RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo

RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo
Bab 28 Meyakinkan Mamah


__ADS_3

Papah masih terduduk lemas di sopa, Papah melihat jam dinding d ruangan itu sudah menunjukkan jam 3:39 dini hari, Papah bangkit dari duduk nya berjalan menuju dapur mengambil segelas air putih di teko, setelah meminumnya Papah berjalan menuju wastafel untuk membasuh wajah nya, Papah berjalan lagi menuju ruang tengah melewati lukisan itu Papah menatap tajam lukisan itu.


Kini semua nya terjawab ternyata pemilik vila ini bersekutu dengan jin untuk mendapatkan harta, tapi Papah masih penasaran bagaimana wujud sesungguhnya jin ini, terngiang di telinga nya perkataan Mayang Sari yang membujuk nya untuk bersekutu dengan nya, terbayang keluarga nya isterinya anak-anaknya yang selama ini kesusahan, kekurangan dalam kemiskinan yang hidup seadanya, walaupun mereka menghuni rumah mewah tapi jangan kan untuk jajan sudah bisa makan dua kali sehari pun mereka dengan seadanya, untung istrinya dapat mengatur keuangan dengan baik membuat masakan yang biasa saja tapi di tangan nya masakan nya bisa menjadi enak, anak-anaknya yang tidak manja mereka mengerti keadaan orang tua, Papah menghela napas, sudah lama dia tidak pernah mengajak anak-anak nya pergi jalan jalan, berwisata seperti dulu, sekarang jangan kan mengajak mereka jalan jalan berwisata kalo pun ada uang dia harus membayar hutang nya kepada Toni, teringat perkataan Toni yang mengatakan dia tidak bisa membahagiakan istri dan anak anak nya.


" Yah aku suami yang tidak bisa membahagiakan istri, dan anak anak ku"


Batin Papah, Papah menghela napas, tapi Papah yakin semua ada jalan keluar nya semoga dengan menjual rumah nya dia bisa memperbaiki kehidupan nya, setidaknya hidup di sebuah Desa dengan rumah sederhana tapi mempunyai penghasilan dari usaha kecil kecilan, tidak punya hutang, dan tanpa teror teror lagi dari makhluk ghaib.


Hanya itu jalan keluar nya, harap Papah dalam hatinya dia bisa mendapatkan lagi perkerjaan seperti dulu, di sebuah kantor perbankan swasta sesuai dengan bidang nya yang bisa menunjang kehidupan nya, dan keluarga nya, tidak pernah terbersit sedikit pun di hati Papah untuk menggadaikan iman nya.


Papah bersyukur atas smua anugrah yang telah Allah berikan, walau pun dengan segala kekurangan istri, dan anak anak yang soleh, dan soleha yang sabar dan saling melindungi, adalah harta yang tidak semua orang seperti dirinya bisa mendapatkan nya.


Papah menghentikan lamunan nya, dan melangkah kan kakinya berjalan menuju ruang tengah, mematikan tivi yang dari tadi menyala, lalu Papah menuju ruang utama membuka pintu ruang utama, dan melangkah kan kaki nya keluar, mengunci kembali pintu ruang utama, Papah berdiri di depan ruang utama menunggu adzan subuh berkumandang.


Kini adzan subuh untuk Papah selain tanda panggilan untuk solat Subuh tapi tanda bahwa tugas nya sudah selesai, seperti biasa sesudah adzan subuh berkumandang beberapa menit kemudian, Papah segera berjalan menuju gerbang membuka pintu gerbang, dan menunggu Bibi datang untuk memberikan kunci vila ini ke Bibi.


Setelah memberikan kunci Papah pamit dan berjalan menuju rumah nya, istri nya seperti biasa menyambut kedatangan nya dengan senyuman memberikan kedamaian di hati Papah, Papah berpikir apa dia harus menceritakan kejadian malam ini pada istrinya?, tapi istrinya tadi siang baru mendapatkan hal yang tidak menyenangkan seperti nya tidak tepat memberitahukan istrinya sekarang hanya akan memberikan kekhawatiran pada istrinya.


