RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo

RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo
Bab 27 Mayang sari


__ADS_3

Senyum wanita itu membuat wajah nya semakin mengagumkan, Papah masih berdiri mematung memandangi wanita yang duduk di sopa bekas dia duduk tadi.


"Kali ini aku harus tau siapa dia, aku harus bisa meyakin kan diri ku sendiri bahwa semua ini bukan halusinasi ku".


Batin Papah.


"Sini kang...aku bukan halusinasi".


Wanita itu berkata, seperti nya wanita itu sudah tau apa yang ada di pikiran Papah.


"Siapa kamu?, siapa nama mu,".


Masih berdiri, dan memandangi wanita itu dari tempat nya tak bergerak Papah memberanikan diri besuara, dan bertanya.


"Duduk lah di sini, kalo Kakang mau duduk dekat ku akan aku sebutkan nama ku".


Dengan melambaikan tangan nya meminta Papah duduk di samping nya, wanita itu tersenyum menggoda Papah, perlahan Papah menggerakkan kaki nya melangkah menghampiri wanita itu, wanita itu menggeser kan tubuh nya memberi Papah tempat di sopa, Papah duduk di samping nya.


"Aku sudah duduk di samping mu sekarang katakan siapa nama mu".


Papah harus memberanikan dirinya untuk mengakhiri semua misteri tentang wanita itu, Papah ingin tau siapa wanita itu?apa hubungan nya wanita itu dengan pemilik vila ini, dan tentu saja siapa dia sebenarnya, dia tentunya bukan manusia tapi makhluk apa dia, siapa dia sebenarnya? bagaimana wujud dia yang sebenarnya?, wanita itu tersenyum.


"Kau tidak takut pada ku kang? ".


Dengan tatapan tajam wanita itu bertanya?.


"Kenapa aku harus takut? apa wujud mu yang sebenarnya menyeramkan kan? ".


Wanita itu tertawa mendengar perkataan Papah.


"Aku tidak akan pernah berwujud menyeramkan untuk mu Kakang...,".


Papah tersenyum tipis, tentu saja pikir Papah kalo wanita itu berwujud menyeramkan, Papah tidak akan mau untuk mendekati nya, jangan kan duduk di sopa ini bersama nya ketika melihat nya pun Papah akan lari.


"Siapa nama mu?".


Papah melirik wanita itu, dan bertanya, kini wajah Papah tepat di depan wajah wanita itu, wanita itu tersenyum,.


"Mayang... aku Mayang sari".


Bibir wanita itu mengucapkan nama nya, bibir Papah mengulangi perkataan wanita itu yang menyebut nama nya.


"Mayang sari... ".


Tersirat kebahagiaan dari wajah wanita itu ketika Papah menyebutkan nama nya.

__ADS_1


"Ya Kang mayang sari... kau suka nama ku Kang? sebut kan lagi nama ku Kang..., aku suka ketika bibir mu mengucapkan nama ku".


Papah terdiam tanpa menuruti permintaan wanita itu untuk menyebut kan lagi nama nya, Papah bertanya lagi.


"Dari mana asal mu, sebelum kau tinggal di vila?".


Dari cerita Bibi, Papah mengetahui bahwa vila ini di bangun sekitar Empat thn yang lalu.


" Aku berasal dari istana ku kang di Gunung Putri Ci kole ".


Gunung Putri Ci Kole lokasi nya berada di jalan Tangkuban Perahu, menuju Subang tepatnya sebelum Ci Ater Subang, antara Lembang, dan Subang ada desa bernama Ci Kole, di sana ada sebuah Gunung, di Gunung itu konon katanya memang ada tempat persugihan.


"Jadi.. kau adalah...? pemilik rumah ini adalah.. ".


Papah merenggut kan dahi nya.


"Dia bersekutu padaku, dengan menikahi ku, aku memberi nya kekayaan".


Mayang sari mengerti apa yang ingin Papah ketahui.


"Hanya dengan menikahi mu dengan wujud mu seperti ini?.


Papah bertanya dengan tatapan tajam.


"Tentu saja ada tumbal.. ".


"Apa tumbalnya".


Papah makin penasaran.


"Nyawa manusia!".


Papah tersontak kaget, muka Papah jadi pucat pasi, wanita itu tersenyum.


