RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo

RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo
Bab 73 Si Yuni


__ADS_3

"Ingkah sia...!!!(pergi kamu..!!!)."


Ucap Nenek, ketika menoleh ke belakang dan melihat se sosok makhluk yang ku maksud, se sosok wanita berjubah hitam dengan rambut tergerai menjuntai ke depan, sehingga wajah nya tidak dapat terlihat karena terhalang oleh rambut nya, sosok wanita itu, mengantung di pohon beringin.


"Tong sien aya Nini didieu, lamun maneh sieun ke si Belang datang nu cilaka Nini(jangan takut ada Nenek di sini, kalo kamu takut nanti si Belang datang yang celaka Nenek).


Ujar Nenek menenangkan ku, namun terlihat kekhawatiran di wajah nya, tapi bukan khawatir pada makhluk yang sekarang menampak kan dirinya, Tapi lebih khawatir akan kehadiran si Belang yang akan datang ketika merasakan aku yang ketakutan, aku pun menenangkan diri ku dan berkata.


"Siapa dia Nek?."


Tanya ku setengah berbisik setelah mulai tenang, tapi aku tak berani melihat ke sosok yang menggantung di pohon beringin, aku masih memegang lengan si Nenek dan menundukan kepala ku tak Ingin melihat makhluk itu.


"Si Yuni."


Jawab Nenek lalu menoleh ke sosok makhluk yang masih menampakan dirinya menggelantung di pohon beringin itu.


"Bandel sia ceuk aing nyingkah!!!( nakal kamu sudah ku bilang pergi!!)."


Ucap Nenek, masih berusaha mengusir nya.


"Dia bunuh diri di situ Nek?."

__ADS_1


Tanya ku sambil mengintip di balik pundak Nenek, melihat ke arah sosok yang masih menggantung di pohon beringin, tanpa aku bisa melihat wajah nya yang tertutup rambut nya terjuntai ke depan, Nenek menggeleng kan kepala nya dan berkata.


"Lain maehan maneh, aya nu maehan, lain di tempat ieu di paehan na, jauh ti kota, trus di bawa kadieu kunu maehan na, di gantung didieu ngarah di sangka na gantung diri(bukan bunuh diri, ada yang membunuh nya, jauh di kota, lalu di bawa ke sini, di gantung disini biar di kiranya bunuh diri)."


Ucap Nenek menjelaskan, menjawab pertanyaan ku.


"Kenapa dia di bunuh Nek?, oleh siapa,? apa Yuni memberitahu kan kejadian nya ke Nenek?."


Tanya ku yang penasaran dengan kematian sosok wanita berjubah hitam, dan tergantung di pohon beringin itu, aku menyakan nya ke Nenek, karena aku yakin mereka berdua sering berbincang berdua, karena Nenek yang sudah lama tinggal di pohon beringin ini.


Nenek adalah tuan rumah nya, dan sosok makhluk wanita itu menumpang di tempat Nenek, karena tubuh nya yang di gantung di sana, walaupun kejadian pembunuhan nya di tempat lain, seperti nya jin khorin Yuni lebih betah tinggal bersama Nenek di pohon beringin ini.


"Ceuk si Yuni mah balik gawe, kapetingan, maneh na megat mobil angkot trus naek mobil angkot eta, di mobil angkot geus aya lalaki opatan, si Yuni di bawa kabur ku supir angkot eta jeung babaturan na nu opatan nu aya dinu angkot, terus di perkosa terus di paehan di bawa kadieu(Si Yuni bilang pulang kerja, kemaleman, dia memberhentikan mobil angkutan umum lalu menaiki mobil angkutan umum itu, di dalam mobil angkutan umum itu sudah ada Empat orang laki-laki, si Yuni di bawa kabur oleh supir mobil angkutan umum itu bersama teman-teman nya yang berempat itu, lalu di perkosa, lalu di bunuh, dan di bawa ke sini)."


"Kasian..."


