
Mamah melepaskan pelukan nya, memakai kan Papah jaket yang ada di tangan nya, Mamah datang sendiri ke rumah sakit sesaat setelah melihat Papah pergi tidak memakai jaket, bahkan hanya memakai piyama nya, Mas Ami dan istrinya yang sudah terbangun menghampiri Mamah yang sedang berdiri di halaman rumah.
"Ada apa Buk?".
Istrinya nya Mas Ami dengan khawatir bertanya.
"Temen nya Bapak yang tadi menginap di rumah, kecelakaan mobil di bawa ke rumah sakit, Mba tolong saya jagain Anak- anak, saya mau nyusul Bapak ke rumah sakit, Eli gak usah sekolah dulu biar dia jaga adik adik nya".
Mamah sambil berjalan masuk ke rumah meminta istrinya nya Mas Ami untuk menjaga Anak anak nya.
"Astaghfirullah.. iya Bu..saya akan jagain mereka, ibu susul aja Bapak nya, khawatir itu Bapak pergi nya aja gak pake jaket, jangan khawatir anak anak saya jagain".
Istrinya nya Mas Ami menyanggupi, Mamah berjalan menuju kamar nya mengganti pakaian dan mengambil jaket Papah, Mamah pergi ke rumah sakit menggunakan angkutan umum, st-hall -Lembang yang lewat depan rumah nya, karena rumah kami dekat depan jalan lalu lintas yang biasa di lalui angkutan kota umum.
Hanya sekali naik angkutan umum St-hall - Lembang, dengan waktu tempuh sekitar Empat puluh lima menit - satu jam, bila tidak macet sudah sampai di depan RS Hasan Sadikin Bandung, kebetulan karena hari masih sangat pagi jalanan kota Lembang - Bandung lancar tidak macet, sesampainya di RS Hasan Sadikin Bandung, Mamah segera menuju ke ruang UGD mencari informasi tentang pasien yang bernama Toni Nugraha.
Di ruangan Receptionist rumah sakit itu, mereka memberitahu bahwa Om Toni sedang dalam tindakan operasi, Mamah segera menuju ke tempat yang di beritahu kan oleh petugas Receptionist, Mamah berjalan melewati koridor rumah sakit sepi sekali tak ada seorang pun di sana seperti nya hanya Mamah yang berada di lorong koridor rumah sakit itu.
Mamah mencari ruangan oprasi berlari kesana kemari sampai di suatu koridor ruangan, Mamah melihat di ujung koridor ada lelaki yang keluar dari sebuah ruangan, lelaki itu mematung di ambang pintu, memakai piyama yah itu Papah masih mengenakan piyama yang sama ketika Papah pergi tidak sempat mengganti baju nya wajah nya sangat terpukul, tapi kenapa?, di belakang nya berdiri seorang pria memakai baju putih, Toni... Mamah sangat mengenal lelaki yang di belakang Papah adalah Toni sahabat Papah, Om Toni terlihat bercahaya, dan tersenyum.
Mamah menghentikan langkah nya, bukan kah OmToni sedang di oprasi? apa sudah selesai? tapi walaupun sudah selesai di oprasi tidak mungkin dia bisa langsung berdiri di belakang Papah seperti itu, dan Papah... kenapa Papah terlihat begitu sedih...
Mamah berlari menghampiri Papah ketika melihat Papah duduk terkulai lemas di lantai, Mamah memeluk Papah, Om Toni masih ada di belakang Papah, Mamah menengadah kan wajah nya ke atas melihat Om Toni, Om Toni menunduk melihat Mamah dan Papah yang berada tepat di bawah kaki nya berdiri.
__ADS_1
Om Toni tersenyum, dan Papah memeluk Mamah erat dan menangis menyebut nama Om Toni berkali kali, dan Om Toni pun menghilang, Mamah baru sadar Om Toni yang di lihat nya tadi sudah berbeda alam...
******.
Mamah memakai kan jaket di tangan nya ke Papah, jaket yang sngaja di bawa nya dari rumah untuk Papah yang saat ini hanya memakai piyama.
"Ayo Pah duduk di kursi itu"
Pinta mamah lalu membantu Papah berdiri, dengan tertatih lemas di bantu Mamah, Papah melangkah seakan kakinya sudah tak dapat menahan beban tubuhnya lagi.