"Keluarga nya!".


Papah bertanya lagi.


"Istrinya... ".


Kata wanita itu lagi dengan tersenyum bangga.


"Dia harus menikah dengan seorang wanita dalam waktu Tiga tahun sekali, dia harus menumbal kan istrinya pada ku, harus yang masih muda, cantik, dan segar, agar kecantikan ku semakin bertambah".


Wanita itu berdiri, dan melengang berjalan memutar badan nya seakan mengagumi dirinya sendiri.

__ADS_1


"Lalu istri Tuanya? istrinya yang pertama?".


Papah pun berdiri pernyataan wanita itu makin membuat nya penasaran.


"Aku tidak menginginkan mereka, istrinya tidak tau dia bersekutu dengan ku, dia punya perusahaan hanya itu yang istrinya tau, dan dia mengunjungi ku di sini untuk menunaikan kewajiban nya pada ku, menggauli ku 3 hari 3 malam dalam seminggu,".


Wanita itu kembali menatap Papah, dan menghampiri Papah yang berdiri.


"Sampai kapan?".


Kata Papah bertanya lagi


"Sampai dia tidak bisa memberikan aku tumbal lagi lalu dia sendiri yang harus menjadi tumbal nya, aku bawa dia ke istana ku menjadi budak kami, sampai tiba waktunya dia untuk kembali ke Tuhan nya".


Mayang sari makin mendekati Papah, keringat dingin mengucur di kening Papah.


"Maukah kau menikahi ku kang?".


Mayang sari mengusap lembut wajah Papah.


"Bukan kah kau mengagumi ku kang?".


Papah menutup matanya.


"Kenapa Kang? kau takut padaku? buka matamu Kang".


Papah membuka matanya, di hadapan nya wanita yang bernama mayang sari itu tersenyum.


"Kau beruntung aku lah yang menginginkan mu, kau tidak perlu datang ke Istana ku di Gunung Putri dan melakukan ritual bertapa untuk 3 hari 3 malam di tengah gua yg gelap gulita di penuhi oleh ular...".


Mayang sari dengan senyum nya menggoda.


"Aku menginginkan mu Kang... dari pertama aku melihat mu, kau begitu bersinar, iman mu.. kepada Tuhan mu membuat kami makin tertarik untuk membawa mu bersama kami, kami bangga bila ada manusia yang beriman meninggal kan Tuhan nya untuk kami.. ".


Seketika Papah tersentak Papah menutup mata nya, dan berkata.


"Astaghfirullah hal ajim...".


Mayang Sari tekejut, dan mundur.


"Hentikan Kang...terima lah aku, aku akan memberikan apa pun yang kau mau di dunia ini kau bisa membahagiakan istri dan anak anak mu, aku tidak akan mengganggu mereka, mereka bisa menikmati kekayaan di dunia, aku tidak meminta tumbal dari darah daging mu, hanya perempuan muda yang tergila gila oleh harta, dan ketampanan mu yang menjadi tumbal, wanita muda yang rakus harta, dan penuh ambisi mereka yang menjadi tumbal bukan keluarga mu bukan istri mu, tinggal kan Tuhan mu.. apa yang Tuhan mu berikan padamu? hanyalah ujian yang tiada henti yang menyengsarakan keluarga mu!!.


Mayang sari dengan nada tinggi mencoba untuk menghasut pikiran Papah, Papah terdiam lalu menatap tajam kepada wanita itu, Mayang Sari membalas tatapan Papah dengan tatapan memelas.


"Ashadualla illah ha illallah.. WA Asha duana Muhammad Darosullah".

__ADS_1


Papah mengucapkan dua kalimat syahadat, mata Mayang Sari berubah menjadi merah terlihat kemarahan di wajah nya, Papah membaca ayat ayat suci alquran lampu di ruangan itu nyala, dan padam lalu menyala, dan seketika Mayang Sari menghilang, Papah terduduk lemas di sopa, kini dia yakin smua yang di alami nya bukan lah halusinasi nya, karena kini dia sedang tidak tertidur seperti sebelumnya kejadian yang terjadi ketika dia tertidur di dapur kali ini dia benar benar tersadar.


(Bersambung)


__ADS_2