RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo

RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo
Bab 60 Janji 1


__ADS_3

Abah Kardi mengangguk, lalu berkata


"Bener Neng... tong sieun da teu jahat ( betul Neng.. jangan takut tidak jahat)"


Aku melihat ke kiri ke kanan, dan kebelakang.


"Dimana dia sekarang Bah?, laki-laki apa perempuan?, berbentuk apa dia Bah?, kenapa dia mengikuti ku Bah?, kenapa aku?, dari sejak kapan dia mengikuti ku?."


Aku memberondongi Abah Kardi pertanyaan yang selama ini ingin aku tanyakan, tapi aku bingung pada siapa aku bertanya, aku tidak bisa mempercayai orang dengan mudah selama ini aku pun belum yakin.


Tapi ketika bertemu Abah Kardi Entah kenapa aku merasa Abah Kardi bisa menjawab semua pertanyaan ku, dan dapat aku percayai kebenarannya, Abah Kardi mengingat kan ku kepada Kakek ku, dari senyuman nya yang tulus, dan mata nya ketika berbicara tak ada kebohongan di sana.


Dan ketika aku menginjakan kaki di desa ini, aku merasa pernah datang ke desa ini, bertemu Orang-orang yang berada di desa ini, dan Abah Kardi aku merasa sudah mengenal jauh sebelum ini.


"Abah kan udah bilang, kamu udah siap belum?, mau ketemu sama dia sekarang?, melihat wujud nya berbicara dengan nya?, jadi kamu bisa lebih yakin, dari pada kamu mendengar dari Abah lebih baik bicara baik-baik ngobrol berdua hehehehe..."


Ucap Abah Kardi sambil tertawa, Umi memukul lengan Abah.


"Abah batur karek ngadenge oge geus sieuneun komo ningali, kabayang urang ge ningali Maung di kebon binatang sok rewas sieun, aya simaan, komo deui ieu ngajirim gede di hareupeun ngeleupeuk sigana Si Neng na (Abah orang baru denger aja udah ketakutan apalagi lihat, kebayang Abah kita ketemu Harimau di kebun binatang juga suka kaget ada aura nya, apalagi ini berwujud besar di depan nya langsung pingsan si Neng nya)."


Ujar Umi lalu mengusap lengan ku dan memegang tangan ku.


"Abah mah cuman bercanda jangan di dengerin ya, jangan takut, kamu butuh waktu."


Ujar Umi lagi kali ini menenangkan aku, yang mungkin terlihat oleh Umi wajah ku yang ketakutan, aku tersenyum kecut lalu menoleh ke Abah Kardi.


"Abah suruh dia pergi, saya tidak mau seperti ini!."


Abah Kardi mengangkat alis nya ketika mendengar perkataan ku.


"Eits tong nyarios kos kitu(jangan bicara seperti bicara seperti itu)."

__ADS_1


Ucap Abah Kardi sambil menggoyang jari telunjuk nya di depan muka ku.


"Saya tidak ingin teman-teman saya menganggap saya aneh, saya ingin hidup normal."


Ucap ku, sudah cukup kehidupan masa kecil ku yang tidak wajar di teror, dan selalu mengalami hal-hal di luar nalar, ketika aku masih tinggal di rumah bekas pesugihan itu, aku berharap aku bisa hidup normal seperti gadis lain nya ketika kami pindah, tapi kenapa hal- hal mistis selalu ada di sekitar ku.


"Tapi dia jauh jauh datang cuman ingin mendampingi kamu, dia sudah nyari kamu selama ini."


Ucap Abah Kardi kecewa karena aku menolak kehadiran si Belang.


"Abah.. punggung aku belang apa ini perbuatan dia?, kenapa dia lakuin ini?."


Kata ku dengan nada tinggi tapi sedih, rasa nya aku ingin menangis aku tidak mau punya badan berkulit belang seperti ini, apalagi aku perempuan.


"Nanti juga hilang, itu terjadi karena dia terlalu dekat dengan kamu, dia ingin menjaga kamu energinya terlalu kuat dia meninggal kan bekas menandai kamu, jadi tidak akan ada makhluk ghoib lain nya yang mengganggu kamu, nanti juga kalo kamu sudah di tempat aman tanda itu akan hilang sendiri nya."


