
Aku tertegun, terdiam, jari ku masih menempel di dinding kamar hendak membalas ketukan itu seperti biasa nya, namun aku sadar tak ada siapa pun di kamar itu, teh Eli yang punya kamar itu sedang berada di Bogor, siapa yang membalas ketukan itu?, siapa yang mengetuk dinding kamar teh Eli?, ketika aku sedang tertegun untuk waktu yang lama tiba-tiba.
"Tuk-tuk"
Dinding kamar itu berbunyi lagi suara ketukan dua kali, aku kaget.
"Tuk-tuk"
Lagi-lagi berbunyi suara ketukan dua kali, kali ini lebih nyaring, aku menarik selimut ku, sembunyi di balik selimut ku.
"Tuk-tuk-tuk-tuk."
Suara ketukan itu terdengar lagi makin kencang, dan makin kencang makin cepat seperti marah, karena aku tidak membalas ketukan nya, biasa nya kalo ketukan dua kali berarti, bertanya aku ke sana ya?, jawaban nyaa satu kali ketukan iya dan dua kali ketukan aku yang ke sana tapi aku tak membalas nya, karena bila aku membalas berarti dia yang ke kamar ku atau aku yang ke kamar nya, bagaimana aku harus menjawab sedang kan aku tau kalo yang mengetuk itu bukan manusia.
"Mamaaaahhhhhhh..."
Aku berteriak memanggil Mamah, aku harap Mamah mendengar ku dan akan cepat datang ke kamar ku, aku terdiam dan mendengarkan apa ada suara Mamah atau suara orang melangkah kan kaki, aku menunggu tapi tak ada suara apa pun hanya aku dengar suara balasan ketukan lagi.
"Tuk-tuk-tuk-tuk-tuk..."
Makin kencang dan makin cepat.
"Mamaaaaaahhhhh.... Mamaaaaaaahhhh.... Mamaaaaaaahhhh... "
Aku terus memanggil Mamah makin kencang berkali kali masih di dalam selimut, sampai Mamah datang dan menggoyang kan tubuh ku yang masih dalam selimut, aku masih berteriak teriak memanggil Mamah, sampai akhir nya Mamah menarik selimut ku dan berkata.
"Ini Mamah Liya ada apa?."
__ADS_1
Ucap Mamah aku yang sedang berteriak dan memejamkan mata ku, aku membuka mata ku dan kulihat Mamah di depan ku, aku langsung memeluk Mamah.
"Ada yang mengetuk-ngetuk dinding kamar Teh Eli Mah... Liya takut, Liya tidur di kamar Mamah yah Mah... "
Ucap ku, dengan ketakutan, dan tatapan memelas meminta Mamah mengijinkan aku tidur di kamar nya, Mamah pun akhirnya nya harus menyetujui nya tidak tega melihat ku ketakutan.
"Iya ayoo."
Ucap Mamah aku pun langsung beranjak dari tempat tidur ku, memegang tangan Mamah takut di tinggal kan, dari semenjak malam itu aku tidur di kamar Mamah, Mamah, adik ku yang perempuan Neng yeni di tengah, dan aku di sisi sebelah nya.
Sedangkan adik ku yang bungsu masih tidur di dalam box bayi, dan lagi pula Papah pulang sebulan sekali, sampai akhir nya rumah itu terjual, terakhir aku tidur di rumah itu, aku tidur di kamar Julian membawa kasur ku ke kamar Julian dan tidur di bawah ranjang Juli, sehari sebelum kami pindah.
Yah akhir nya rumah itu terjual, di beli oleh teman Papah, rumah itu akan di rubuh kan, dan di jadikan nya kontrakan, waktu itu Papah pulang dari Cirebon, dan memberi kami kabar, kami harus secepatnya nya mendapatkan rumah baru.
"Asalamu alaikum..."
"Wa alaikum salam..."
Ucap Mamah sambil tersenyum, dan menghampiri Papah lalu mencium punggung tangan Papah.
"Papah ada kabar baik Mah...dalam seminggu ini kita harus segera mendapatkan rumah baru, kita akan segera pindah dari rumah ini."
Ucap Papah dengan antusias, memberi kabar baik ini ke Mamah.
"Alhamdulillah..., jadi rumah ini jadi di beli sama teman Papah yang mau di jadikan kontrakan itu Pah?."