Ujar ku, sambil menoleh dan menengadah kan kepala ku melihat lagi ke atas, masih bersembunyi di balik pundak Nenek, aku melihat ke sosok wanita yang menggantung di pohon beringin itu, kali ini aku ingin melihat dengan jelas.


Namun tetap saja hanya rambut nya yang terjuntai kedepan dan pakaian nya yang lebih tepat nya jubah hitam yang bisa kulihat, aku tak bisa melihat wajah nya karena tertutup oleh rambut nya yang menjuntai ke depan menutupi wajah nya.


"Naha ari maneh nanaon Teh karunya wae, ayeuna mah gera hudang, Nini moal ngaganggu deui maneh, karunya ka maneh bakal loba titingalian, hampura tadi Nini ngondang maneh datang kadieu, tapi tong sieun mun hiji mangsa Nini nepungan maneh(Kenapa kamu tuh apa-apa kasihan, sekarang kamu bangun, Nenek tidak akan menggangu kamu lagi, kasihan bakal lihat yang lain nya, maaf tadi Nenek mengundang kamu datang ke sini, tapi jangan takut kalo suatu saat Nenek menemui kamu)."

__ADS_1


Ucap Nenek, menyuruh ku untuk bangun dari mimpi ku yang memasuki dunia lain, dunia nya, aku pun mengangguk, dan beranjak dari duduk ku mencium tangan nya layak nya aku berpamitan ke Nenek ku sendiri, lalu aku mengucapkan salam aku melangkah kan kaki untuk pergi, tapi Nenek memanggil ku, dan berkata.


"Liya gera pindah ti imah eta, aya Buta di imah nu ku maneh di cicingan ayeuna(Liya cepat pindah dari rumah itu, ada buta di rumah yang kamu tempati)."


Ucap Nenek, dengan menatap ku tajam, seperti nya Nenek tau di rumah ku ada buta ijo, ketika Nenek mengikuti ku kerumah, dan memasuki badan ku yang mengakibatkan aku kesurupan, aku pun mengangguk dan berkata.


"Iya Nek kami akan segera pindah setelah rumah itu terjual, semoga rumah nya lekas terjual yah Nek."


Ucap ku lalu memberi Nenek itu senyum perpisahan, Nenek membalas senyuman ku dengan tersenyum, dan tatapan yang sendu, di belakang Nenek sosok wanita yang menggantung di pohon beringin itu masih menampakkan diri nya, aku menengadah muka ku untuk melihat nya, Nenek pun menoleh ke belakang, lalu berkata.


"Keun bae si Yuni mah hayang ngabaturan Nini,( biar kan saja si Yuni cuman ingin menemani Nenek)."


Ucap Nenek, aku pun mengangguk dan tersenyum, aku senang Nenek tidak akan sendirian karena ada yang menemani, Nenek mengangguk mengisyaratkan agar aku pergi sekarang juga,aku pun membalas anggukan nya, lalu aku pun berjalan meraba sesuatu di depan ku, seperti yang aku ingat ada lapisan yang memisahkan antara dunia ku dan dunia lain ini.


Aku pun melewati lapisan itu dan ketika aku membuka mata ku, aku sudah berada di kamar ku, aku melihat ke jam dinding kamar ku, waktu menunjukan jam 2:30 dini hari, aku beranjak duduk dari tidur ku, dan mengucap kan istighfar.


Mimpi apa itu tadi pikir ku, aku ambil segelas air di meja bupet yang berada di samping tempat tidur ku, yang Mamah simpan sebelum aku tidur tadi, ketika aku sedang meminum air dalam gelas, terdengar suara di luar kamar ku.


"Sreek... sreek... srekk..."


Aku mendengar suara seseorang menyapu lantai, jam 2:30 dini hari tidak mungkin Mamah menyapu pada dini hari seperti ini, aku menutup mataku menghela napas sedalam dalam nya.

__ADS_1


Aku beranjak dari tempat tidur, berdiri dan melangkah meninggal kan tempat tidur ku, perlahan aku membuka pintu kamar ku, aku ingin tau siapa yang selalu menyapu lantai pada tengah malam seperti ini.


(Bersambung)


__ADS_2