Setelah solat subuh Papah tidur, dalam tidur nya dia bermimpi bertemu dengan Mayang Sari wanita dalam lukisan itu, saat itu Mamah sudah beres menyiapkan makanan untuk sarapan, Mamah menghampiri Papah yang sedang tertidur di kamar nya.


Mamah berniat membangun kan Papah untuk sarapan bersama, tapi ketika Mamah hendak membangun Papah, Mamah mendengar Papah menyebutkan nama seorang wanita... mayang... Mayang sari.. mayang..., Mamah tersontak kaget, Mayang Sari... siapa dia.. apa Papah mempunyai hubungan dengan wanita lain yang bernama Mayang Sari?, dalam pikiran Mamah, lalu Mamah membangun kan Papah dengan kasar.


"Siapa Mayang Sari Papaah...!".


Mamah terus membangun kan Papah dengan menggoyangkan tubuh Papah, Papah terbangun.


"Iya Mah...Apa Mah..".


Papah terduduk d ranjang nya dan melihat Mamah di depan sedang terlihat kesal.

__ADS_1


"Mamah kenapa?".


Kata Papah ketika melihat istrinya, wajah nya terlihat marah.


"Siapa Mayang Sari? ada hubungan apa Papah dengan perempuan bernama Mayang Sari?".


Papah terkejut bagaimana Mamah bisa tau nama wanita dalam lukisan itu.


"Mamah tau dari siapa nama itu?".


Dengan wajah kebingungan Papah bertanya


"Tadi Papah ngigau nyebut nama Mayang Sari...!siapa pah!?".


Papah manghela napas.. seperti nya Papah harus menjelaskan nya ke Mamah dari pada terus ada kecurigaan kalo dia selingkuhi,lebih baik di jelaskan dari pada istrinya salah paham.


Kata Papah sambil meraih lengan Mamah, meminta nya untuk duduk tapi Mamah kesal, Mamah menepis tangan Papah.


"Jangan pegang pegang, jujur siapa Mayang Sari?".


Papah menghela napas.


"Mayang Sari nama wanita di lukisan, Mamah tau kan d vila ada lukisan wanita,wanita itu namanya Mayang Sari".


Mamah mengernyit kan alis nya keheranan.


"Trus kenapa Papah sampe ngigau nyebut nama perempuan itu, Papah tau dari mana wanita dalam lukisan itu bernama Mayang Sari".


Mamah dengan suara bernada tinggi karena marah, Papah menempel kan telunjuk nya di bibir nya, memberi isyarat kepada Mamah agar jangan keras keras bicara nya.

__ADS_1


"Ssshhttt Mah.. jangan keras keras, nanti anak anak dengar, wanita dalam lukisan itu yang bilang sendiri ke Papah".


Mamah membelalakan matanya ketika mendengar itu.


"Maksudnya apa? lukisan ngomong gitu?".


Dengan nada tidak percaya Mamah bertanya.


"Mamah pasti gak akan percaya Mah... udah tiga hari ini wanita dalam lukisan itu menemui Papah di vila, dia mewujudkan dirinya jadi manusia yang kemaren Papah bilang di jendalela wanita itu, itu dia Mah, tadi malam dia bilang dia nama nya Mayang Sari".


Papah berusaha menjelaskan ke Mamah, Mamah tersenyum sinis sambil geleng- geleng kan kepala nya.


"Gak ada alasan lain Pah?".


Papah menepuk jidat nya dia bingung bagaimana menjelaskan kepada istrinya.


"Mamah kan tau... Papah gak pergi ke mana-mana, malam Papah ke vila, dan siang nya di rumah,bagaimana bisa Papah kenal dengan wanita lain?".


Sejenak Mamah tertegun memikirkan perkataan suami nya, benar juga ya pikir nya.


" Trus maksud nya wanita dalam lukisan itu hidup? trus nyebutin nama nya ke Papah?".


Papah mengangguk.


"Iya Mah... terserah Mamah mau percaya atau tidak, tapi wanita dalam lukisan itu benar benar hidup, dan menyebutkan nama nya ke Papah, dari pertama kali Papah menjaga vila wanita itu mendatangi Papah di vila, Papah gak brani ngomong ke Mamah".


Papah berusaha untuk menjelaskan, Mamah berusaha mencerna, dan berusaha untuk percaya apa yang telah suami nya katakan...


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2