astaghfirullah....Bibi...ngagetin aja..."
Bibi yang berada di depan pintu juga sedikit kaget
"Lah baru saja mau pijit bel nya Bapak udah keluar, maap gak maksud ngagetin saya juga kaget."
__ADS_1
Ujar Bibi, sambil menutup mulut nya yang tertawa.
"Ya udah, saya pulang dulu yah Bi...ini kunci kuncinya."
Papah memberikan semua kunci vila itu kepada Bibi, lalu melangkah keluar berjalan menuju rumah nya.
"Asalamualaikum..."
Tepat di depan pintu utama rumah nya papah memberi salam, terdengar suara langkah dari dalam rumah, dan suara kunci pintu rumah yang bergerak, pintu terbuka, Mamah berdiri di hadapan Papah sambil tersenyum, Papah membalas senyuman nya, lega bahagia terukir di wajah Papah ketika melihat wanita di hadapan nya, istrinya yang dia cintai, Papah mengandeng pundak Mamah.
"Udah solat subuh Mah?."
Papah bertanya sambil melirik ke samping melihat istrinya.
"Udah barusan, ini baru beres sama anak-anak tadi berjamaah, Papah solat subuh dulu ya trus tidur Papah pasti ngantuk."
Kata Mamah menyarankan untuk Papah tidur setelah solat subuh, karena pikir Mamah semalaman Papah tidak tidur.
"Gak ko mah Papah gak ngantuk."
Kata Papah membuat langkah Mamah terhenti.
Papah kebingungan dengan pertanyaan Mamah.
"Hhheee tadi ketiduran di dapur."
Sambil garuk garuk kepala nya yang tidak gatal Papah cengengesan.
"Lah ko..., Papah kecapean ya tadi Papah gak tidur dulu sepulang nganterin Teteh berobat, pulang dari berobat nya juga kemaleman, tapi aman kan Pah?."
Tanya Mamah.
"Alhamdulillah Mah aman, gimana Teteh?, semaleman kesakitan gak?."
Papah menanyakan keadaan putri sulung nya.
__ADS_1
"Mamah tidur sama teteh tadi malam Pah,Teteh nya nangis nangis kesakitan, Mamah udah kasih obat baru mendingan."
Papah menghela napas.
"Kasihan Teteh.. bentar Papah mu liat teteh dulu."
Lalu Papah pergi ke kamar anak sulung nya, membuka pintu kamar tidur, dan berjalan menuju putri sulung nya, yang sedang tertidur, dan mencium kening putri sulung nya.
"Yang sabar ya Teh, yang kuat..."
Lalu Papah beranjak, dan melangkah keluar kamar, menutup pintu kamar, dan melanjutkan langkah nya menuju kamar mandi, mengambil wudhu untuk solat subuh.
Ketika sudah selesai solat subuh Papah masih terduduk di sejadah nya, memikirkan kejadian semalam dia bertemu dengan wanita cantik yang mengagumkan itu, wanita yang sama yang ada di dalam lukisan, tiba-tiba Mamah masuk ke dalam kamar.
"Udah solat nya Pah?."
Spontan Papah tersadar dari lamunan nya, dan tersenyum melihat Mamah, lalu bangkit berdiri, dan menghampiri Mamah, memeluk Mamah dari belakang yang sedang membereskan merapihkan rambut nya.
"Anak anak udah bangun loh Pah."
Kata Mamah yang mengerti keinginan Papah.
"Bentar aja Mah, kunci dulu pintu nya."
Mamah tersenyum, lalu melangkah pergi menuju pintu, dan mengunci pintu kamar, lalu menghampiri Papah yang berdiri di samping tempat tidur, tersenyum merentangkan tangan nya.
"Mamah masih punya wudhu kan?."
Kata Papah bertanya Mamah mengangangguk.
"Masih kan baru solat subuh sebelum Papah datang tadi."
Sebelum melakukan kewajiban suami istri, Mamah dan Papah selalu berwudhu dulu, biar gak di barengin setan biar Anak-anak nya yang lahir jadi anak soleh dan soleha, itu sunah sebelum melakukan kewajiban suami istri.
"Iya jadi gak perlu wudhu lagi..."
__ADS_1
Kata Papah tersenyum ketika mereka sedang bercumbu, di atas ranjang nya, tiba-tiba terdengar suara dari jendela kamar nya, suara yang keras sekali seperti suara jendela yang terbuka, lalu ditutup dengan keras, Mamah dan Papah tersontak kaget.
(Bersambung)