RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo

RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo
Bab 66


__ADS_3

Aku melihat kaki mamah yang memakai sandal capit nya menyentuh lantai.


"Alhamdulillah.. ".


Ucap aku dan Mamah berbarengan, ternyata Mamah juga sama melihat ke bawah ke kaki ku menyelidiki menapak apa tidak di lantai, aku hampir lemas, Mamah memukul tangan ku sambil tertawa.


" Mamah iiiihh kirain aku,... "


Aku tidak menerus kan omongan ku Mamah juga tertawa dan berkata.


"Sama, kirain Mamah juga kamu.. hehe".


Ucap Mamah sambil tertawa lalu kami berjalan.


"Mamah, tadi ngapain di dapur?".


Tanya ku, ke Mamah penasaran.


"Tadi Mamah bikin mie goreng, tuh masih ada belum di makan, yuk temenin Mamah makan mie goreng, kamu mau? Mamah bikinin buat kamu ya?".


Ujar mamah menjelaskan, Mamah memang suka laper malam-malam mungkin karena menyusui adik bungsu ku, jadi suka laper kalo tengah Malam.


"Liya gak laper Mah, Liya temenin aja yah?".


Ucap ku lalu Mamah mengangguk, kami duduk di meja makan, aku menemani Mamah makan mie goreng sambil ngemil krupuk yang selalu ada di meja makan.


Setelah Mamah menghabiskan indomie nya lalu kami beranjak dari meja makan dan berjalan melangkah kan kaki menuju ke kamar kami, ketika berjalan menuju kamar, kami melewati ruang keluarga.


Di sana di sopa ruang keluarga kami melihat seorang pria sedang duduk menghadap ke tivi yang tidak menyala, pria itu duduk membelakangi kami, siapa pria itu?, itu pasti bukan Papah, karena Papah sedang berada di Cirebon.


Lalu siapa?, tidak ada pria dewasa lain nya lagi di rumah kami, spontan aku memegangi tangan Mamah, karena aku yakin pria itu bukan manusia, Mamah memandang ke arah ku, kami sontak terdiam dan saling pandang, muka kami shock, pucat pasi karena kami berdua yakin itu bukan Papah.


"Tenang... shhttt baca ayat kursi.. ".


Ucap Mamah menggerakkan bibir nya tanpa bersuara, lalu dengan isyarat menempel kan jari nya ke bibirnya agar aku tenang dan tidak bersuara, lalu Mamah meminta ku untuk membaca surah ayat kursi.


Aku pun memejam kan mata mengatur napas ku, membuat diri ku se tenang mungkin, agar kami bisa membaca surah ayat kursi dengan benar, aku membuka mataku, lalu menghela napas, waktu seakan lambat berjalan, lalu aku dan Mamah membaca surah ayat kursi dengan tenang, pasti dan yakin

__ADS_1


اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَ


ئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ


Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih,Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.


Artinya:


Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya),


Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.


Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka,


Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.


Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.


"Aaaarrrrgghhhhh".


Terdengar suara erangan yang berat, aku dan Mamah berpegangan tangan, pintu kamar Teh Eli terbuka, dan terlihat Teh Eli berdiri di depan pintu nya, Teh Eli terbangun karena mendengar kami membacakan surah ayat kursi dan mendengar suara erangan berat lelaki.


Ucap Teh Eli melihat Aku dan Mamah yang sedang berdiri dan berpegangan tangan, Aku melirikan mataku ke depan memberi Teh Eli isyarat untuk melihat ke lelaki yang masih duduk di sopa ruang keluarga membelakangi kami.


" Papah... ".


Teh Eli menoleh lagi pada kami, aku dan Mamah menggelengkan kepala, memberi nya isyarat, itu bukan Papah, seketika pria itu menoleh kepada kami, wajah nya memang Papah tapi matanya merah penuh Amarah.


"Astaghfirullah hal ajim...".


Teh Eli berlari menghampiri kami, memegang tangan Mamah, lalu kami membaca surah ayat kursi lagi, terlihat makhluk yang menyerupai Papah itu makin marah.


" Kalian tidak akan pernah bisa pergi dari rumah ini, kalian akan terjebak di sini selama nya bersama ku, hentikan hentikan arrrggghhh".


Ucap makhluk yang menyerupai Papah itu masih tetap terduduk di sopa, namun kepala nya seperti terbalik mukanya tepat berada di punggung nya, mata nya yang merah penuh amarah menatap kami dengan tajam.


Kami tak berhenti membaca surah ayat kursi, tak menghiraukan nya, kami saling berpegangan tangan, makhluk yang menyerupai Papah itu berdiri, lalu dengan masih kepala yang mukanya mehadap kami, matanya yang masih menatap kami tajam, makhluk itu membalikkan badan nya, lalu berjalan perlahan, tangan nya menujuk kepada kami.

__ADS_1


"Ya Allah tolong kami, tak ada kekuatan dan daya upaya selain karena pertolongan mu yang maha segalanya".


Bathin ku, sambil tidak berhenti bibir ku membaca surah ayat kursi.


" Aaaarrrrgghhhhh arrrggghhh ".


Suara erangan Makhluk itu sangat nyaring memekikan telinga kami, dia berteriak dan berjalan seakan menghampiri kami, kami memejamkan mata dan.


"Aaakkhhh.. astaghfirullah hal ajim".


Ucap ku, dan aku mendapatkan diriku sendiri di tempat tidur ku, dengan basah kuyup penuh keringat di badan ku, aku kebingungan tadi itu mimpi?, atau benar terjadi kenapa begitu nyata, tadi aku bersama Mamah dan Teh Eli di luar kamar, dan makhluk itu.. apa ini hanya mimpi?.


"Liyaaa Elliiii...kalian tidak apa-apa".


Terdengar suara Mamah dari luar kamar ku, aku langsung beranjak dari tempat tidur ku, berdiri melangkah kan kaki ku menuju ke pintu kamar, dan membuka kan nya, ketika aku membuka pintu, Mamah tepat di hadapan ku, dan teh Eli yang sudah berdiri di depan pintu kamar nya, lalu Teh Eli, setengah berlari menghampiri Mamah dan aku.


"Tadi Eli mimpi Mah..".


Ucap teh Eli langsung berkata seperti itu, ketika berhadapan dengan Mamah, dan memegang tangan Mamah.


" Liya juga tadi mimpi, makhluk itu menyerupai Papah".


Teh Eli menoleh pada ku.


"Sama!".


Ucap teh Eli lagi, lalu Mamah ke dapur, ke meja makan, masih ada piring bekas nya makan indomie goreng tadi.


"Itu bukan mimpi".


Ujar Mamah, tapi kenapa kami berada di kamar masing-masing?, kalo benar itu bukan mimpi, bagaimana bisa kami terbangun di tempat tidur kami masing-masing.


" Allah Hu akbar... Allah Hu akbar...".


Terdengar suara adzan berkumandang, Mamah menoleh kepada Kami.


"Kita ambil wudhu dan solat subuh dulu".

__ADS_1


Ujar Mamah, kami mengangguk.


__ADS_2