RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo

RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo
bab 9 bangun andri...


__ADS_3

"Gak ada siapa siapa kok pah.. "


Kakak ku Eli masih d depan pintu memberitahu kami bahwa tak ada orang d balik pintu itu.


"Ya sudah tutup pintu nya,"


Papah menyuruh teh Eli untuk menutup pintunya, teh Eli menutup pintu dan kembali duduk d luar keluarga menonton tivi.


"Pah Mamah khawatir... "


Mamah menarik tangan papah untuk memperhatikan nya berbicara karena Papah sedang serius menonton tivi.


"Khawatir kenapa? "


Papah melirik ke Mamah dan kembali menonton tivi.


"Mamah khawatir makhluk itu akan menggangu Mas Ami dan keluarga nya Pah".


Papah melirik ke Mamah menghela napas dan terdiam.


"Kita berdoa saja yah Mah, semoga tidak terjadi apa apa dengan mereka,tapi Papah yakin tujuan makhluk itu adalah keluarga kita, dia ingin keluarga kita memujanya menyugih nya, bersekutu dengan nya seperti keluarga sebelum kita yg punya rumah ini,makanya kita harus sabar harus kuat ,apapun yang terjadi kita harus bisa tetap mempertahankan keutuhan keluarga kita keimanan kita, lebih mendekat kan diri kepada Allah seperti apa yang Bapak katakan sebelum kita pulang ke sini, ayo anak anak sudah jam sembilan malam kalian tidur jangan lupa berwudhu dulu".


Papah mengingat kan kami untuk tidur, dan berwudhu, kami beranjak dari tempat duduk, pergi ke kamar mandi bersama sama berwudhu, dan masuk kamar masing masing, ketika kami sedang di alam mimpi kami, sedang tertidur lelap kami mendengar suara gaduh.


Aku terbangun melirik jam di dinding kamar ku jam 2:30, siapa itu yang berisik gumam ku, aku mendengar suara Mas Ami, dan istri nya sedang berdebat, lalu aku beranjak dari tempat tidur.


Aku membuka pintu kamar ku, lalu pergi ke ruang keluarga tatapan ku langsung tertuju ke pintu ruang keluarga yang menuju garasi karena d sana sudah ada Mamah, Papah dan Kakak kakak ku.


"Ini masa Andri di biarkan tidur di tempat gerobak, untung tadi saya liat dulu sebelum masuk kalo tidak sudah ketabrak gerobak saya ini Pak, gimana ini Ibunya gak bener dia tidur di kamar anak nya tidur di luar".


Mas Ami menjelaskan yang terjadi kenapa dia marah marah ke istrinya.


"Saya bukan Ibu tiri masa saya tidurin anak d tempat gerobak td Andri tidur sama saya malah saya peluk".


Ibunya Andri tidak mau di salah kan.

__ADS_1


"Yang kamu peluk itu bantal bukan anak mu, bagaimana kalo anak kita sakit? masa kamu gak tau anak kamu tidur di sini?".


Mereka masih bertengkar ,kami hanya saling pandang satu sama lain, karena kami sudah tau ulah siapa ini.


"Mungkin Andri mengigau jalan dari kamar tidur ketika tidur dan tertidur d sini".


Kata Papah ingin menghentikan pertengkaran mereka.


" Tapi anak kami belum pernah seperti itu".


Ibunya Andri masih dengan kebingungan bagaimana mungkin anak nya bisa tidur di luar?, padahal tadi jelas-jelas dia menidurkan anak nya di pelukan nya.


"Lain kali kalo mu tidur pintu nya di kunci aja Bu jadi anak nya gak keluar dari kamar, mungkin Andri bermimpi main dengan Julian karena tadi siang mereka asik sekali bermain, mungkin ke bawa mimpi anak anak kan suka gitu"


Papah mencoba mencari alasan yang logis karena Papah blum siap menceritakan ada apa di rumah ini, takut nya mereka ketakutan, dan pindah tidak mau mengontrak lagi.