Aku mengerutkan kening ku


"Di tempat aman? memang nya aku sedang dalam bahaya sekarang?, aku ada di tempat aman sekarang Abah...di desa yang semua penduduk nya baik baik dan ramah, di lindungi dari apa?."


"Jangan salah..., desa ini adalah tapak alas... tempat lalu lintas nya makhluk ghaib, pintu keluar masuk nya makhluk ghaib, kekerajaan makhluk ghaib, kamu beruntung si Belang yang mendampingi mu bukan jin biasa, banyak orang yang rela melakukan ritual ke bathinan untuk mendapatkan pendamping yang kamu miliki sekarang."


Ucap Abah kini bicara dengan serius matanya menatap ku dengan tajam.


"Lalu kenapa dia memilih aku, Abah?."


Aku bertanya, tidak mengerti kenapa kalo banyak orang yang rela melakukan ritual kebathinan untuk mendapatkan pendamping seperti si belang kenapa si belang memilih aku?, yang tidak ingin di dampingi, aku hanya ingin hidup normal cukup lah penolong ku hanya Allah, aku berlindung dari segala kejahatan makhluk nya. karena Allah Maha segala nya.


"Janji..., kepada leluhur mu yang terdahulu, dia akan datang mendampingi keturunan nya yang ke 7 dan itu kamu."


Ucap Abah, aku dapat menerima kalo dia ingin menepati janji, karena janji adalah hutang dan hutang di bawa sampai mati.

__ADS_1


"Lalu kenapa aku Abah?, kan ada saudara saudara ku yang lain, kalau aku keturunan ke 7 berarti mereka juga kan sama keturunan ke 7."


Tanya ku lagi, aku menungtut alasan yang tepat yang bisa membuat ku menerima nya.


"Alam... yang memilih mu untuk menjadi tuan nya, kamu anak ke 3, tanggal lahir mu ganjil dan bulan lahir mu juga ganjil , tgl 27 bulan 3 anak ke tiga dari turunan ke 7, dan ingat Allah menyukai angka ganjil bila di tambah kan tanggal kelahiran mu 27 adalah 9... jadi itu memang sudah takdir mu Liya terima lah jangan menolak nya."


Aku tersontak kaget bagaimana Abah tau tgl lahir ku?, aku kan belum pernah bilang.


"Ko Abah tau tgl bulan lahir ku?."


Tanya ku pada Abah dengan wajah kebingungan.


"Si Belang yang bilang, dan dia bilang sekarang, Belang di punggung mu itu tidak akan terjadi bila kamu bukan orang yang tepat, si Belang pun sama ingin meyakinkan dirinya kalo dia mendampingi orang yang tepat, belang itu akan hilang sendiri nya ketika si Belang hanya mengawasi mu dari kejauhan, sekarang dia terpaksa harus dekat dengan kamu, dan memberikan tanda itu karena kamu di tempat tali alas, peringat kan juga teman teman yang lain nya untuk menjaga kelakuan nya."


Aku mengangguk, lalu aku berbicara dalam hati ku...yah mungkin benar alam telah memilih ku, dan aku harus menerima nya, tapi aku tidak akan pernah, meminta pertolongan dan perlindungan selain kepada Allah, aku tidak ingin menjadi manusia yang menyekutukan Allah, belasan tahun aku di rumah bekas pesugihan kami berperang dengan jin yang memaksa kami untuk menyekutukan Allah.


"Liya.. si belang jin muslim, tidak usah khawatir dia tidak ingin kamu menyekutukan Allah, malah dia akan menjaga mu dari hal yang tidak di ridho Allah."


Aku menoleh ke Abah Kardi dan mengangkat alis ku.


"Bilang ke si Belang Abah, tidak sopan baca pikiran orang."


Abah Kardi tersenyum.


"Jadi kamu sudah bisa menerima si belang sekarang?."


Tanya Abah Kardi, mungkin si belang juga yang nyuruh Abah nanyain begitu ke aku, aku pun mengangguk.


"Bila memang alam yang sudah memilih ku, aku tidak dapat melawan Alam, baiklah dampingi aku, tuntun aku ingat kan aku agar aku selalu berada di jalan yang di ridhoi Allah."


Ucap ku dan seketika setelah aku berkata seperti itu aku mendengar geraman

__ADS_1


Harimau, tepat di sebelah kanan ku, tapi aku tidak berani menengok ke arah suara itu, Abah Kardi mengangguk.


(Bersambung)


__ADS_2