Papah sangat merasa kehilangan karena Om Toni bukan hanya sekedar teman, Om Toni saudara tak sedarah yang selalu menemani nya dalam suka, dan duka bahkan Papah tak dekat dengan keluarganya, Papah lebih dekat dengan keluarga Om Toni
Keheningan menyelimuti Papah, dan Mamah kedua nya hanya duduk terdiam, sibuk dengan pikiran nya dan pertanyaan tentang Om Toni dalam pikiran masing masing, tapi mereka tak mengungkapkan nya, mamah masih memikirkan tentang Om Toni yang tadi berdiri di belakang Papah, Mamah berpikir harus kah memberi tahu Papah kalo tadi Mamah melihat Om Toni di belakang nya, dan Papah.. begitu banyak pertanyaan dalam pikiran nya tentang apa yang terjadi semalam setelah Papah meninggal kan Om Toni yang tertidur di sopa ruang keluarga, seandainya dia tak masuk kamar, seandainya Papah menemani Om Toni tidur di ruang keluarga walaupun hanya ada satu sopa panjang di ruang keluarga yang saat itu di gunakan oleh Om Toni.
Gumam Papah, Satu jam berlalu, Babeh, Papah nya Om Toni pun datang, Mamah melihat Babeh sedang berjalan tergesa gesa menghampiri mereka, mamah memberitahu Papah.
"Pah.. Babeh datang..".
Papah hanya menoleh tapi Papah tak sanggup untuk berdiri, mamah berdiri dan menghampiri Babeh, Papah nya Om Toni.
" Babeh..Yang sabar ya.. ikhlas kan.."
Babeh mengangguk dan memeluk Mamah, lalu menghampiri Papah yang sedang terduduk lesu, dan menepuk nepuk pundak Papah, Papah yang di hampiri mencoba berdiri, Babeh membantu nya berdiri dan memeluk Papah.
__ADS_1
"Kita harus mengikhlaskan kan nya.. "
Babeh, Papah nya Om Toni berusaha kuat walaupun air mata sudah tak bisa di bendung lagi, siapa orang tua yang rela kehilangan anak nya, Babeh dan Papah hanya bisa berpelukan dan menangis seakan ingin saling menguatkan, sekaligus ingin saling menumpah kan rasa kehilangan.
Babeh sudah menganggap papah seperti anak nya sendiri, dari kecil Om Toni dan Papah selalu bersama, Papah sering menginap di rumah Om Toni.
Papah sudah menjadi yatim piatu dari kecil tinggal bersama Kakaknya, tapi tidak terlalu di perhatikan karena Kakak nya Papah sudah menikah dan punya keluarga, sedangkan Om Toni Ibu nya sudah meninggal dunia dari Om Toni kecil, dan Papah nya, Babeh sering tak ada di rumah karena urusan pekerjaan.
Om Toni di kebumikan hari itu juga, setelah jenazahnya di bawa ke rumah di madikan lagi oleh pihak keluarga di kapani, dan disolat kan oleh seluruh anggota keluarga kerabat, dan teman-temannya.
Om Toni di kebumikan setelah selesai salat jumat, karena hari itu hari jumat, saat om Toni datang ke rumah hari Kamis malam jumat, papah tidak menunggu vila karena pemilik vila datang, seperti yang sudah d sepakati sebelum nya papah hanya menjaga vila Empat malam, malam senin sampai malam kamis.
Pada hari Kamis malam jumat itu papah dan om Toni bergadang sampai tengah malam, dan pagi pagi nya om Toni menghilang.
Papah mendapat kabar om Toni di Rumah sakit dari babeh karena dari pihak kepolisian menghubungi Babeh tentang kejadian kecelakaan mobil yang di dalam mobil itu di ketemukan STNK atas nama Babeh.
Polisi masih menyelidiki sebab kecelakaan mobil itu, di tempat kejadian terlihat bekas ban yang di rem tiba tiba, dan mobil terbalik berunglang kali.
Seperti nya Om Toni mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, dan mengerem nya tiba tiba, dan sepertinya om Toni tidak memakai sabuk pengaman yang mengakibatkan om Toni terpelanting keluar dari arah kaca depan, dan mobil terjungkal beberapa kali.
Apa penyebab Om Toni harus melajukan mobil nya dalam kecepatan tinggi pada pagi itu? kenapa Om Toni mengerem dengan tiba tiba?, pertanyaan itu sekarang yang ingin papah ketahui setelah mendengar kabar kronologis kejadian dari Polisi.
(Bersambung)
__ADS_1