Padahal kan kami baru punya pemasukan dari kontrakan garasi untuk menutupi kebutuhan kami, karena Papah belum dapat pekerjaan, Mas Ami terdiam memikirkan perkataan Papah, ibu nya andri pun sedang mencerna alasan Papah mungkin masuk akal juga pikir mereka.


"Ya sudah Pa maap kami membuat keributan dan membangunkan tidur kalian".


"Tidak apa apa Mas udah seharusnya kita kan satu atap ,udah seperti keluarga jangan sungkan apapun yang terjadi pada Mas Ami d rumah kami, itu sudah menjadi tanggung jawab kami, kita harus saling membantu, saya hanya ingat kan jangan dulu di bawa emosi harus dengan kepala dingin semua yang terjadi pasti ada alasan nya dan ada jalan keluar nya".


Papah menenangkan keduanya, Mas Ami dan istrinya mengangguk ngangguk tanda setuju perkataan Papah.


"Iya Pak maaf sekali lagi".


Mas Ami masih merasa tidak enak telah membangun kan kami.


" Ya sudah Mas bawa anak nya ke kamar Mas Ami juga istirahat sudah malam kami juga mau tidur lagi".


Papah menepuk pundak Mas Ami dan berlalu begitu pun dengan kami,


lalu kami kembali ke kamar masing masing melanjutkan tidur kami karena adzan subuh masih lama.


Seperti biasa waktu nya solat subuh Mamah membangun kan kami smua satu persatu, tapi kami tidak melihat keluarga Mas Ami bangun mungkin mereka masih tidur.

__ADS_1


Mamah tidak enak membangun kan mereka, kami tidak tau kebiasaan mereka, mereka bukan keluarga dekat mereka pasti punya kebiasaan yang berbeda dengan kami itu hak mereka kami tidak bisa meminta mereka untuk mengikuti kebiasaan kami.


Mungkin juga karena Mas Ami berdagang nya pulang tengah malam, jadi masih tertidur karena kecapean, kami sekeluarga seperti biasa nya melakukan rutinitas setelah solat subuh aku membereskan kamar tidur ku.


Kakak-kakak ku setelah membereskan kamar tidur nya masing masing, lalu membantu mamah membereskan rumah dan menyiapkan kan makanan untuk sarapan aku dan Papah menjaga adik ku yang baru terbangun.


Setelah sarapan Kakak-kakak ku bersiap untuk pergi ke sekolah, Papah pun sudah siap akan pergi ke rumah teman nya untuk mencari pekerjaan mereka pergi berjalan kaki, yah sekarang mereka berjalan kaki tidak seperti dulu,Papah mengantarkan Kakak-kakak ku dengn mobil dan langsung pergi ke kantor.


" Do'ain Papah yah Mah... "


Sebelum berangkat pergi mencari pekerjaan siang itu, Mamah tersenyum mencium tangan Papah, Papah menciun kening nya, lalu mencium pipi ku.


" Jagain adik kamu yaaa"


Lalu Papah mencium adik ku.


" jangan nakal yah main sama andri,jagain andri nya... Papah pergi dulu.. asalamualaikum.. "


Papah berpamitan di susul Kakak-kakak ku mencium tangan mamah satu persatu dan pergi berangkat sekolah di antar Papah berjalan kaki, tapi aku belum melihat Mas Ami dan keluarga nya keluar padahal sudah jam 7 mereka bangun nya jam berapa?.


Pikir ku.. Julian pun sudah tidak sabar ingin bermain dengan Andri, tapi Andri belum keluar Julian pergi ke garasi, dan mengetuk kamar mereka yang dulu tempat perkakas.


" Andriii... Andriii... ".


Panggil Julian di depan pintu kamar mereka memanggil Andri, aku menghampiri Julian.


" Andri nya masih tidur.. jangan di ganggu ayoo".


Kataku sambil menuntut tangan Julian.


" Tapi kan sudah siang ko belum bangun?".


Julian dengan wajah cemberut, aku tidak tau harus berkata apa, aku hanya bisa menuntun Julian masuk, pergi ke ruang keluarga mengajak nya menonton tivi...


(bersambung)

__ADS_1


__ADS_2