Tanya Mamah, Papah pun mengangguk.
__ADS_1
"Teman Papah udah pulang dari kalimantan?."
Tanya Mamah lagi, Papah menggeleng kan kepala nya.
"Dia masih di Kalimantan Mah, nanti ada saudara nya yang mengurus semua nya, dia sudah memberikan uang nya Mah, untuk kita membeli rumah baru, kita cari yang di desa ya Mah biar lebih murah, gak apa-apa kan Mah kita tinggal di desa?."
Ucap Papah, Mamah pun tersenyum dan mengangguk, menyetujui keputusan Papah,
seminggu lagi kami akan pindah dari rumah ini, seminggu itu Papah, dan Mamah mencari rumah baru untuk kami tinggali, dan mereka mendapat kan sebuah rumah di sebuah desa, di bawah perbukitan, desa yang masih asri di kelilingi bukit.
Rumah nya cukup nyaman, Papah membeli rumah di desa karena lebih murah dari pada rumah di kota, dan sisa uang nya Papah belikan dua buah mobil angkutan desa, yang nanti nya akan Papah sewakan mobil angkutan desa nya, ke supir angkutan desa yang biasa menyupir angkutan desa itu.
Papah tinggal menunggu setoran dari supir itu, karena Papah sudah tak ingin pergi bekerja jauh lagi, meninggal kan keluarga, walaupun hidup sederhana tapi bersama, berkumpul dengan keluarga, kebahagiaan yang tidak bisa di ukur dengan materi ketika kita dapat tinggal bersama dengan orang-orang yang kita sayangi.
Kehidupan yang normal yang Papah inginkan selama ini, berkumpul dengan istri dan anak-anak nya tidak meninggalkan mereka lagi, punya rumah yang normal tidak di teror makhluk halus setiap harinya, bahkan Papah harus menjaga jarak, dan bersikap tak acuh dingin, dan tak perduli untuk melindungi keluarga nya.
Kini Papah tidak harus bersikap seperti itu lagi, Papah akan bisa leluasa mengungkapkan dan menumpah kan kasih sayang nya pada anak-anak nya dan istrinya, akhirnya kami meninggal kan rumah bekas pesugihan buta ijo itu, yang penuh dengan kisah di luar naral, kami akan terbebas dari teror teror makhluk halus di rumah itu.
Rumah itu akan di jadikan sebuah kontrakan, semoga semua keluarga yang mengontrak di rumah itu, tidak mendapat kan teror-teror menakut kan dari makhluk halus seperti yang kami alami, namun apabila mereka mengalami nya seperti hal nya kami, semoga mereka dapat bertahan, dan menjadi kan mereka lebih dekat kepada Allah.
Mobil truk yang mengangkut barang-barang kami sudah terparkir di halaman rumah itu, rumah baru kami di sebuah desa di bawah perbukitan sudah menanti untuk di tempati, hari ini kami akan pergi dari rumah bekas pesugihan buta ijo ini, selamat tinggal rumah masa kecil ku.
Selamat tinggal rumah yang memberi ku banyak pengalaman tentang dunia lain, yang memang ada di antara kita, selamat tinggal rumah yang membuat ku lebih dewasa, mengajar kan aku tentang kehidupan, ketulusan, dan kesetian, selamat tinggal kenangan-kenangan yang manis, dan pahit yang memberikan aku pelajaran tentang lebih menghargai kehidupan dan orang-orang yang kita sayangi, terimakasih telah memberi ku banyak pelajaran tentang arti sebuah keluarga.
Tamat.
Tungguin novel aku yang selanjutnya ya, aku akan membuat sebuah novel bergenre horor lagi, yang menceritakan tentang seorang penulis horor yang di teror oleh makhluk-makhluk halus yang dia tulis nya dalam novel, dan datang ke dunia nyata nya, bagaimana dia bisa menghadapi nya atau kah dia akan berhenti menjadi penulis cerita horor yang sudah melekat pada dirinya? novel ini di jamin di setiap cerita nya akan membuat kamu merinding tungguin yah semoga besok bisa langsung kalian nikmati novel nya.
__ADS_1
Sampai ketemu di novel horor ku yang berikut nya salam sayang buat kalian semua 🥰